Waktu cepet banget ya...
Itu perkataan standar siiih hehe... Tapi buat saya kata "standar" itu bisa bikin galau banget kalo udah masuk bulan Ramadhan. Kayaknya di Ramadhan tahun lalu juga saya pernah nulis tentang yang akan saya tulis sekarang deh.
Jadi giniii, setiap masuk bulan Ramadhan perasaan bahagia, nikmat, syahdu, mellow campur aduk semuanya karena setiap hari di bulan puasa itu bagi saya suasananya luar biasa indah. Saya selalu berusaha menikmati tiap detiknya dalam situasi apapun. Entah itu saya sambil ada kerjaan (nyanyi / shooting / dll) atau pas lagi gak ada kerjaan. Sebisa mungkin Tarawih berjamaah di masjid karena bagi saya itu salah satu keindahan Ramadhan, malam-malamnya jadi jauuuuuhh lebih hidup. Aaahhhh pokoknya syahdu banget laahhh...
Kebetulan saya paling jarang banget tuh ngitung-ngitung ini udah masuk hari puasa ke berapa gitu. Mulai hari kesatu, dua, dst. Pasti nanti ada aja kok yang bilangin untuk ngingetin, misal udah 10 hari pertama, terus ketika udah masuk 10 hari kedua dan terakhir. Tapi paling maleeeess denger orang bilang ini udah masuk 10 hari terakhir. Hadeeuuuhhh itu bikin galau banget. Antara sedih karena masa-masa Ramadhan akan segera berakhir tapi seneng juga karena mau Lebaran. Ingin rasanya di 10 hari terakhir Ramadhan bisa ngejalanin semua proses ibadah lebih maksimal lagi, mengingat kesempatan yang sangat berharga yang diberikan oleh Allah serta imbalan pahala yang berlipat ganda. Udah jadi kebiasaan saya tiap malamnya berusaha untuk berada di masjid, mungkin gak sepenuhnya itikaf full sampai menjelang sahur tapi paling gak saya menikmati shalat-shalat malam dan zikir sampai ditutup shalat witir.
Jujur, ketika makin dekat Lebaran justru makin sedih karena kehidupan malam Ramadhan akan segera berakhir. Makanya semua orang berharap dan berdoa semoga kita bisa berjumpa lagi dengan Ramadhan-Ramadhan selanjutnya. Begitupun dengan saya. Selalu ingin berjumpa dengan Ramadhan lagi.
Aamiin ya Allah....
Hampiiiir selalu terjadi kalo baru ketemu sama orang, entah itu sama teman lama ataupun yang baru kenal, sapaan standar yang biasa diucapkan adalah soal fisik duluan. "Hei, kok gemukan sih sekarang?" atau "Eh sekarang kamu kurusan deh!" Ayo ngaku, diantara para pembaca blog saya suka begitu gak kalo ketemu orang??!
Kejadian diatas pastinya sering saya alamin, orang lain yang menyapa seperti itu ke saya walaupun penilaiannya Alhamdulillah agak jarang yang bikin bete hahahaha... Cuma saya juga sering banget merhatiin temen-temen yang ngalamin kejadian yang sama, saya perhatiin raut muka mareka yang dinilai oleh lawan bicaranya. Ada yang lempeng biasa ajaaaa tapi gak sedikit juga yang kesel walau tanpa ngebales sapaan kurang menyenangkan itu, apalagi kalo ada orang yang bilang "Kok gemuk banget sih?" dan ngomong gitu di depan banyak orang!
Pengeeeennn banget deh saya ganti mind set orang-orang yang biasa menyapa dengan penilaian fisik. Coba sedikit direnungkan, seandainya kita berada di sisi yang selalu kebagian dinilai fisiknya oleh orang lain. Sementara mood orang kan gak selamanya lagi bagus. Gimana coba rasanya???
Beberapa waktu lalu ada temen yang bilang bahwa dia kesel banget sama temennya sendiri cuma gara-gara pas ketemu dibilang "Kok masih endut sih?", memang berat badannya agak berlebih tapi saat itu dia lagi menjalani program diet dan olah raga yang cukup keras. Bisa jadi karena sapaan sepele itu semangatnya untuk diet dan olah raga jadi pupus kan?!
Yuk mulai sekarang kita coba ubah cara berpikir dengan lebih positif saat memandang orang lain. Berusaha untuk selalu melihat sisi positif dari orang yang berada di hadapan kita. Gak perlu kita bahas soal gemuk-kurus, bila memang bentuk fisiknya kurang ideal, akan lebih baik jika kita mencoba lihat apa yang menarik dan bagus dari orang tersebut saat itu. Misalnya, "Hei,rambut kamu oke banget deh hari ini!" atau "Suka banget sama baju lo, keren!" atau lagi "Muka kamu fresh banget siiiih!"
Intinya selalu mencoba menemukan sisi baik dan menarik yang ada pada diri orang lain karena dengan begitu, mood juga jadi enak dan hubungan pertemanan gak terganggu. Setuju?
Nulis lagi nih, sorry kali ini nulisnya sambil masih agak kesellll. Maap yaaa, mungkin saya udah berkali-kali bikin blog tentang kejadian-kejadian yang berhubungan dengan masalah tata krama dalam menggunakan fasilitas umum.
Kemarin baru kejadian lagi, saya alami didalam lift sebuah mal di Jakarta.
Saya pulang nge-gym sekitar pukul 10 malam dan semua eskalator udah pada dimatiin, saya udah biasa pake lift yang ada di samping mal. Gak lama pintu lift terbuka, didalamnya udah ada sekitar 7 orang yang sepertinya karyawan toko atau resto, saya kurang tau persis, yang pasti yang 3 orang itu perempuan berseragam dengan jilbab warna ungu muda. Selebihnya laki-laki. Mereka keliatan akrab satu sama lain, ngobrol.
Pas saya masuk lift, semuanya pada diem. Hening. Pintu lift nutup gak lama setelahnya. Dalam keheningan lift, si mbak bertubuh kecil persis dibelakang saya tiba-tiba nyeletuk, F*CK YOU!" Spontan saya langsung berbalik dan menatap wajah si mbak yang saat itu anteng aja mukanya, sambil agak nunduk dengan hape kecil yang dijepit diantara jilbab dan pipinya. Sama sekali gak ngerasa bersalah dengan celetukannya itu dan saya liatin dari jarak dekat pun dia cuek aja. Malah teman-temannya yang keliatan gak enak.
Ada perempuan lain yang lanjut nyeletuk, "Astaghfirullaah..."
Ada lagi yang laki-laki bilang, "Pasti lagi sambil nelpon tuh!"
Ada pula yang ngeledek bilang, "Bawel amat sih lo!" Dan si perempuan yang tadi menyebutkan kalimat tidak pantas itu malah nyamber lagi, "Biarin, mulut-mulut gw!"
Hhhhhhhh!!! Kalo nurutin keinginan, pengennya balik badan terus saya damprat itu si mbak sambil bilang "Heh!!! Jangan sok asik deh!!! Ini tempat umum, sadar dong kalo Anda itu pake baju tertutup!!! Mestinya jaga mulut dan akhlak!!!"
Sumpah udah diujung bibir, tinggal keluar aja itu kata-kata buat ngedamprat si mbak. Tapi saya tahan diri, buang tenaga banget kan harus seperti itu. Saya berusaha keras memaklumi si mbak, mungkin dia kurang diajari sopan santun atau bisa jadi gak tau artinya kalimat "F*ck You" yang dia sendiri ucapin. Jangan salah, banyak orang sok asik ngeluarin kalimat bahasa Inggris yang artinya sangat tidak pantas untuk jadi bahan becandaan!
Banyak orang beranggapan, beda status sosial atau latar belakang pendidikan, beda pula kelakuannya. Jadi kita harus memaklumi. Tapi saya kenal kok orang-orang yang mungkin kurang beruntung dalam mengenyam pendidikan atau bahkan rendah status sosial ekonominya di mata orang lain, namun mereka tidak kehilangan tata krama serta sopan santun. Saya juga kenal orang-orang yang katanya sekolahnya tinggi, bahkan sampe keluar negri, berada di puncak status sosial ekonomi, tapi ucapan serta kelakuannya memprihatinkan. Itu berarti kembali lagi kepada pribadi masing-masing, mau atau tidak belajar sopan santun.
Kan kita bangsa berbudaya, tata krama dan sopan santun tidak selalu harus belajar di sekolah, dalam kehidupan sehari-hari dan setiap hari sangat mungkin kita pelajari. Kita yang mengaku berpendidikan harus bijaksana menjaga ucapan supaya bisa jadi contoh yang baik untuk orang-orang sekitar dan mencegah kalimat-kalimat atau kelakuan tidak pantas berkembang menjadi tren.
Pesan terpenting dari kejadian yang saya alami ini, jika kita ingin merasa dihargai oleh orang lain, maka kita pun harus bisa menghargai diri sendiri dengan cara menjaga tutur kata, sikap serta perilaku, terutama saat berada di tempat umum. Jangan cuma setengah mati berusaha "Sok Asik" sampai akhirnya gak memperhatikan lagi yang namanya sopan santun atau bahkan sampai melakukan hal yang sangat tidak pantas. Orang lain akan segera menilai rendah kita karena kelakuan kita sendiri.
Semoga tulisan "kesel" saya ini sedikit ada manfaatnya ya, juga bagi saya sendiri agar selalu ingat untuk menjaga sikap dan perilaku.
Dalam suatu rapat, sang pimpinan mengemukakan bahwa beliau akan melakukan beberapa hal yang akan melibatkan seluruh peserta dan tentunya akan bermanfaat bagi semua dan program tersebut direncanakan akan berjalan beberapa waktu kedepan. Tentunya program tersebut secara otomatis dicatat oleh para peserta rapat.
Hari-hari berikutnya program-program yang saat rapat lalu dikemukakan itu tidak juga direalisasikan oleh sang pimpinan. Bisik-bisik mulai terdengar diantara para peserta yang mempertanyakan rencana yang tak kunjung diwujudkan itu, "Mana? Kok gak dimulai-mulai ya rencana pimpinan kita yang dibilangin kemarin?" Sayangnya tidak ada yang berani untuk mengingatkan sang pimpinan mengenai programnya sendiri. Sampai pada akhirnya waktu kepemimpinannya berakhir dan sampai saat itu pula semua rencana sang pimpinan tidak ada yang terwujud.
Banyak yang mengambil kesimpulan bahwa sang pimpinan kemarin cuma "OmDo" alias "Omong Doang, melempar beberapa ide tapi tidak merealisasikan.
Sepertinya kisah diatas banyak terjadi diantara kita, saya pun baru aja mengalami. Positif thinking-nya adalah "Ya sudahlah, namanya juga sama-sama manusia, mungkin dia lupa atau tidak cukup waktu untuk menjalankan rencananya itu".
Walau begitu, kita semua harus bersedia menyadari bahwa sebelum memberikan janji kepada orang lain, alangkah baiknya kita pikirkan dulu secara matang, apakah kita akan mampu memenuhi janji tersebut. Jika masih ragu, alangkah baiknya kita menahan diri dengan tidak menjanjikan apa-apa karena orang akan mulai ragu dan kehilangan rasa percaya pada kita ketika kita tidak memenuhi janji kita sendiri.
Mari berusaha menjadi orang yang selalu amanah, terutama dengan apa-apa yang kita rencanakan sendiri dan janjikan pada orang lain.
Banyak kejadian dimana orang-orang berkeluh kesah karena suka tiba-tiba "diserang" rasa gelisah entah apa sebabnya. Celakanya lagi, mereka gak tau harus ngapain untuk mengatasi atau menghilangkan rasa gelisah itu. Ada yang memilih curhat sama orang terdekatnya supaya bisa sedikit lebih tenang, ada yang memilih tidur dan berharap waktu bangun nanti rasa gelisah itu bisa hilang (itupun kalo berhasil tidur), ada yang mengikuti berbagai macam terapi penenangan diri yang biayanya tidak murah bahkan sampe harus berangkat ke luar kota atau luar negeri untuk mengikuti sesi terapinya, dan ada juga yang sampe minum obat penenang.
Semuanya itu dilakukan oleh banyak orang untuk bisa terhindar dari kegelisahan hati yang sering mendadak muncul. Mereka menginginkan hati yang tenang. Sebenarnya sumber ketenangan ada pada batin yang tenang serta hati yang damai. Menurut saya, tenang dan damai itu sebenarnya sangat bisa dilatih dan diraih oleh semua orang dengan cara yang sangat mudah dan murah (gratis, tanpa perlu ikut terapi berbayar). Tentunya caranya pun sangat sederhana, yaitu kita mendekatkan diri kepada Tuhan. Selalu menjalankan semua perintah-Nya, sedapat mungkin selalu melatih diri untuk menjalani hidup sesuai jalan-Nya.
Mohon maaf sebelumnya tapi hanya sekedar ingin berbagi dan memberi contoh aja, misalnya sebagai muslim, kita jalankan dulu yang paling wajib, yaitu shalat 5 waktu yang merupakan fondasi kehidupan. Bagi saya, ada lagi kebiasaan yang membuat hati jadi selalu tenang, nyaman dan terhindar dari rasa gelisah, yakni sering berdzikir. Entah itu disaat shalat malam atau setelah shalat wajib atau kapanpun saat tiba-tiba merasa gak nyaman di hati, langsung deh berdzikir dalam batin sepenuh hati. Itulah sebabnya kenapa kita sebisa mungkin memanjangkan wudlu agar setiap waktu kita siap untuk menjalankan apa-apa yang bisa kita lakukan yang ada hubungannya dengan Allah SWT. Misalnya bisa langsung shalat ketika waktunya tiba, dsb dsb.
Maaf sebelumnya, tanpa ada maksud riya, hanya ingin berbagi cerita. Ada satu pengalaman saya sendiri, dulu sekali pernah ada kejadian di rumah saya, kemalingan gitu. Beberapa benda berharga saya hilang dan dicurigai yang mengambil orang dalam. Waktu itu ada saudara yang bersikap panas dan bilang ke saya, "Wah Hed, ini sih orangnya langsung laporin aja ke polisi!". Saya pun dalam keadaan bingung tapi waktu itu saya memilih ambil wudlu, lalu shalat sunnah taubat. Saya bilang ke saudara saya, "Ikhlasin aja deh, kayaknya saya kurang sedekah".
Entah kenapa waktu itu saya bertindak seperti itu, saya pun kaget dengan jalan yang saya pilih tapi saya sangat merasakan bahwa jika kita selalu bergantung kepada Allah, In Shaa Allah batin dan hati kita juga akan selalu tenang terlindungi, gak gampang gelisah atau mudah tersulut emosi yang gak jelas. Lalu saya pun mencoba introspeksi diri, merenungi kesalahan apa yang mungkin telah saya perbuat.
Semoga kita semua selalu diberikan ketenangan serta kedamaian dalam keseharian kita. Aamiin...
Assalamu'alaikum
Masih seputar umroh kemarin...
Setiap kali pergi umroh bersama dengan sanak famili atau kerabat dekat, saya selalu bahagia banget. Tahun-tahun sebelumnya saya seringkali pergi sendiri tapi udah beberapa kali juga pergi dengan kakak-kakak saya, keponakan, serta teman-teman saya juga pernah. Umroh kali ini Alhamdulillah bisa pergi dengan Yovie dan keluarganya. Senangnya bukan main!
Gimana ngegambarinnya ya? Hmmm... Selama 28 tahun lebih ini kita bersama, ya temenan, ya ngeband bareng juga, saya pun juga sahabatan banget dengan Denie istri Yovie, kita udah kemana-kemana bareng ke banyak kota di Indonesia serta banyak negara di Asia, Eropa sampe Amerika. Namun begitu kita sama-sama berangkat ke tanah suci dan berhasil bersama-sama melakukan ibadah di masjid itu rasanya sungguh luar biasa banget.
Betapa nikmat saat kita berada pada shaf yang sama untuk shalat berjamaah di masjid. Di tanah suci bersama mendoakan saat ada teman yang sakit. Saling menyemangati untuk terus beribadah ketika ada yang lelah. Saling bermaaf-maafan pada waktu umroh selesai. Juga tentunya saat makan bersama, belanja baju gamis yang sama, ngobrol-ngobrol di kamar hotel dan masih banyak lagi aktivitas yang sebenarnya sederhana namun membuat kita merasakan indahnya bersaudara.
Semoga kami semua selalu sehat wal'afiat dan persaudaraan ini senantiasa terjaga sampai kapanpun. Aamiin ya Allah...
Assalamu'alaikum
Blog ini saya tulis jelang Tawaf Wada atau disebut tawaf perpisahan yang akan saya lakukan sebentar lagi. Ini tandanya perjalanan umroh dan segala proses ibadah saya di tanah suci Mekkah berakhir untuk saat ini.
Aturan masuk kota suci Mekkah adalah kita harus masuk dengan ber-ihram dan menunaikan ibadah umroh, setelah itu boleh tinggal di Mekkah untuk beberapa lama. Saat kita akan pulang ke tanah air, kita harus melakukan Tawaf Wada. Setelah tawaf perpisahan, kita tidak bisa lagi masuk ke dalam Masjidil Haram.
Perasaan sedih selalu muncul saat menyadari beberapa saat lagi kita akan berpisah dengan Ka'bah atau Masjidil Haram. Ada rasa takut kehilangan yang teramat sangat! Bagi saya, walaupun ini bukan yang pertama kali datang ke tanah suci, tapi selalu perasaan sedih itu muncul lagi dan lagi. Saya kalo melakukan Tawaf Wada selama ini selalu sendiri, gak pernah mau sama-sama jamaah umroh lainnya karena yang udah-udah sambil tawaf saya malu sendiri, nangis gak bisa berhenti apalagi setelah tawaf terus berdoa, doa perpisahan di depan Ka'bah. Bagaikan berpisah dengan kekasih tercinta dan entah kapan bisa bertemu lagi.
Ya Allah, berikanlah aku umur panjang dan kesempatan untuk bisa senantiasa datang ke tanah suci untuk beribadah kepadamu. Limpahkanlah rezeki kepada semua hambamu yang ingin hadir di tanah suci, kuatkanlah niat mereka dan mudahkanlah usahanya.
Aamiin...
Assalamu'alaikum
Mau lanjut cerita yaaa...
Perjalanan umroh adalah wisata religi yang bagi saya paling menyenangkan, favorit banget. Makanya saya agak sering berangkat umroh karena bisa sekalian dapet suasana liburan juga. Hal utama kalo pergi umroh, In Shaa Allah kita akan mendapatkan nilai pahala yang berlipat ganda dengan melaksanakan semua proses ibadah selama di tanah suci (Mekkah & Madinah). Betapa nikmat selalu ikut shalat 5 waktu berjamaah di Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi. Begitu juga dengan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Menjaga perilaku baik selama di tanah haram. Bersilaturahim dengan orang-orang dari berbagai bangsa. Serta tentunya terselip waktu-waktu kita untuk menikmati suasana liburan dengan jalan-jalan, makan-makan, sampai nge-mall pun kita bisa.
Hal lain yang juga nikmaaaattt banget adalah saya berusaha selalu membiasakan diri sekaligus melatih diri untuk selalu berdzikir dalam hati di setiap waktu, sebisa mungkin. Bisa Istighfar atau menyebut asma Allah. Dalam tiap detak jantung sambil mengucap dalam hati, gak ada suara, betul-betul dalam hati aja. Bahkan kadang mulut sambil ngobrol tapi sebisa mungkin hati tetap berdzikir.
Paling nyaman lagi kalo kaki lagi capeee gitu ya tapi kita harus jalan ke masjid. Di tiap langkah kaki kanan, coba deh sambil berdzikir "Allahu Allah..." begitu terus sambil jalan kaki. Inshaa Allah gak kerasa, langkah kaki juga jadi lebih cepat dan teratur.
Keasyikan lainnya adalah kita bisa menikmati suasana asing dengan pemandangan yang berbeda dari tanah air. Kalau buat saya sih, banyak objek menarik dan keren-keren untuk di foto. Sayang kalau gak diabadikan, apalagi saya bisa sharing foto-fotonya di akun instagram saya (hedi_yunus). Yaaahhhh sama kadang-kadang terselip selfie juga siiiiih wkwkwkwkwwk... Eeeehhh tapi lucunya yaaa, suka adaaaa aja yang komentar pas melihat foto-foto saya, "Kok malah sering banget foto-foto sih bukannya ibadah yang khusyu???" Hadeeuuuhhh kayaknya mereka yang komen kayak gitu entah belum tau atau emang iseng aja kali yaaaa. Mungkin masih banyak yang berpikiran kalo ke tanah suci artinya kita putus hubungan dengan sosialisasi. Padahal keseharian kita selama di tanah suci ya sama seperti liburan yang tadi diawal saya tulis. Ada makan-makan, tidur di hotel, jalan-jalan ke mall. Tentunya itu diantara proses ibadah yang sedang dijalankan. Nahhhhh apalagi motret. Saya tinggal berhenti beberapa detik untuk bisa ambil foto objek-objek yang saya lihat ketika lagi jalan kaki. Tiap liat pemandangan bagus, tinggal stop sesaat dan langsung capture deh, terus jalan lagi. Udah gitu nunggu waktu luang untuk upload ke instagram. Biasanya saya upload setelah waktu makan atau malam sebelum tidur. Gak tentu sih, pas senggang aja.
Umroh itu menyenangkan banget kok. Buat yang belum pernah umroh, ayo mulai nabung dari sekarang dan niatin untuk ke tanah suci, In Shaa Allah diberi kemudahan rejeki oleh Yang Maha Mengatur. Sebelum berlibur ke negara-negara lain, saran saya mendingan ke tanah suci dulu. Dijamin ketagihan! Hehehe...
Assalamu'alaikum
Ini sambungan cerita tentang Madinah yang agak keputus karena pas lagi nulis saya nya tiba-tiba ngerembeess air mata, sekarang saya lanjut sedikit tentang perjalanan umroh dari Madinah ke Mekkah ya.
Rombongan HENIRA travel berangkat dari Madinah sekitar jam 3 sore memakai bus. Dari hotel di kita semua sudah memakai baju ihrom. Mampir ke masjid Bir Ali untuk mengambil miqot, lalu perjalanan dilanjutkan dengan durasi sekitar 6 jam (diperjalanan sempat istirahat dulu untuk shalat maghrib). Jam 9 malam kita sudah masuk Mekkah dan langsung ke hotel untuk check-in serta makan malam. Istirahat sebentar, lalu sekitar jam 10.40an malam, jamaah semua sudah berkumpul di lobi hotel. Kita berangkat jalan kaki menuju Masjidil Haram, jarak hotel kita hanya sekitar 100 meter menuju ke lokasi.
Alhamdulillah proses umroh kita termasuk cepat, sekitar 2 jam. Sebelum jam 1 malam sudah selesai tawaf dan sa'i. Capeeeee banget tapi nikmatnya luar biasa. Buktinya selesai umroh dengan masih pake baju ihrom, saya dan Yovie serta keluarganya lanjut jalan-jalan di sekitar masjid sekalian beli makanan hahahaha... Judulnya lapaaaarrr tengah malam! Sesampainya di hotel, langsung mandi dan tidur sebentar banget karena subuh kita harus bangun lagi untuk menuju ke masjid.
Masjidil Haram di Mekkah ini sudah beberapa tahun dalam proses perluasan, jadi sejujurnya agak mengurangi ke-khusyu-an untuk menikmati ibadah di sekitar Ka'bah. Banyak debu dan bunyi-bunyian pembangunan yang hampir 24 jam terus terdengar. Tapi walaupun begitu, teteeepp aja namanya tanah haram, ada "sesuatu" yang menjadi magnet bagi semua umat muslim untuk datang dan beribadah maksimal disini.
Beberapa hari tinggal di Mekkah ini dan memaksimalkan ibadah di Masjidil Haram bener-bener bikin hati sangat nyamaaaannn. Bolak-balik dari hotel ke masjid dan sebaliknya untuk menunaikan ibadah shalat wajib dengan berjamaah. Nilai pahala shalat wajib berjamaah disini berkali-kali lipat dibandingkan tempat lain, jadi mesti dinikmatin banget karena melaksanakannya memberikan kedamaian bagi hati dan jiwa kita.
Nanti disambung lagi ya ceritanya.
Assalamu'alaikum
Lanjuuuttt saya sekarang cerita tentang Madinah yaaa...
Alhamdulillah rombongan HENIRA terbang dari Turki sekitar jam 12.30an, mendarat di Madinah sore hari. Langsung check-in hotel dan kita masih keburu untuk shalat Isya berjamaah di masjid Nabawi. Setelah shalat kita makan malam di hotel dan istirahat. Tapiiiii... Yang ada saya sama Yovie dan keluarganya malah jalan-jalan di sekitar hotel serta masjid Nabawi hehehe... Hotel tempat kita menginap jaraknya dekeeeett banget sama masjid Nabawi. Nah cuaca di Madinah juga gak kalah dinginnya sama Turki. Cuma bedanya gak ada salju aja sih hahaha...
Sejak dulu saya itu cintaaaaa banget sama kota Madinah karena kotanya tuh tenaaaang, nyamaaan, bikin hati damai juga. Orang-orangnya kebanyakan ramah-ramah disini. Apalagi kalau udah masuk masjid Nabawi, masya Allah, sejuukkk nyamaaan tenaaang dan pastinya indah luar biasa. Saya posting foto-fotonya di instagram saya (@hedi_yunus) kalo temen-temen mau liat. Rasanya pengeeen banget saya bisa tinggal lama disana. Gak mikirin kerjaan dsb. Cuma bulak balik hotel-masjid untuk shalat dan ibadah-ibadah lainnya, jajan-jajan, tidur, gituuuu aja tiap hari, enaknyaaa hahaha...
Nikmatnyaaaa masya Allah. Belum lagi kita berasa dekeeettt banget sama panutan kita Rasulullah SAW. Walaupun dulu rumahnya rasul dan sekarang menjadi makam beliau tapi kalo kita rasakan dengan hati, seperti kita sedang berkunjung ke tempat Nabi Muhammad SAW. Tentunya juga sebagai bagian dari proses ibadah selama di tanah haram.
Kebahagiaan lainnya adalah di Nabawi kita bisa nikmatin air zam-zam yang selalu berlimpah dan tentunya gratis.
Sungguh seluruh nikmat yang kita bisa raih disini jika direnungkan itu bisa sampe bikin hujan air mata. Apalagi kalo kita mendapatkan kesempatan shalat sunnat di Raudhah yang merupakan lokasi mustajab untuk berdoa, sungguh-sungguh air mata akan sulit terbendung :'(
Sekian dulu ya ceritanya, jadi nangis juga nih lagi nulis.
Assalamu'alaikum
Apa kabar semua? Semoga dalam keadaan sehat ya. Saya mau sharing sedikit cerita perjalanan umroh sekaligus liburan di tahun baru ini, boleh kan??? Hehehe...
Jadiiii udah dari tahun lalu, saya sama kakak yang punya travel haji umroh HENIRA mau buat umroh + ke Turki, Alhamdulillah kejadian juga karena saya selama ini belum pernah berkunjung ke Turki. Makin seneng karena di rombongan saya ada Yovie beserta keluarganya, bahagia banget bisa ibadah sama-sama. Kita rombongan ber-15 orang terbang pakai Turkish Air dari Jakarta tanggal 6 Januari lalu, transit di Singapore sebentar lalu lanjut ke Istanbul. Alhamdulillah mendarat di Istanbul tepat pukul 6.30 pagi. Disana kita langsung disambut dengan cuaca dingiiiiiiiinnn banget. Brrrrrrrrrrr. Memang sengaja kita pilih jadwal bulan Januari ini supaya dapet winter. Eeehh ternyata dingiiiiinnya itu banget...nget...nget.
Awal kita dateng masih agak sopan di 4¡ÆC. Kita langsung ke restoran untuk sarapan. Pas lagi makan gitu tiba-tiba kita semua teriak kesenengan, "Wuiiiiihhh hujan salju!!!!" secara yaaa kita belum pernah liat salju. Akhirnya kita keluar sambil ujan-ujanan salju tapi baru sebentar aja udah berasa kayak masuk kulkas, dingiiiiiin! Hari jelang siang malah cuaca jadi -2¡ÆC, sementara kita hari itu langsung city tour ke Blue Mosque dll. Masya Allah, makin gedeee ujan saljunya, agak badai gitu. Tapi menyenangkan hahaha...
Akhirnya setelah makan malam, rombongan baru check-in hotel dan istirahat.
Besok pagi nya kita jalan dari hotel setelah sarapan dan liat di ramalan cuaca hari itu akan lebih dingin dan akan ada badai salju. Eeehh beneerr seharian itu suhu antara -2 sampai -6¡ÆC ditambah badai salju yang luar biasa. Tapi rombongan teteeeppp jalan city tour ke beberapa tempat, seperti museum TOPKAPI yang ada peninggalan jenggot Nabi Muhammad dan banyak benda menarik lainnya. Terus naik cruise sambil liat burung camar beterbangan banyaaaakkk banget. Alhamdulillah seru dan menyenangkan, rombongan juga semua happy.
Setelah makan malam, rombongan kembali lagi ke hotel untuk istirahat karena besok paginya kita harus ke bandara untuk terbang ke Madinah. Seneng bangeettt akhirnya saya bisa berkunjung ke Turki, negara yang begitu indah dengan suasana percampuran antara Eropa serta Asia, dan yang pasti banyak sejarah Islam disana. Wisata ibadah yang sangat berkesan!
Segini dulu ya ceritanya, nanti saya sambung lagi tentang perjalanan di Madinah.
Waktu bener-bener makin kerasa cepeeeeettt banget ya sekarang. Kalo inget beberapa kejadian-kejadian yang udah lewat dan ternyata itu udah beberapa bulan lalu atau bahkan beberapa tahun lalu tapi rasanya kok kayak baru kemaren gitu. Entah ini cuma perasaan saya aja atau semua temen-temen juga kayak gitu.
Hari ini adalah hari terakhir tahun 2014 Masehi, Inshaa Allah besok kita akan mengawali lagi tahun yang baru, yaitu 2015 dengan segala harapan yang lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya.
Di penghujung tahun ini juga banyak sekali peringatan dari Allah melalui beberapa kejadian alam sampai kecelakaan pesawat terbang. Kapanpun bisa terjadi semua hal yang dikehendaki oleh-Nya tapi paling tidak ini bisa menjadi pengingat juga bagi kita yang masih hidup saat ini untuk selalu waspada bahwa panggilan-Nya bisa terjadi kapan saja dimana saja dan dalam kondisi seaman apapun, tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. Duuuh... Ini juga saya nulis sambil merinding sendiri mengingat saya juga masih jauuuhh dari akhlak baik sesuai petunjuk Allah dan sang panutan Rasulullah.
Mari kita jadi manusia yang berakhlak lebih baik lagi dengan beriman kepada-Nya, menjalankan kewajiban serta menjauhi larangan-Nya, dan yuuuuukkk kita jaga serta rawat kondisi alam disekitar kita, kita jaga semua yang sudah diberikan oleh Tuhan, kita juga semakin menanamkan pada diri kita sendiri dan keluarga untuk menjadi manusia yang disiplin. Tidak jorok suka buang sampah sembarangan, menjaga semua fasilitas umum, dan jangan ragu untuk menegur atau mengingatkan orang-orang disekitar kita.
Selamat menyambut tahun 2015. Semoga tahun yang baru memberikan harapan baru serta semangat baru untuk meraih semua yang lebih baik lagi.
Hallooooooooooooo apaaaa kabaaaarrrrrrrr semuaaaaa?????
Hehehehehe saking lamanya gak nulis blog sampe gitu tuh nyapanya hehehe... Punten banget ya, lagi gak semangat buat nulis nih, biasaaaaa mood-nya lagi terbang gak tau kemana. Padahal bahan untuk tulisan kemaren-kemaren lagi banyak banget. Tapi nanti saya cicil deh cerita-ceritanya buat dicurahkan semua ke blog ini ya.
Daaaaannnn yang sekarang bikin saya langsung bilang sama diri sendiri untuk "cepeeettt tulis sekarang juga!!!" adalaaahhh...
Saya mau bilang sama temen-temen yang udah kirim video ikutan lomba nyanyi di youtube channel saya, sengaja saya mundurin terus karena makin bertambah terus pesertanya. Gak sampe ratusan sih yang ikut tapi tiap harinya ada teruuusss video yang masuk. Dan yang pengen saya sampaikan sama temen-temen peserta, makasih ya udah bikin videonya, banyak yang keren-keren dan niat banget di edit-edit pake tulisan dsb dsb, jujur saya makin bingung buat nentuin siapa yang nantinya jadi pemenang dan dapetin hadiah dari saya. Binguuuuung euy! Ini nih yang namanya bingung bahagia, biar bingung tapi seneng hahaha...
Sekali lagi, makasih yaaa semuanya.
Harap bersabar dan secepatnya nanti saya umumkan para pemenang lomba nyanyi lagu saya.
Ini adalah film layar lebar saya yang kedua. Pertama kali main di film itu di "Me VS High Heels" sekitar tahun 2005. Sekarang filmnya berjudul "Mantan Terindah" dan memang dibuat terinspirasi dari lagu dengan judul yang sama. Pasti semua udah tau lagunya kaaan??! Hehehehe pede bingiiiiittsss yaaa...
OK, saya cerita sedikit keterlibatan saya di film ini dari awal proses sampai selesai ya.
Jadi sekitar 3 bulan sebelum mulai saya udah dapat panggilan untuk tes kamera. Dari pertama kali dihubungi oleh pihak Keana Film, udah ditawarin main di film "Mantan Terindah" dan udah ada perannya, yaitu sebagai tokoh bernama "Iskandar". Awalnya dibilang hanya sebagai cameo aja, yang ada di pikiran saya cameo mah cuma numpang lewat, biasanya gak terlalu banyak munculnya. Saya langsung di email gambaran skenario film MT dan dari yang saya baca, memang si tokoh Iskandar gak terlalu banyak disana.
Lalu datang lah saya ke tempat tes, ketemu sama tim produksi film MT. Ngobrol-ngobrol bentar, abis gitu langsung berhadapan sama kamera. Jadi saya melakukan dialog yang ada di skenario yang udah dikirim sebelumnya dan direkam dengan kamera video, lengkap dengan lighting-nya. Agak bingung juga saya musti mengolah skenarionya seperti apa dan gimana dalam waktu yang singkat pada saat itu, namun saya diarahkan oleh tim untuk tetap santai. Jadi diri sendiri aja. Singkat cerita semua berjalan lancar dan ya itu, singkat, sebentar banget hahaha...
Kira-kira sebulan setelahnya sudah dikirim lagi revisi skenario terbaru karena waktu itu udah mendekati waktu shooting. Lumayan kaget juga ternyata tokoh Iskandar ini jadi agak banyak munculnya dan dari pembicaraan awal saya dibilangin schedule shooting paling cuma 1-2 hari, berubah jadinya sekitar 4-5 hari shooting. Dalam hati antara seneng tapi juga bingung, nanti gimana nih ngatur jadwal shooting sama nyanyi??? Tapi yang lebih bingung manager saya sih wkwkwkwkwkwkk, emang enaaakkkkkk!
Makin mendekati waktu shooting ada camera test lagi dengan seluruh pemeran, sekaligus berkenalan sama semuanya. Pemain yang lain udah mulai rutin script reading beberapa hari, sementara saya gak bisa melulu karena jadwal nyanyi. Tapi di rumah saya udah baca-baca script yang di email sih. Ada lagi satu hari kumpul all cast untuk BIG READING sebelum mulai shooting film. Nah yang ada dibenak saya ya paling pas big reading itu kita semua baca script sesuai urutan jalan cerita. Gak taunya pemain-pemain utama saat itu melakukannya udah tanpa baca script sama sekali, langsung sambil berakting! Ya Allah... Waktu itu saya agak jiper juga, dalam hati "Matiiii nih gue! Belum ngapalin banget semua script-nya! Kalo gak ngejar saat ini juga, berarti gue akan keliatan aneh sendiri dan ketauan kurang persiapannya!"
Jadilah sambil nunggu giliran scene-nya si Iskandar, saya sambil ngapalin terus dan terus dan teruusss...
Saya pikir biar cepet nempel di kepala, script yang ada saya olah sendiri lagi bahasanya sesuai karakter saya aja, yang penting maksud dari script tersebut sama. Alhamdulillah saya bisa lewatin big reading dengan mulus dan langsung ingat bagian-bagian script saya. Dapat pengarahan pula dari konsultan akting serta sutradara dan saya juga pastinya nanya-nanya sama mereka (yaaa namanya juga anak baru di film hehehe).
Lalu tibalah schedule shooting untuk saya selama 4 hari berturut-turut dengan lokasi di kawasan Karawaci. Bisa dibayangkan, selama 4 hari shooting film yang 3 harinya sambil ada juga nyanyi sama Kahitna. Jadi hari pertama shooting film, jam 6 pagi udah standby di lokasi Karawaci. Mulai shooting dan jam 12 siang selesai. Siang itu juga langsung ke Bandung karena malamnya ada nyanyi sama Kahitna. Malam abis nyanyi tidur sebentar, jam 3.30an pagi jalan lagi dari Bandung ke Jakarta langsung ke Karawaci dan jam 7 pagi udah standby lagi untuk shooting. Jam 8 pagi udah mulai make up. Saya nuruuut aja hehehe... Tapi rupanya ada miskomunikasi di tim produksi, akhirnya shooting mulainya molor banget. Pokoknya hari itu saya baru mulai shoot hampir jam 4 sore, lanjut terus sampe malem, mayan. Terus besoknya di hari ke-3 juga sama, jam 7 pagi saya udah standby di lokasi. Selesai jam 4an sore, abis gitu langsung kebut ke tempat nyanyi sama Kahitna.
Hari ke-4 shooting paling poooollll...
Standby jam 9 pagi di lokasi, shooting sampe sore jam 5an, terus meluncur ke tempat nyanyi sama Kahitna. Selesai nyanyi jam 11an balik lagi ke lokasi untuk take scene penghabisan. Kebetulan adegannya adalah nyanyi bertiga sama Carlo dan Mario. Daaaaaan Alhamdulillah kita baru di take jam 3.30 pagi jelang subuh. Selesai sekitar jam 4 pagi. Abis itu langsung cuuuuussss pulang ke rumah karena saya harus segera packing, mau terbang sama pesawat jam 10 pagi, liburaaaaaannnn duluuuuuuu!
Alhamdulillah...
Kebayang gak tuh capeknya kayak apa?
Banyak orang suka bilang ke saya, "Jadi artis sih enak, ngapa-ngapain gak susah, udah gitu dibayar lagi!"
Betul kok, emang enak. Semua pekerjaan yang dijalankan dengan ikhlas itu enak, nikmat. Tapi dibalik itu semua ada perjuangan yang tidak semua orang bisa memahami atau bahkan mampu melakukan. Ketika kita harus tersenyum menghibur justru di kala hati ini sedang berduka atau harus tetap tertawa menceriakan suasana walau badan ini untuk bergerak aja sulit karena lelah dan sakit.
Saya bangga dengan apa yang saya kerjakan dan sangat bersyukur karena Allah senantiasa memberikan kekuatan untuk menjalani ini semua.
Ini yang namanya CAPEK TAPI BAHAGIA.
Tau gak siiih tadi malem waktu show sama Kahitna di ulang tahunnya HELLO magazine yang ke-4 bisa dibilang show yang paling bikin saya bahagiaaaaaaaaa banget...
Karena apa coba???
Kalo karena show sukses atau audience yang seru, itu pasti dan udah biasa hehehe...
Tapiiiiiii...
Semalem itu spesial karenaaaaaaaa MANTAN saya dateng nonton!!! Ahahaaahhahahaaa...
Baru nyadar sekarang, kayaknya ini kali ya yang dinamain "Mantan Terindah".
Hadeeuuhhh...
BYE!!!
Hahahaha...
Beberapa hari lalu saya sama temen-temen dateng ke mal yang waktu itu baru ada pembukaan bazaar, kabarnya seru disana. Jadilah muter-muter liat semua booth. Kayaknya sekarang lagi trend banget ya anak-anak muda jualan makanan yang keren-keren idenya. Kemasannya kreatif dan rasanya juga enak-enak. Gak heran tiap ada bazaar semacam itu, pasti yang dateng banyak banget, mulai dari anak muda sampe keluarga. Diantara sekian banyak booth, ada 1 yang ternyata booth "RAMAL". Boothnya sederhana banget, cuma ada meja kursi dan seorang wanita peramal yang duduk. Saya gak terlalu jelas melihat media apa yang dipergunakan untuk meramal. Gak tau kartu atau apa gitu karena memang gak terlalu kepingin tau. Jadi cuma ngeliat booth itu selewatan aja sambil jalan menyusuri booth yang lain.
Pas udah muter-muter semua booth, saya ngelewatin lagi booth ramal itu. Saya sempat agak berhenti sebentar ngeliat sekelompok gadis remaja, sekitar 4-5 orang, berusia kayaknya masih belasan tahun sih dan semuanya memakai jilbab yang tertutup rapat dan baik. Saya perhatikan wajah-wajah mereka semua nampak serius, antusias banget ngobrol sama peramalnya. Ada yang nanya, terus senyum-senyum mendengarkan jawaban dari peramalnya.
Ternyata temen saya yang lagi jalan barengan hari itu juga memperhatikan mereka. Refleks temen saya itu komentar, "Itu gimana sih, hijabers kok nanya-nanya sama peramal???"
Kita pada ketawa-ketawa aja tapi dalam hati saya ngerasa miris banget.
Hai haiiiii!!! Duuuh maaf yaaa lagi jarang-jarang nulis blog neeehhh hehehe... Biasaaa, mood-nya lagi ngilang gak tau kemana.
Eh iya niiih, sekalian pengumuman ya, saya ngadain HEDI YUNUS #SingingContest buat semua dan boleh siapa aja, mau laki-laki atau perempuan, tua ataupun muda, pokoknya siapa aja yang mau ikutan sok atuuuuuhhh! Langsung kirim aja video nyanyi nya ya. Semua detail udah saya tweet (ada 6) kemarin tuh, nanti dibawah blog ini juga saya rangkum lagi deh. Udah jelas kan??? Jelas dong yaaa, ga ada pertanyaan kannnn pastinyaaaa hehehe...
Saya ngadain #SingingContest bukan untuk mencari bakat nyanyi baru untuk dijadiin penyanyi seperti kebanyakan ajang pencarian bakat yang lain, saya gak menjanjikan ke arah sana lho. Tapi paling gak saya ingin memberikan semangat untuk siapapun yang ingin bernyanyi dengan membuat video sendiri. Saya bantu sedikit dengan beberapa pembekalan berupa cara serta teknik bernyanyi yang saya share lewat sekumpulan video di official youtube channel saya, yaitu officialHEDIYUNUS. Mampir yaaa, disitu udah ada playlist khususnya kok, judulnya "Latihan Vokal".
Jadiii saya berbagi pengalaman (bukan mengajarkan yaaaaa) seputar pemanasan sebelum bernyanyi, beberapa teknik vokal, dsb dsb dsb. Seperti yang pernah saya pelajari ketika awal belajar dulu. Videonya udah saya buat dan siapa tau bisa berguna untuk temen-temen yang ingin belajar bernyanyi. Langsung aja mampir ke youtube saya, nanti kalau udah diliat semuanya, bisa coba praktekan sendiri sambil nyanyi lagu kesukaan masing-masing. Mungkin video yang saya share belum mencakup semua teknik vokal yang ada tapi paling gak hal-hal dasar banget yang bisa dipelajari pada saat mulai belajar menyanyi ada disana.
Nahhhhh balik lagi saya ngajakin semua yang sering mampir di blog saya, yuuukkk tentukan lagu saya yang jadi pilihan dalam kontes ini, bisa "SEBATAS MIMPI" atau "MENGERTIKAH", teruuussss rekam deh jadiin video. Nyanyinya gak usah pake iringan musik, nyanyi Acapella (hanya vokal aja) juga gak apa-apa kok. Malah justru saya jadi lebih bisa menilai suara dan cara bernyanyinya.
Ayoooo jangan gak pede atau bilang "saya gak bisa nyanyi", coba dulu sambil have fun, kan serrruuuuu nanti video-videonya akan ada di youtube channel saya. Buat 3 orang yang nyanyinya keren, nanti kita makan malem sama-sama sambil saya kasih hadiah voucher belanja. Lumayan kaaannnn hehehe...
Inget, saya gak nyari yang suaranya paling bagus yaaa tapi yang usahanya paling maksimal dalam menerapkan teknik vokal yang saya share lewat video di youtube channel saya.
Yukkk aaahhh ikutan HEDI YUNUS #SingingContest :)
CARA IKUTAN HEDI YUNUS #SingingContest :
1) Ikuti video "Latihan Vokal" di HEDI YUNUS official Youtube channel
2) Pilih diantara 2 lagu berikut: "Sebatas Mimpi" atau "Mengertikah"
3) Rekam video kamu sedang menyanyikan lagu pilihanmu dalam format Mp4 atau MOV
4) Kirim video beserta data diri dan nomor kontak ke HEDIYUNUSOFFICIAL@gmail.com dengan subject "HEDI YUNUS SINGING CONTEST"
5) Seluruh video akan ditayangkan di HEDI YUNUS official Youtube channe
 
Periode kontes : 25 September - 20 Oktober 2014
Dari jaman saya masih sekolah dulu (sampe sekarang sih), saya saaangaaat mengidolakan penyanyi bernama Whitney Houston!
Udah jelaaaaas saya sangat mengagumi suaranya yang dahsyat banget! Keren abiiiissss pokoknya! Dulu waktu awal ngefans banget sama Whitney, lagu-lagu di albumnya saya hafalin sampe detail improve-nya saya "ngelotok" mirip banget sama dia. Eh, dimirip-miripin kali yaaa hehehe...
Makin menggila kadar ngefans saya sama dia karena makin sering liat video klip nya sama live performance di TV acara-acara dari luar negri sana. Makin rajin cari-cari beritanya Whitney di majalah-majalah. Makin ingin tahu kehidupan pribadinya daaaaaaannnnnn "makin-makin" lainnya. Setiap rilis album udah pastilah saya beli kasetnya (hehehe masih jaman kaset euy). Tanpa disadari, saya udah dalem banget mengidolakan Whitney Houston. Bukan karena nyanyi dan lagu-lagunya aja, tapi penampilannya dan segala cara nyanyinya, sampe cara dia pegang mikrofon pas lagi nyanyi juga saya ikutin, padahal saya waktu itu belum jadi penyanyi. Udah ngayal-ngayal gitu, kalo nyanyi pegang mic-nya mau kayak Whitney.
Penasaran banget sama kehidupan pribadinya dia kayak apa karena dulu berita-berita gak kayak jaman sekarang, tinggal googling kelar. Dulu masih harus baca di majalah musik berlangganan. Lalu muncul kabar Whitney menikah sama penyanyi Bobby Brown. Jujur waktu itu ada perasaan agak kurang sreg, kayak "gak asik nih Whitney kok married sama Bobby Brown sih?!" Gak tau kenapa ngerasa agak kecewa. Tapi tetep masih ngefans sama Whitney.
Satu waktu saya liat promo akan ada konser Bobby Brown di Jakarta. Saya langsung hubungi beberapa temen untuk nonton. Kebetulan ada temen yang udah mau beli tiketnya, jadi saya titip ke dia untuk beliin saya tiket supaya bisa duduk barengan. Sebenernya saya gak suka-suka amat sama Bobby Brown tapi saya mau nonton karena dalam hati ngarep banget tiba-tiba Whitney nya ikut nganter dan saya bisa liat dia!
Tiba saatnya kita nonton konser Bobby Brown di JCC (dulu sih JHCC) dan ternyata temen saya beli tiketnya yang di kursi tribun, jadi agak jauh dari panggung dan duduknya diatas pula. Mulai konser, yaaa saya nonton biasa aja tapi ada sih beberapa lagunya yang saya tau. Eeeeehhhh tiba-tiba ditengah konsernya, dia kasih surprise ke penonton, dia panggil istrinya "Whitney Houston!!!" Saya kaget langsung berdiri dari kursi!!! Lalu dari samping panggung muncul Whitney yang lagi hamil saat itu, pake baju biasa banget dan dia nyanyi satu lagu duet sama sang suami. Spontan saya teriak-teriak sambil berasa mau lompat dari tribun tapi yaaa gak mungkin laaah karena kan posisi saya diatas banget. Asliiiii agak-agak histeris sih saya waktu itu. Parahnya lagi ketika itu saya sambil marah-marahin temen saya yang beliin tiket, "Elu kenapa beli tiket di tribun atas gini sih??? Kan gw jadi gak bisa liat dari deket nih!!!" Laaaahhhhhh... Kemaren udah dibeliin tiket biasa-biasa aja tuh gak protes, kenapa sekarang saya jadi emosi ya??? Hahaha semua gara-gara Whitney Houston. Abis itu saya bengong agak lama sih, kaget berhari-hari, masih gak percaya kalau saya udah liat langsung (biarpun dari jauuuuuuuuh banget, gara-gara si temen saya itu) dan denger langsung suara Whitney Houston. Makin cintaaaaa sama dia.
Singkat cerita, saya dengar berita yang kurang menyenangkan tentang Whitney setelah pernikahannya. Inilah itulah, bla bla bla... Makin kebawa kesel saya sama keadaan Whitney saat itu. Tanpa sadar tiap ketemu temen, saya suka cerita kalo saya lagi kesel dengar berita miring tentang Whitney. Ada beberapa temen yang menanggapi tapi ada satu temen yang nanggapinnya beda banget, dia bilang gini:
"Lu emang ngefans banget ama dia? Emang kalo ngefans lu musti masuk juga ke dalam kehidupan dia ya? Gw liat kok ampe nyita pikiran hari-harinya lu yang sebetulnya bisa lu pake buat mikirin yang lain, atau mungkin mikirin diri lu sendiri daripada lu mikirin kenapa artis idola gw begini begitu bla bla bla... Move on!!! Karena dia punya kehidupan yang beda sama lu dan lu juga punya kehidupan sendiri. Tapi lu jelas boleh dan wajar banget kalo lu ngefans sama karya talenta dia yang gak dipunya sama semua orang".
Sumpah, berasa ditampar ini sama temen sendiri. *PLAKKKKKK!!!*
Jujur abis itu agak lama mikir, bener juga sih ya, dia punya kehidupan yang gak saya paham dan saya juga punya kehidupan yang harus LEBIH diurusin. Setelah itu saya jadi lebih realistis. Teteeep ngefans sama Whitney bahkan sampai akhir hayatnya. Sempet sedih juga waktu itu tapi berusaha gak berlebihan, Whitney mungkin telah pergi tapi talenta serta karyanya abadi. Bagi saya album-albumnya yang saya punya sekarang adalah masterpiece karena udah gak akan ada karya baru lagi dari seorang Whitney Houston.
Sampai kapanpun, saya tetap fans nomor satu nya Whitney. Dia idola saya yang menyadarkan saya bahwa mengidolakan seseorang pun ada etikanya dan kehidupan pribadi setiap orang adalah milik orang tersebut, jadi sebagai fans harus menghargai itu.
"So I'm saving all my love... Yes I'm saving all my love... Yes I'm saving all my love for you"
Goodbye Whitney, you will always be the best.
Sekarang tepat jam 04.41 pagi, saya nulis ini di mobil dalam perjalanan dari Bandung menuju Jakarta dan langsung ke lokasi shooting film layar lebar berjudul "Mantan Terindah". Kayaknya saya juga udah pernah ya nulis di blog tentang saat-saat kekurangan waktu istirahat karena jadwal kerjaan yang padat. Yaaa kayak sekarang ini...
Perjalanan dimulai dari subuh kemarin, jalan dari rumah ke lokasi shooting karena panggilan di lokasi jam 6 pagi. Selesai shooting sekitar jam 12an siang, mampir dulu ke akupuntur langganan saya karena lutut kaki kiri saya berasa gak nyaman sejak semalam, eeehhh ternyata sendinya agak bergeser kayaknya gara-gara olah raga yang kurang pemanasan. Abis pengobatan akupuntur, langsung ngebut ke Bandung, nyampe pas banget maghrib. Alhamdulillah sempat mandi, shalat, dsb. Lalu langsung meluncur lagi ke Trans Studio karena ada nyanyi sama Kahitna.
Baru selesai nyanyi sekitar jam 22.30, makan rame-rame dulu sama anak-anak Kahitna baru ke hotel. Tidur cuma 2 jam aja. Bangun, mandi, langsung jalan lagi balik ke Jakarta. Dan jadwal shooting hari ini kayaknya akan sampai malem banget.
Besok dan lusa juga sepertinya akan jadi hari yang panjaaaang buat saya karena masih nyambung shooting film sambil diselingin nyanyi sama Kahitna. Kebayang kan dari lokasi shooting, ke venue tempat nyanyi, abis gitu balik lagi ke lokasi shooting. Gitu terus selama 2 hari ke depan. Baru dibayanginnya aja udah kerasa cape banget ya hahahaha...
Tapi yaaa harus dijalanin semuanya karena udah commit pada saat tanda tangan kontrak. Tinggal kitanya aja, pinter-pinter ngatur kondisi, terutama menjaga mood kerja supaya tetap asyik, enjoy. Kalau saya pas lagi padat jadwal kayak gini, paling kerasa berat biasanya pas bangun dari tidur yang masih sangat kuraaaang banget. Mau keluar selimut untuk mandi aja maleeeesss luar biasa (karena saya suka banget tidur hahahahaa). Naahhh suka berkecamuk tuh perasaan antara kesel pengen tidur lagi tapi mau gak mau HARUS bangun demi pekerjaan. Kalau udah kayak gitu, biasanya saya keinget sama diri sendiri yang setiap waktu berdoa memohon kepada Allah agar selalu sehat dan diberi jalan rejeki halal serta karir yang baik. Berarti ini kan ya jawaban dari Allah yang harusnya saya syukuri. Usia dan perjalanan karir saya sudah lumayan sangat panjang dan saya masih bisa seperti sekarang. ALHAMDULILLAH. Sungguh berlimpah nikmat Allah, saya harus selalu bersyukur dan bersyukur dan bersyukur.
Pas udah keinget sama hal itu, biasanya langsung saya jadi gak males-malesan lagi untuk mandi dan segera berangkat bekerja. Malu sama Allah, udah minta, masa pas dikasi malah ngeluh.
Semoga sharing saya ini bisa jadi penyemangat juga buat semua ya. Kalo kita meminta sepenuh hati, pasti Allah mengabulkan. Syaratnya hanya senantiasa bersyukur dan giat berusaha. Itu aja...
Alhamdulillah saya sudah memasuki usia yang itu. Ada yang bilang istilahnya usia bertambah, ada yang bilang bukan nambah umur tapi justru berkurangnya jatah hidup di dunia hehe... Apapun namanya, yang pasti saya sangat bersyukur karena sampai detik ini masih diberikan kesehatan, kehidupan yang layak, pekerjaan yang selalu ada, kebahagiaan, ketenangan batin dan tentunya semua itu dilengkapi dengan anugerah terbesar, yaitu kesempatan untuk senantiasa bersujud kepada Allah SWT Sang Maha Penyayang. Kasih sayang Allah lah yang membuat saya masih ada sampai detik ini dan dalam keadaan sehat sehingga mampu beribadah serta bekerja.
Sungguh sangat bersyukur karena saya punya keluarga yang selalu mencintai saya. Demikian juga saya, sangat mencintai kakak-kakak, keponakan serta cucu saya (hahahahaa Aki Hedot). Alhamdulillah punya keluarga besar Kahitna, punya sahabat-sahabat yang selalu ada dalam suka maupun duka, punya teman-teman yang selalu men-support karir saya selama hampir 28 tahun di dunia hiburan.
Terima kasiiiiih semua yang sudah memberikan ucapan, baik dari path, instagram, twitter, facebook, mengirim kado dan kue ulang tahun ke rumah saya. Bahkan ada yang dengan baik hatinya memberi kejutan dengan membawa kue-kue ulang tahun yang lucu-lucu. Hanya Allah yang mampu membalas kebaikan kalian semua dengan segala kebaikan-NYA. Amin ya Allah.
Bahagia luar biasa, di usia 46 tahun gak merasa tua hahahaha....
Terima kasih... Terima kasih... Terima kasih....
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Sedih karena Ramadhan tahun ini akan segera berakhir.
Lebih sedih lagi ketika mengingat, apakah sudah maksimal ibadah di bulan suci ini? Takut kehilangan kesempatan untuk bisa menikmati kembali suasana Ramadhan di tahun depan.
Di 10 hari terakhir ini kita semua sudah memanjatkan doa sepenuh hati hanya kepada Allah SWT agar dibersihkan dari segala dosa, diterima semua amal ibadah kita dan semoga masih diberi kesempatan untuk berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan dan seterusnya. Amin...
Mari hapus kesedihan dan kita sambut dengan bahagia serta penuh rasa syukur datangnya Hari Raya Idul Fitri, hari yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam karena di hari tersebut Allah membersihkan semua dosa para umat-NYA, tentunya bagi mereka yang telah menjalankan seluruh kewajiban dan menjauhi segala larangan-NYA.
Saya Hedi Yunus mengucapkan:
"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin"
Mohon dimaafkan apabila selama ini ada tulisan di blog saya yang kurang berkenan di hati teman-teman semua.
Wassalammu'alaikum Wr. Wb.
Saya masih suka gak ngerti sama rombongan konvoi motor tengah malam yang makin banyak di jalanan selama bulan Ramadhan gini. Mungkin niatnya mau sahur on the road, berbagi makanan sahur untuk orang-orang yang membutuhkan di jalanan. Tapi kok pelaksanaannya makin kacau ya???
Akhirnya yang terjadi adalah pasukan motor dan mobil konvoi cukup panjang, kemudian mereka menguasai jalanan dengan berkendara massal di tengah jalan, menghalangi kendaraan lain yang mau lewat. Belum lagi semua sambil membunyikan klakson. Dan konvoi ini jelas-jelas melanggar aturan lalu lintas, lampu merah diterabas begitu aja bahkan pengguna jalan yang lain harus mengalah untuk mereka dan ekstra hati-hati karena konvoi ini juga bisa membahayakan keselamatan.
Lebih gak ngerti lagi sama yang pada pake motor dengan atribut pakaian orang-orang saleh solehah dengan sarung, sorban, peci, hijab tapi gak pake helm. Lalu bendera-bendera besar dikibarkan.
Asliiiiiii gak ngerti maksud dan tujuannya apa. Sepertinya harus ditertibkan oleh aparat berwenang supaya malam-malam Ramadhan berikutnya tetap hidup dengan suasana nyaman dan damai.
Bukankah akan lebih baik jika ingin berbagi ketika sahur dilakukan dengan cara yang santun??? Berkumpul bersama, tertib sambil memanjatkan doa dan puji syukur. Kan lebih baik gitu kan ya???
Sederhana banget buat Ibu ini untuk bisa sekedar tidur siang melepaskan rasa lelah.
Pemandangan diatas saya liat siang hari ketika waktu mendarat di bandara Soetta. Kebetulan saya mampir ke masjid di terminal 3 untuk Jumatan. Pas turun dari mobil di antara kendaraan yang parkir disitu ada Ibu tersebut dengan wajah ditutup kain, sedang terlelap memeluk tembok aspal. Kebayang kan gimana rasanya istirahat diantara mobil-mobil yang parkir dengan knalpot yang mengeluarkan hembusan angin panas + cuaca ibukota tercinta kita ini di siang hari. Tapi Ibu ini terlihat nyenyak sekali.
Saya perhatiin Ibu ini simpen beberapa tas (dan sepertinya ada barang dagangan juga) serta helm yang gak jauh dari tempat dia tidur. Saya agak penasaran dan pengen ngobrol sama si Ibu tapi sampai saya selesai shalat pun dia masih tidur. Cape banget kayaknya.
Cuma kepikiran aja sekaligus jadi tertegur dan teringat untuk selalu bersyukur dan bersyukur dan bersyukuuuurr pada Allah. Cara bersyukur ada banyak dan berbeda-beda tapi pasti semua rasa syukur hanya ditujukan kepada Sang Maha Pencipta yang memberikan kita seluruh nikmat di dunia.
Semoga si Ibu tadi dilindungi Allah, dicukupkan rizkinya dan senantiasa sehat. Walau gak sempet ngobrol tapi terima kasih ya Bu, tidurnya Ibu telah mengajarkan saya sesuatu yang sangat berharga.
Ya Allah, gak berasa udah masuk malam-malam akhir Ramadhan lagi tahun ini. Waktu cepaaaaattt banget berjalan. Rasanya baru kemarin kita mulai berpuasa, masa-masa yang menurut saya paling indah karena kalau awal puasa berarti dimulainya kesempatan untuk menjalani ritual ibadah Ramadhan. Puasa, buka, tarawih di masjid, tadarus, sahur, dan (Alhamdulillah) seabreggg jadwal pekerjaan yang selama ini selalu melimpah rizki di bulan suci.
Selalu berasa penuh dengan rasa nikmat menjalani Ramadhan dari hari ke hari. Suasana bulan suci yang datang setahun sekali selalu gak bisa digambarkan dengan kata-kata, indahnya luar biasa. Campur aduk, antara syahdu, malam yang hidup, bahagia, haru, Subhanallah...
Paling tegang kalau udah masuk 10 hari kedua Ramadhan karena yakin akan terasa cepeeettt dan tiba-tiba udah masuk aja 10 hari ketiga. Saat itulah harus berusaha memaksimalkan kesempatan yang diberikan Allah untuk beribadah.
Sedih ketika diumumkan oleh ustad yang berkhutbah di masjid sebelum tarawih, "Kita sudah memasuki malam ke-21". Yaaaa Allah, berarti hanya tinggal 10 hari lagi sisa di bulan suci. Bulan dimana pahala kita dilipat gandakan, bulan dimana kolak bertebaran, bulan dimana teh manis hangat terasa lebih nikmat dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Maka dari itu diberi kesempatan oleh Allah untuk semakin meningkatkan ritual ibadah kita di hari-hari akhir jelang Idul Fitri. Mari berdoa yang kenceeeenggg sepenuh hati semoga masih diberi kesempatan untuk berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan.
Amin...
Malam ini Alhamdulillah saya bisa sampai lagi di masjid Istiqlal untuk ber-qiyamul lail di malam-malam terakhir Ramadhan tahun ini. Sudah jadi rutinitas saya beberapa tahun belakangan menyempatkan melewati malam di masjid pada 10 hari terakhir bulan suci.
Ketika saya berjalan masuk ke dalam masjid, tiba-tiba saya melihat sosok seorang nenek yang tengah berjalan sendirian masuk ke dalam masjid dengan langkah agak gontai. Seperti bisa dilihat pada foto diatas, tanpa harus melihat wajahnya pun sudah bisa tau kalau nenek ini sudah sangat sepuh.
Langsung berasa ada yang bisikin di kuping saya, "Tuh liat! Nenek sepuh aja masih semangat i'tikaf, jalannya udah agak tertatih-tatih! Masa kamu yang masih sehat segar bugar dan ada waktu masih juga males-malesan???!"
Duh!!! Astaghfirullah...
Saya diingatkan supaya lebih semangat lagi beribadah. Terima kasih ya Nek.
Nahhhh ini dia foto sahabat saya dari Jepang, Nana dan Yasuko!
:)
Saya punya dua orang sahabat dekeeeet banget yang berasal dari Jepang. Namanya Nana Watarai & Yasuko.
Saya awal kenal sama Nana tahun 1991 di Jepang, waktu itu Kahitna datang ke Tokyo untuk berlomba di ajang Band Explosion (Kahitna meraih prestasi juara 2 dunia lho). Nana ketika itu LO nya Kahitna karena dia belajar bahasa Indonesia dan bicaranya termasuk lancar. Semenjak saat itu terus keep contact sama dia. Gak lama berselang, Nana datang ke Jakarta untuk liburan rame-rame sama temen-temennya termasuk Yasuko. Saya ajak mereka jalan-jalan di Jakarta, malahan sempet saya ajak ke Bandung dan nginep di rumah saya. Jadilah Nana serta Yasuko dkk kenal dekat sama ayah ibu saya dan juga kakak-kakak plus temen-temen Kahitna.
Selang beberapa tahun kemudian, Nana balik lagi ke Indonesia, dia ambil kuliah di UNPAD Bandung jurusan bahasa Indonesia. Pastinya Nana bertahun-tahun tinggal di Bandung tapi waktu itu saya hampir gak pernah ketemu sama dia karena saya lebih sering di Jakarta.
Baru-baru ini kita mulai menyambung lagi komunikasi yang sempet stop, ketemuan lagi deh sama Nana dan Yasuko!
Awal Januari lalu mereka berdua berlibur ke Jakarta. Alhamdulillah saya sempet nemenin mereka beberapa hari jalan-jalan di ibukota. Serunya adalah saat ini Yasuko udah jadi komedian yang sangat terkenal di Jepang! Jadi dari waktu pertama kali banget ketemu di Jakarta sama Yasuko, saya udah pernah bilang kalau dia bisa jadi komedian karena kelakuannya lucu banget! Eh ternyata betul kejadian. Gak lama dia pulang liburan dari Indonesia, pas balik ke Jepang langsung merintis karir jadi aktris komedi dan terkenal di negri sakura sana sampai sekarang. Kayaknya sekarang udah lebih dari 20 tahun berkarir!
Oiya balik lagi ke cerita Nana dan Yasuko datang berlibur ke Jakarta Januari lalu.
Nana tiba-tiba minta waktu untuk bisa diantar ke Bandung, katanya pengen ke makam alm. Papih sama Mamah (orang tua saya) tapi saya gak bisa penuhin karena waktunya terbatas. Jadi cuma ajak jalan di Jakarta aja karena memang ketemunya cuma beberapa hari waktu itu. Yang bikin saya kaget dan agak terharu ternyata Nana sengaja bawa bunga dari Jepang dan niatnya mau disimpan untuk di makam Mamah dan Papih saya. Akhirnya bunga itu dititipkan ke saya dan saya janji sama Nana untuk nanti saya simpan di makam orang tua saya.
Bunga dari Nana terbuat dari plastik, jadi bisa saya simpan dulu. Tapi itu hanya bahan aja, luarnya, sedangkan inti sesungguhnya bahwa ini adalah bukti ketulusan sahabat dalam memberikan perhatian bagi orang-orang terdekatnya. Mungkin juga ini bentuk rasa hormat karena dulu Nana sangat dekat dengan orang tua saya dan belum pernah ketemu lagi sampai mereka wafat.
Sadar ini amanat yang harus saya sampaikan, beberapa waktu lalu saya ke Bandung sebelum masuk bulan Ramadhan. Saya pergi ke makam orang tua dan kakak-kakak saya, sekalian juga saya letakan titipan bunga dari Nana di makam alm. Papih & Mamah.
Makasih Nana dan Yasuko. Bahagia rasanya punya sahabat yang tulus. Sampai bertemu lagi ya.
Ketika masih sangat kecil saya ingeeeettt banget kalo udah masuk bulan puasa, kegiatan saya tiap malam adalah ikut kakak jemput Mamah (Ibu saya tercinta) tarawihan di rumah saudara yang gak terlalu jauh dari rumah tempat tinggal keluarga saya. Bertahun-tahun jadi rutinitas Mamah, setelah abis buka puasa beliau berangkat ke rumah saudara naik becak untuk shalat tarawih berjamaah disana, bareng sama majelis taklim nya. Semuanya ibu-ibu. Pas selesai tarawih, ya anak-anaknya harus jemput Mamah pake mobil karena kan gak mungkin ngebiarin Mamah naik becak pulang sendirian...
Siang hari Mamah juga selalu pergi ke majelis taklim nya untuk hataman Al-Qur'an. Itu juga saya kadang-kadang suka ikutan diajakin, gak ngapa-ngapain sih, cuma duduk aja liatin ibu-ibu itu baca Al-Qur'an. Setelah usia saya agak besar (kalo gak salah masuk sekolah SMP) Mamah bikin tarawih bersama di rumah. Kita panggil guru ngaji keluarga untuk jadi imamnya. Jadilah kita "haruuuusss" tarawih tiap malam di ruang tengah. Seru siiih rame-rame. Tapi namanya juga masih anak-anak, pas lagi shalat berjamaah adaaaa ajaaa kelakuan saya sama kakak-kakak dan saudara yang bikin harus nahan keketawaan, yang senggol-senggolan lah, yang nyolek bokong pas lagi ruku dan sujud lah... Haduuuuhhh syaitonirrojim bangeeett pokoknya!
Daaannn beres shalat tarawih udah pastiii kita kena marah sama Mamah dan guru ngaji yang jadi imam. Tapi teteeeppp aja besokannya gitu lagi.
Ada satu yang paling membekas sampai sekarang dalam ingatan dan hati saya adalah konsistensi almarhumah Mamah dalam beribadah sampai akhir hayatnya. Selalu memperlihatkan contoh kepada anak-anaknya untuk tak meninggalkan ibadah wajib dan berusaha menjalankan ibadah sunnah dengan baik semaksimal mungkin yang bisa dilakukan.
Mamah gak pernah lelah tarawih, tadarusan, shalat malam, shalat sunnah dhuha dan pastinya shalat wajib 5 waktu gak akan beliau lewatkan. Mamah juga selalu ngajarin anak-anaknya untuk sedekah, beliau senang sedekah. Tapi sedekah yang paling saya rasakan adalah sedekah cinta dan pengabdiannya pada Allah SWT serta keluarga yang Mamah tunjukan setiap harinya kepada kami. Itu warisan Mamah yang paling berharga dan akan saya pegang terus sampai nanti saya berjumpa lagi dengan Mamah. Semoga kami berdua menjadi penghuni surga-NYA.
Mamah saya, teladan saya. Saya yakin kita semua pun begitu. Berbahagialah temen-temen yang saat ini masih punya Mamah. Apalagi di bulan Ramadhan seperti ini, dimana kita bisa pulang ke rumah bertemu dengan Ibu tercinta lalu berbuka bersama keluarga. Mencium keningnya, lalu menyeruput teh manis hangat yang pasti dibuatkan Mamah kita dengan penuh cinta.
Ibu itu selalu mendoakan anak-anaknya, walau kadang ia berbisik sehingga kita tak mendengar. Sekarang giliran saya mendoakan Ibu saya, Mamah tercinta.
I LOVE U Mah...
(Ditulis oleh anakmu yang tak pernah berhenti rindu)
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Apa kabar semua hari ini? Semoga semua tetap sehat ya. Amin...Sorryyyyyy banget kalau bulan puasa gini saya kebanyakan nulis di blog isinya pasti sekitaran nuansa religi, gak tau kenapa dan itu sulit dihindari. Yaaa kebetulan lagi momennya, gak papa kan hehehe... Nanti selepas Idul Fitri saya punya beberapa cerita lagi untuk dibagi, semoga temen-temen seneng dan mau terus mampir di blog saya ini.
Btw pernah gak ngerasa ketika lagi shalat kemudian saat gerakan ruku apalagi sujud, kita ngerasa sebagai manusia betul-betul tiada artinya sama sekali dihadapan Allah yang kita sembah. Saat bersujud dihadapan Allah, kita menyadari bahwa semua hal yang kita rencanakan atau perbuat adalah atas izin dan kehendak-Nya.
Namanya juga manusia ya, terkadang kita dihinggapi rasa sombong atas keberadaan kita, pekerjaan kita, status kita, dsb dsb dsb. Disitulah awal mula hadir yang namanya "Takabur". Sering ada omongan seperti ini, "Tuh kan! Kalau bukan karena gue, ini kerjaan gak bisa sukses nih!" Atau banyak lagi contoh-contoh omongan lainnya yang sebenarnya agak kurang tepat karena manusia memang dianugerahi kemampuan untuk berusaha, namun semua keberhasilan datangnya dari Allah dan haruslah disyukuri.
Allah lah yang menentukan semua yang terjadi di dunia. Jadi sekalipun kita jungkir balik mengerjakan sesuatu tapi kemudian Allah tidak memberikan restu-NYA, yakin deh usaha kita tidak akan berhasil. Disinilah fungsi sebuah "Doa". Pada saat kita bersujud diatas sajadah itulah kita merasakan titik terendah kita sebagai manusia di hadapan Allah. Bukan makhluk yang rendah tak berarti tapi sebagai manusia yang tak layak bersombong diri karena jelas-jelas sangat memerlukan ridha Allah untuk segala yang kita jalani dan rencanakan di dunia ini.
Semoga kita semua senantiasa berusaha dan berdoa kepada Allah agar segala urusan menjadi mudah serta berkah. Amin...
Tiba-tiba aja terlintas dipikiran saya, apa yang sedang dirasakan sekarang oleh saudara-saudara kita yang jadi korban pertikaian di Palestina sana.
Di saat bulan Ramadhan seperti sekarang ini, kita nyaman khusyu' dan nikmat menjalankan semua ritual ibadah di bulan penuh berkah, bertarawih di masjid, sibuk dengan acara-acara buka puasa bersama, melewati malam-malam dengan tidur nyenyak atau ber-tadarus sampai menjelang sahur dalam damai.
Sementara yang di Palestina sedang dalam peperangan. Belum lagi para korbannya warga sipil yang tidak bersalah sampai anak-anak balita! Banyak darah, banyak air mata, banyak yang kehilangan anggota keluarganya...
Ya Allah... Semoga segera berakhir pertikaian disana dan tidak ada lagi korban jiwa ya Allah...
Amin...
Gak kerasa udah setaun lebih saya rajin nge-green smoothies, hampir tiap hari minumnya! Gara-garanya liat beberapa temen di Path. Pas awal agak aneh juga karena tau isi green smoothies itu sayur sama buah segar diblender terus diminum sambil agak dikunyah.
Kok dikunyah???
Iyaaa karena itu diblender tapi gak sampai hancur kayak jus gitu, jadi masih ada "krenyes-krenyes"nya...
Akhirnya saya nanya-nanya ke Sophie Navita, campurannya apa aja dan khasiatnya apa sih. Besoknya saya langsung coba bikin sendiri. Niatnya biar sehat ajaaaa. Tiap bangun tidur saya langsung minum green smoothies segelas gede. Ternyata ada proses detox-nya, kira-kira di hari ke-3 dan 4 gitu agak-agak pusing dikit tapi setelahnya ilang kok.
Daaaannn yang paling kerasa perubahan di seminggu awal nge-green smoothies adalah biasanya tiap bangun tidur saya HARUS minum kopi susu panas (tentunya setelah minum air putih yang banyak dulu ya) tapi semenjak nge-green smoothies saya jadi gak kepengen lagi tuh bangun tidur minum kopi susu ampeeee sekarang. Sebenernya saya termasuk peminum kopi susu banget, sehari bisa beberapa gelas. Semenjak green smoothies hadir dalam hidup saya, jadi agak berkurang ngopinya. Semoga gak cemburu ya si kopi susu. Nah udah gitu, minum green smoothies segelas gede pastinya perut akan kenyang untuk jangka waktu yang lama, artinya bisa buat ganti sarapan juga kan.
Naaahhh Ramadhan ini udah masuk tahun ke-2 saya nge-green smoothies dan udah jadi menu sahur tetap. Tiap sahur saya pasti minum green smoothies dulu yang banyak.
Logikanya gini deh, kan kita tiap hari perlu asupan sayur dan buah segar, kadang makanan sehari-hari kita itu kurang mengandung sayur dan buah yang cukup. Kayak saya nih paling suka makan mie, baso atau jajanan lain. Jadiiii paling gak kalo tiap hari nge-green smoothies, tubuh tercukupi asupan sayur dan buahnya. Apalagi puasa gini ya, suka ada kendala sulit BAB tuh. Tapi kalo sahur kita minum green smoothies, Inshaa Allah lancaaarrr deeeehhhh hehehe... Dan jangan kaget kalo abis minum green smoothies pasti jadi beser alias buang air kecil mulu! Wajar kok.
Cara bikinnya gampang banget, bisa dilihat di foto-foto diatas green smoothies hasil campuran sayur dan buah yang suka saya bikin sendiri. Bisa ditambah es batu kalo mau seger dingin. Selama ini sih saya gak pernah ditambah air lagi dan yang pasti gak pake gula lagi karena rasa manis udah ada dari buahnya. Kadang kalo saya bikin yang sayuran aja, saya tambahin beberapa buah kurma. Buatnya di-blender yaaa bukan di-jus. Pake mesin blender, bukan pake juicer, karena jangan sampai hancur lembut si sayur dan buah. Blendernya pun gak usah lama-lama, supaya pas diminum bisa sambil dikunyah.
Ramadhan tahun lalu saya masih sahur green smoothies ditambah makan biasa. Tapi tahun ini menu sahur saya cuma green smoothies aja sama buah-buahan segar. Alhamdulillah cukup tuh buat energi dan kuat puasa seharian. Tinggal atur mindset kita aja sih. Malahan saya gak kebayang sekarang kalo sahur musti makan berat (nasi plus lauk) gitu. Pasti bakal kerasa ngap-ngap di perut yaaaaaa...
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Maaf yaaa tulisan blog saya banyak kehambatnya nih. Alhamdulillah setiap masuk Ramadhan kerjaan saya tetap banyak dan waktu yang dipergunakan semakin padat karena selain puasa gak boleh gugur, saya pun berusaha banget supaya shalat tarawih gak bolong. Sebisa mungkin berjamaah di masjid tapi kalau ada nyanyi setelah waktu buka ya tarawihan sendiri aja. Inginnya sebulan komplit bisa terlaksana, amin.
Yang cukup aneh terjadi kalau di bulan Ramadhan adalah selama hampir sebulan penuh saya biasa baru tidur setelah shalat subuh, jadi judulnya begadang tiap malam. Udah kayak "Batman" kan! Yaaa ada sih beberapa hari yang saya sempat tidur dulu sebelum sahur tapi itu pun hanya sebentaaarrr banget dan keitung jari laaah, paling 2 - 3 hari aja yang ada tidur malamnya. Sisanya bablaaass gak tidur sama sekali sampe waktu sahur.
Naahhh kalau di bulan-bulan biasa saya begadang kayak gitu 4 hari berturut-turut aja, pasti langsung berasa mau sakit dan ujung-ujungnya radang tenggorokan. Ke dokter deh. Tapi kalau setiap bulan Ramadhan, Alhamdulillah belum pernah sakit. Dan ini terjadi sejak dulu waktu mulai sering sibuk nyanyi di bulan Ramadhan. Ditambah lagi beberapa tahun terakhir, saya kalau ngabuburit sebelum buka suka olah raga di gym pas lagi gak ada kerjaan. Ternyata kuat-kuat aja tuh berolah raga walaupun lagi puasa, memang porsi olah raganya tidak seberat kalau hari-hari biasa sih.
Lewat tengah malam di rumah sambil nunggu waktu sahur biasanya saya dengerin bacaan Al-Quran dari para imam masjidil haram, favorit saya imam Al Sudais. Makin kerasa nikmatnya dalam damai malam-malam Ramadhan. Sering terlintas dalam pikiran, seandainya tiap malam bisa seperti ini sepanjang tahun. Sambil melepas lelah, sambil mencari pahala serta kebaikan. Kan mendengarkan orang membaca Al-Quran aja udah jadi manfaat buat kita.
Ketika sudah memasuki 10 hari terakhir, saya biasanya berusaha ke masjid melewati malam disana. Suka muter juga cobain beberapa masjid, cari suasana yang beda hehehe...Aduuuuuhhh, kenapa jadi cerita semua gini, maap yaaa...Astaghfirullah, sungguh bukan bermaksud riya atau apapun itu, cuma ingin berbagi aja dan semoga bisa jadi inspirasi penambah semangat untuk semua.
Puasa di bulan Ramadhan jangan jadi lemes atau bermalas-malasan. Tidur di bulan puasa juga ada nilai ibadahnya tapi bukan alasan untuk kita jadi tiduuuuurrr terus sampai waktu buka dong hahaha...Mari kita berlomba berbuat kebajikan dan berkegiatan positif yang bisa menjadikan nilai pahala untuk kita ataupun orang lain. Utamanya adalah kita memaksimalkan ibadah di bulan suci ini, namun tetap bekerja dengan semangat dan semua diniatkan untuk ibadah. Inshaa Allah akan jadi berkah.
Ramadhan masih disini, semoga hari-hari kedepan mampu kita jalani sepenuh hati. Amin...
Gimana puasanya semua??? Inshaa Allah lancar ya. Kayaknya sekarang udah bukan jamannya lagi batal puasa cuma karena tergoda makan atau minum. Alhamdulillah saya pun mampu melewati lapar dan haus dengan lancar, bahkan beberapa tahun terakhir kalau lagi gak ada kerjaan saya ngabuburitnya di gym. Yaaa olah raga 'hampir' seperti biasanya sih. Cardio, angkat beban juga, cuma mungkin latihannya gak seberat kalau lagi gak puasa. Keringet yang keluar juga kalau lagi puasa gini sih gak akan sebanyak kalau lagi bulan biasa.
Biasanya saya mulai olah raga jam 4an sore, latihan sekitar 1 jam, abis itu mandi lalu gak lama buka deh. Pastinya langsung harus banyak minum air putih. Tapi kemarin-kemarin saya nge-gym pas hari ke 3 dan 4 puasa Alhamdulillah tenaganya lumayan ada, gak terlalu beda sama hari-hari biasa hehehe...
Jadi yaaa puasa bisa kok tanpa lemeeesss gak bergerak apalagi malas-malasan. Memang siiih seringkali kita seperti kekurangan energi tapi kalau kita pinter-pinter ngatur mindset kita supaya tetap semangat, saya yakin semua bisa-bisa aja kok dilakukan.
Ayo!!! Semangat ibadahnya, semangat juga menjalani hari-harinya!!! :)
Seneng banget sama suasana Ramadhan. Kebetulan pas hari pertama puasa saya gak kemana-mana, di rumah aja. Sengaja mau nikmatin lagi ritual yang terjadi tiap tahun yang bagi saya sungguh sangat nikmat.
Masuk adzan maghrib saya buka puasa dengan kurma, kolak dan kopi susu, terus ada makanan-makanan kecil gitu. Abis itu shalat maghrib berjamaah sama orang-orang yang tinggal di rumah. Setelah adzan isya, saya jalan kaki ke masjid untuk tarawih. Jarak rumah saya ke masjid Al-Jabbar yang ada di komplek saya kira-kira 200 meteran lah. Selama saya jalan kaki dari rumah ke masjid, satu per satu tetangga bermunculan dari rumah masing-masing dengan tujuan yang sama. Jalanan jadi rameeee deh. Ini suasana yang masya Allah nikmatnya...
Suasana malam-malam di bulan Ramadhan, menurut perasaan saya yaaa, memang sangat beda dengan bulan-bulan yang lain. Rasanya malam di bulan suci terasa lebih hidup, udaranya pun terasa bedaaa deh. Gak bisa dijelasin gimana bedanya, tapi ya beda aja. Nikmat Ramadhan sungguh luar biasa. Makanya saya seneng banget kalau udah masuk bulan Ramadhan dan ada perasaan sedih ketika harus berakhir. Coba puasa lebih dari sebulan ya, kan enak bisa makan kolak terusss hehe...
Tapi yang pasti, semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapat pengampunan dari Allah atas semua dosa kita selama ini dan semoga kita pun bisa menjadi orang yang lebih baik lagi setelah Ramadhan nanti serta tidak mengulang kesalahan-kesalahan terdahulu.
Inshaa Allah...
Alhamdulillah. Kita udah masuk bulan Ramadhan lagi ya. Waktu berjalan betul-betul cepeeeet banget. Rasanya baru kemarin dulu saya nulis di blog ini tentang suasana bulan suci, padahal itu udah setahun yang lalu. Ramadhan sudah datang lagi. Masya Allah...
Mulai kita menikmati lagi suasana-suasana yang sangat spesial selama 1 bulan ini, khususnya bagi umat muslim. Bulan dimana Allah banyak memberikan bonus melimpah dengan melipat gandakan nilai pahala untuk segala ibadah dan kebaikan yang kita perbuat. Allah memberikan kesempatan bagi umatnya untuk berlomba memaksimalkan ibadah untuk mendapatkan hasil akhir di hari kemenangan nanti, yaitu mendapatkan pengampunan atas segala dosa. Diibaratkan kita seperti bayi yang baru dilahirkan ke dunia, kembali suci.
Maka dari itu hayuuuukk kita maksimalkan semua ritual ibadah kita di bulan penuh berkah ini, mulai dari puasa, tarawih, tadarus, zakat, sedekah, dll. Jangan lupa yang paling wajib adalah shalat 5 waktu, paling utama dan gak boleh ditinggalkan seumur hidup, bukan hanya bulan Ramadhan aja. Saya yakin semua pasti udah pada tau kok, cuma masih banyak kejadian shaum Ramadhan pol-polan sampe tamat satu bulan gak pake batal, tapiiii shalat wajib 5 waktunya bolong-bolong bahkan mungkin seringkali terlewat begitu saja. Misalnya sibuk berbuka puasa tapi shalat maghrib-nya dilewat. Na'udzubillah... Semoga kita tidak seperti itu ya karena jelas sekali hukumnya kalau puasa Ramadhan itu wajib bagi yang mampu melaksanakan, yang tidak mampu bisa membayar puasanya di bulan yang lain atau dengan bayar fidyah. Tapi kalau shalat 5 waktu bagi siapapun umat manusia wajib hukumnya untuk dilaksanakan, kecuali bagi orang yang hilang ingatan.
Saking wajibnya Allah sampai-sampai memberikan bermacam pilihan untuk melakukan shalat wajib selain dengan gerakan yang sempurna. Bagi orang yang sedang diperjalanan atau musafir bisa shalat di jama' dan diperbolehkan sambil duduk bila sedang di kendaraan. Kalau sedang sakit gak bisa bangun dari tempat tidur pun bisa tetap shalat dengan ber-tayamum dan gerakannya sambil tiduran. Betapa wajibnya shalat 5 waktu itu.
Aahhh jadi pindah fokus ya dari tema Ramadhan jadinya shalat 5 waktu hehehe... Gak papa lah yaaa...
Selamat menikmati bulan Ramadhan nan suci di tahun ini. Mumpung masih di minggu-minggu awal, mari dari sekarang kita biasakan diri kita untuk menjalankan proses ibadah Ramadhan semaksimal mungkin karena satu bulan akan bener-bener kerasa cepeeettt banget, ntar tau-tau udah mau lebaran aja.
Mohon maaf lahir batin ya semuaaaa...
Saya itu termasuk jarang banget nonton TV, terutama acara-acara di TV lokal. Gak tau kenapa kok rasanya isi semua TV sama aja. Nonton acara musik, itu-itu lagi. Nonton infotainment, dia-dia juga. Nonton berita, gak jauh-jauh dari koruptor atau demo atau kriminal. Jadi bikin cape mata, akhirnya asikan maen gadget deh huahahaha...
Pernah suatu waktu ketika saya lagi di kamar hotel di Bandung, sambil nunggu waktunya saya manggung, iseng-iseng nonton lah TV siaran lokal. Pengen tau juga kalo acara TV malem minggu apa aja sih yang seru. Kebetulan ada 2 stasiun TV yang lagi bikin konser musik live saat itu. Di saluran TV yang satu, saya liat ada penyanyi duet wanita dan pria nyanyiin lagu yang versi aslinya dinyanyiin secara solo. Dan hasilnya adalah... Maaf ya, lumayan kacau. Pindah ke saluran TV yang satu lagi, ada semacam konser penyanyi baru (wanita) dan dibuat live on air. Tiba-tiba dia nyanyiin lagu yang versi aslinya dinyanyiin oleh penyanyi solo dan malam itu dia duet sama penyanyi muda pria. Si wanita suaranya kerendahan sementara yang pria suaranya ketinggian banget...nget...nget... Beneran maksa banget. Dalam hati saya bergumam, hhhmmmmmmm ini orang-orang TV masih belum berubah juga ya dari dulu, terutama kreatif dan produsernya.
Jadi gini lho, seharusnya orang-orang yang bekerja di dunia pertelevisian, terutama bagian kreatif itu harus ngerti musik walau cuma sedikit. Memang niatnya bagus sih, pengen bikin sesuatu yang berbeda dengan salah satu caranya adalah mengkreasikan satu lagu yang biasanya dibawakan penyanyi solo tapi kali ini dibawakan versi duet. Masalahnya, tidak semua lagu bisa dibawakan secara duet oleh wanita dan pria karena range vocal (rentang suara) wanita dan pria itu berbeda. Pencipta lagu pun pada saat membuat sebuah lagu sudah memperkirakan nantinya lagu itu untuk dinyanyikan solo atau duet (wanita dan pria).
Artinya, kalau ada lagu vokal solo kemudian mau dibikin duet untuk wanita dan pria, pastinya salah satu dari penyanyi entah itu yang wanita atau pria harus mengalah pada saat menentukan nada dasar, jika tidak nantinya salah satu dari mereka kalau gak kerendahan ya ketinggian. Kecuali terjadi kasus-kasus tertentu, misalnya salah satu timbre penyanyi yang diduetkan itu punya range vocal yang luas sehingga bisa saling mengejar suara satu sama lain.
Saya dulu-dulu tiap ditawarin nyanyi duet, terutama untuk syuting TV, pasti saya paling bawel memilih pasangan duetnya dan juga lihat lagunya. Jika keperluan kreatif maunya lagu yang bukan untuk duet kemudian saya harus nyanyiin berduet, saya pelajari dulu lagu tersebut, kalau kira-kira bisa "diakalin" ya hayu deh! Tapi kalau ternyata gak aman, daripada keliatan jelek mendingan saya tolak aja.
Kita sebagai penyanyi harus berani memberikan pendapat kalau memang kira-kira ada lagu yang gak layak untuk dinyanyikan dengan versi tertentu. Ya kita kasih tau aja ke kreatif atau produsernya. Jangan iya iya aja tapi pas dinyanyiin kita ngerasa gak nyaman dan ujungnya berakhir menjadi sebuah penampilan yang buruk.
Pemirsa TV juga masih banyak yang belum paham proses dibelakang layar. Pokoknya pas nonton TV terus langsung menilai aja, yaaa kayak saya waktu nonton TV kemaren itu, "Ini penyanyi ceweknya juara lomba, yang cowoknya artis youtube bersuara bagus, tapi pas duet kok dua-duanya jadi begini ya???!"
Tapi yaaaaa itulah yang akhirnya saya sadari, oooohhh orang kreatif TV masih ada juga yang belum berubah tooohhh. Bahkan jadi kebiasaan turun temurun tuh, bikin lagu solo jadi versi duet tanpa memahami apakah lagu serta penyanyinya bisa melakukan itu.
#Pusing
Ini adalah satu diantara sekian banyak cerita dalam hidup saya yang selama ini jarang sekali diceritakan. Tarik nafas dulu ah...
"Hhhhhhhhhhh..."
Sekitar tahun 2000-an, saya ketemu sama seorang wanita. Pada saat itu saya sempat ge-er bahwa dia akan jadi pendamping saya. Berawal dari sebuah event di masjid, waktu itu dia salah satu panitia dari remaja masjid tersebut. Dan setelah event itu berlangsung komunikasi pun berlanjut. Singkat cerita, saya berusaha deketin dia sampai dateng ke rumahnya dan sempet beberapa kali jalan malam mingguan (uhhhuuuyyy dahhhhh pokoknya).
Mau tau gak seperti apa wanita yang berhasil bikin saya dag dig dug derrr itu???
Mmmmmmm... Pastinya sih cantik. Tinggi, putih, pake jilbab.
Beberapa kali jalan tapi saya masih belum berani nyatain langsung tapi saya udah memberi sinyal-sinyal alias nunjukin melalui tingkah laku saya ke dia (aeeehhh aeeehhhh). Sempet juga saya ajakin ke tempat shooting, waktu itu saya ada shooting TV sama KAHITNA, otomatis temen-temen jadi pada tau dan saya kenalin.
Beberapa minggu berjalan dan saya pikir udah waktunya untuk bilang sama dia agar bisa menjalani hubungan yang serius.
Tarik nafas lagi. "Hhhhhhhhhhhh..."
Inget banget waktu itu siang-siang saya jemput ke tempat kost (rumah ortunya agak jauh, jadi dia kost) dan kita mau ke berangkat ke ulang tahunnya Yovie di sebuah restoran. Dengan persiapan matang dan rasa deg-degan yang teramat sangat, sambil nyetir mobil diperjalanan itu saya berencana melakukan penembakan! Tapi sebelum nyatain saya nanya dulu sesuatu sama dia (pertanyaannya harus saya rahasiakan nih hehehe) dan ternyata saya mendapat jawaban yang membuat saya harus mundur semundur-mundurnya. Saya harus mengurungkan niat untuk menjalin hubungan serius dengan dia.
Saat itu juga saya langsung mengantarkan dia pulang ke tempat kost-nya. Saya bilang sama dia bahwa ternyata kita gak bisa melanjutkan hubungan ini kearah yang lebih serius. Setelah dia turun dari mobil, saya kembali mengarah ke tempat ulang tahunnya Yovie, sambil nyetir sambil agak lemeeeeesss eh maksudnya lemeeeeesss pake banget karena harapan saya waktu itu untuk mendapatkan calon pendamping harus pupus... Sirna... Apa lagi ya bahasanya, yah pokoknya GAK JADI...
Sempat kecewa dengan keadaan yang rasanya kok gagal lagi gagal lagi disaat keinginan untuk memiliki seseorang untuk dicintai dan akan langsung saya "seriusin" namun kenyataannya harus kandas. Dan yang terjadi adalaaaaahhh sampai detik ini jadi agak males untuk mencari lagi, mungkin trauma tapi gak juga sih hahaha...
Yakin sekali kalau Allah sudah berkehendak kita manusia harus menjalaninya, termasuk soal jodoh. Satu waktu nanti, entah besok, lusa atau kapanpun Allah pasti akan memberikannya untuk saya tapi tentunya saya juga musti nyari dooong dan gak cuma nunggu pasif aja hehehe...
Saya yakin kok. Semoga temen-temen yang masih mencari jodoh seperti saya juga sama-sama yakin dan terus berjuang.
Inshaa Allah...
Jreeeeng!!!
Akhirnya di Jumatan kali ini saya samperin pemuda sholeh yang saya pernah ceritain sebelumnya (baca PEMUDA DI DALAM MASJID tanggal 25 Maret 2014 & PEMUDA DI DALAM MASJID Part 2 tanggal 2 Mei 2014).
Seperti biasa, selesai shalat Jumat di masjid komplek rumah saya, setelah hampir semua jamaah bubar dan hanya tinggal beberapa orang saja, keluarlah si pemuda sholeh itu menuju halaman masjid. Dia jalan tertatih-tatih lalu duduk di anak tangga paling bawah untuk memakai sandal tali yang dia simpan persis disana. Saya hampiri dia lalu saya sapa, "Assalamu'alaikum..."
Dia langsung menengadah melihat kearah saya yang masih setengah berdiri. Lalu kami pun bersalaman. Setelah itu saya langsung ikut duduk samping dia, saya bertanya, "Nama kamu siapa?" Dan dia jawab sambil tersenyum, "Rizki." Terus saya tanya lagi, "Umur kamu berapa Ki?" Dia jawab lagi, "23 tahun." Habis itu jujur saya agak bingung mau nanya apalagi, takut dia tersinggung kalau saya tanya tentang kondisi dia dsb. Akhirnya saya tanya lagi, "Kamu masih sekolah atau kuliah ataaaauuu?" Belum selesai pertanyaan itu saya ucapkan, Rizki langsung jawab, "Saya lagi disayang Allah, dulu sih sekolah tapi sekarang kan lagi penyembuhan." Lagi-lagi saya tertegun mendengar jawaban pemuda ini. Seolah gak ada beban dengan kondisi yang sedang ia alami saat ini.
Tiba-tiba dia bertanya balik, "Sebentar, kok kayaknya aku tau ya Mas siapa. Ooooo... JOKO Yunus yaaa???" Bhuaahahahahaha kita berdua ketawa! Tapi belum sempat saya ralat tebakannya, dia terus bilang, "Hedi Yunus kaaannn!" Ya Allah, dia masih bisa lho ngajak saya bercanda. Ini langsung membuat saya merasa nyaman sama dia. Rizki bisa menciptakan suasana ngobrol yang santai walaupun baru kenal. Akhirnya saya bilang terus terang sama dia, selama beberapa bulan ini saya suka memperhatikan dia di masjid dan saya tuangkan ke dalam tulisan di blog saya semua yang saya lihat dari Rizki sebagai inspirasi yang baik dengan judul "PEMUDA DI DALAM MASJID". Dia tersenyum aja sambil bilang, "Makasiiiihh..."
Saya lanjut bertanya sama Rizki, "Kondisi kamu seperti sekarang ini udah berapa lama Ki?" Jawabannya, "Kalau dari tahun 2007 kira-kira udah lama atau belum ya?" Sudah sekitar 7 tahun ternyata! Kembali saya ungkapkan apa yang ada dalam benak saya, "Dulu apa yang jadi penyebab kamu jadi seperti sekarang?" Rizki kembali menjawab, "Kecelakaan mobil, waktu lulus SMA sama temen-temen berlima." Sejenak kami berdua terdiam, gak lama lalu Rizki cerita lagi, "Semenjak kecelakaan itu saya jadi begini tapi saya gak perduli sama orang-orang yang liatin saya kalau lagi jalan atau apapun, yang penting saya mencoba untuk melakukan keseharian saya sendiri." Saya bilang, "Alhamdulillah, saya senang lihat kamu Ki, ibadahnya rajin. Saya liat tiap Jumatan kamu datang awal dan pulang paling akhir, semoga kamu seterusnya ya menjadi ahli ibadah." Rizki kemudian menanggapi ucapan saya, "Yaaa emang harus begitu sih!" Jawabannya singkat tapi maknanya dalam sekali.
Saya lalu tersadar harus membatasi diri untuk tidak terlalu penasaran dan kebanyakan bertanya karena ini sebuah awal dari perkenalan. Walaupun ada keinginan yang besar untuk lebih kenal lagi sama Rizki. Saya pun berkata, "Ya udah Ki, lain kali kita ngobrol lagi ya. Sama saya ijin ya untuk menulis tentang kamu lagi di blog saya untuk jadi inspirasi orang banyak." Lalu saya ajak deh buat selfie hahahahaha, teteeeppp!
Ketika lagi mau foto Rizki bilang, "Ini mata kiri saya gak bisa fokus, kan gak bisa liat." Lalu saya bilang sama Rizki, "Gak apa-apa Ki, saya ngeliat wajah kamu bersih, cakep, ditambah kamu baik hati, semoga Allah melimpahkan barokah buat kamu, amin." Lalu kami pun ber-selfie ria! Dapetlah dua foto diatas.
Kami pun lalu sama-sama berdiri, pamitan masing-masing sambil salam, "Wassalamu'alaikum."
Dalam hati saya berharap semoga ada kesempatan lagi untuk bisa ngobrol dan makin mengenal sosok Rizki, Si Pemuda Sholeh.
Inshaa Allah...
Ehem... Kali ini mau cerita soal pacar lama aku aaah... Mau tau gak??? Mau tau aja atau mau tau banget??? Heheheee...
Baiklah, saya mulai ya...
Sekitar tahun 90an, saya pernah pacaran sama model salah satu majalah remaja. Waktu itu dia masih SMA. Sebut saja namanya "V", itu emang inisialnya sih hahaha... Berawal dari saya sering banget nyanyi di acara majalah remaja tersebut dan tiap acara mereka pasti selalu barengan sama model-modelnya. Pada salah satu event sehabis saya nyanyi, saya liat "V". Cantik bangeeeeettt! Rambut panjang tebal, agak cerewet judes gimanaaa gitu. Tipe saya lah.
Kenalan terus langsung minta nomor telponnya (waktu itu masih telpon rumah, maklum 90an). Besoknya saya langsung kirim bunga ke rumahnya. Terus saya telpon deh, hahaha nekat ya! Setelah itu mulai cari-cari kesempatan buat ketemuan, gak terlalu lama saya pun memberanikan diri "nyatain" ke "V". Uhuuuuuyyyyyy!!!
Tapiiiiiii pemirsaaaaahhh...
Ternyata orang tuanya tau kalau anaknya lagi deket sama saya dan mereka gak setuju! Hiks... Selain karena "V" masih SMA, ada pula alasan lain yang... Yahhh pokoknya gak setuju aja. Akhirnya yang terjadi adalah kita suka ngumpet-ngumpet buat ketemuan sepulang "V" dari sekolah. Sering juga dibantuin sama sahabat-sahabatnya "V", mereka atur supaya kita bisa ketemuan. Pernah sekali waktu saya nekat dateng ke rumahnya pas orang tuanya lagi gak ada. Saya dikenalin sama kakaknya "V". Tapi ya gak tenang aja takut tiba-tiba orang tuanya pulang, akhirnya gak lama disana saya buru-buru pamit.
Jangka waktu pacaran kami jadinya gak bisa berlangsung lama karena keadaan ini, hanya sekitar 8 bulan terus kami putus. "V" duluan sih yang mutusin, selain memang betul-betul orang tuanya makin gak setuju karena tercium kita "backstreet" dan ada hal yang akhirnya membuat kita mengambil keputusan untuk udahan aja. Waktu itu lewat telpon putusnya, jujur begitu tutup telpon saya nangis, masih sayang jadi sedih banget.
Alhamdulillah sampai sekarang hubungan saya sama "V" masih baik-baik aja. Sering ketemuan gak sengaja, ngobrol-ngobrol, pernah juga ketemuan sama sahabat-sahabatnya "V" yang dulu bantuin kita ketemuan diem-diem. Kita keketawaan aja sekarang.
Tapi yaaa sampe sekarang kadang masih suka muncul perasaan yang dulu kalau lagi ada dia. NAH LHOOOOOOO!!!
Ada apa ya dengan masyarakat kita??? Pertanyaan itu kayaknya gak akan pernah bisa terjawab. Hampir kebanyakan sangat tidak menyadari yang namanya disiplin dan kurang menghargai serta menjaga yang namanya fasilitas umum. Banyak sekali tulisan peringatan atau rambu-rambu yang sangat jelas ditulis untuk dilaksanakan tapi malah dilanggar dengan perasaan tidak bersalah. Gawatnya lagi, itu dilakukan beramai-ramai!
Foto diatas adalah salah satu pemandangan yang sangat jelas kalau mereka berbuat salah, terjadi pada saat saya mendarat di bandara Juanda, Surabaya. Di pintu keluar dari bandara baru tersebut, ada salah satu bagian tembok yang bentuknya memang menyerupai tempat untuk duduk-duduk tapi di temboknya jelas tertulis "Dilarang Duduk Disini". Tapi ya itu, banyak banget orang yang duduk santai disitu. Anehnya tidak ada pihak keamanan yang mengingatkan mereka.
Saya sengaja memotret mereka dari jarak cukup dekat. Beberapa dari mereka yang duduk disitu ada yang memperhatikan saya pada saat memotret, lalu melihat ke arah tembok yang ada tulisan larangan itu. Tapi setelah itu ya balik lagi anteng duduk sambil ngobrol dengan yang lainnya. Hhhhhhhh... Yang gini nih yang sering banget bikin saya gemes.
Sama kejadiannya kayak waktu saya negur orang yang pake air seenaknya di wastafel waktu di Bali (baca blog MENDADAK GALAK tanggal 1 April 2014) atau ketika saya negur orang yang keluar dari toilet umum (baca blog MENDADAK GALAK Part 2 tanggal 3 April 2014). Kalau ingat kejadian di Jakarta beberapa waktu lalu, ada pengendara motor tertabrak bus TransJakarta dan ada penyeberang jalan yang juga tertabrak di jalur busway, logikanya ya mereka jelas salah berada di jalur terlarang makanya akhirnya terjadi kecelakaan. Namun anehnya lagi, masyarakat sekitar malah menghakimi supir bus dan juga merusak busnya, benar-benar aneh!
Semoga kita semua tidak termasuk orang-orang yang dengan sengaja melanggar aturan yang ada di negara ini (biasanya begitu di negara lain, kita takut untuk melanggar aturan disana) dan mari biasakan dari hal sekecil apapun untuk selalu disiplin. Jangan ragu untuk menegur siapapun yang ada sekitar kita kalau memang sedang atau sudah melanggar peraturan yang berlaku.
Masih inget gak cerita cinta pertama saya sama temen sekelas waktu SD? "Cinta Monyet" itu lohhhh hahaha... (Untuk baca scroll down halaman blog ini, cari judul FIRST LOVE Part 1 & 2)
Naaah, sekarang saya mau cerita lagi kisah cinta suka-sukaan saya sama cewek temen satu sekolah. Saya baru sadar sekarang, pertama kali suka sama cewek ya temen sekelas, berani nyatain pake surat jelang lulusan SD pula! Nekat juga ya saya. Abis itu saya suka sama cewek temen satu sekolah lagi, waktu baru masuk SMP.
Begini ceritanya...
Waktu baru masuk SMP saya liat ada cewek cantiiiik banget di kelas tetangga, waktu itu saya kelas 1B sedangkan si dia (aih si diaaaaaaa) kelas 1A. Sebut aja namanya "F" (itu inisialnya sih sebenernya). Saya tau dia itu salah satu penyanyi cilik, lumayan ngetop tuh jaman itu di Bandung. Udah pasti suaranya bagus. Tapi yang utama, si dia itu emang cuantikkkkk. Saya sering banget curi-curi kesempatan buat curi-curi pandang karena dia udah curi-curi hati saya. Sayangnya kita beda kelas, jadi saya belum kenalan. Tapi nama dan info-info penting udah saya dapatkan dari teman sekaligus informan saya. Saat jam belajar, saya sering minta ijin sama guru untuk ke toilet, pas lewatin kelas 1A saya jinjit-jinjit ngintip ke dalam buat ngeliat "F". Baru gitu aja udah seneng banget saya hahaha!
Kepala ini terus mikir, gimana caranya biar bisa kenalan??? Gak punya keberanian juga sih karena masih trauma waktu ditolak sebelumnya (waktu lulusan SD). Ciyeee saya udah trauma cinta pas SMP. Gubrak. Ehem... Maap, mari kita lanjut ceritanya. Eh pucuk dicinta, ulam tiba! Gak lama setelah itu ada kesempatan emas untuk bisa barengan terus sama "F". Saya mulai ikut ekskul bina musika karena udah ketauan sama guru kalau saya bisa nyanyi, akhirnya dikumpulkanlah beberapa murid terpilih untuk dijadikan grup vokal sekolah yang dilatih khusus untuk mengisi acara rutin di RRI Bandung. YES!
Laluuuuuuuuuu, saya dikenalin sama guru saya ke "F". Kami berjabat tangan. Uhuuuuuyyy!!! Asli salah tingkah banget, beneran!!! Hahaha!!! Daaaaan lebih serunya lagi, baru beberapa kali latihan, saya sama "F" dipilih sama guru untuk nyanyi duet di satu lagu. OMG!!! Duet maut ini namanya!!!
Akhirnya kami makin deket, makin sering sama-sama pula, bahkan ketika kelas 2 saya sama "F" ditunjuk menjadi anggota OSIS bagian kesenian, makin sering lagi lah kita bareng. Tapi (ada tapinya nih) selama itu pula saya gak berani buat bilang terus terang sama dia. Saya belum siap kalau-kalau ditolak lagi. Jadi saya pikir biarin lah dulu, sementara nikmatin jadi temen. Walaupun tiap bareng dia hati ini senengnya ampun-ampunan, berat juga menyembunyikan perasaan ini.
Banyak temen-temen disekitar pada tau sih kalau saya suka sama "F". Makanya kita sering diledekin gitu tapi saya sama "F" juga pura-pura bego aja. Sampai naik kelas 3 kita sekelas, makin banyaklah kesempatan buat curi-curi pandang. Tapi juga malah makin gak berani buat bilang terus terang sama dia kalau saya sebenernya suka. Padahal sering bareng, sekelas pula, ngobrol-ngobrol, sempet jalan diluar jam sekolah, biasa nyanyi sama-sama.
Tibalah waktunya perpisahan sekolah, lulus-lulusan SMP. Akhirnya saya dan "F" pun berpisah. Saya dimana. Dia dimana.
Tragis ya.
Teman-teman pembaca setia blog saya, masih inget kan tulisan saya tentang pemuda sholeh yang selalu terlihat di masjid kompleks rumah saya setiap shalat Jumat? (baca blog tanggal 25 Maret 2014: Pemuda Di Dalam Masjid). Kali ini saya mau share lagi kejadian kecil antara saya dan pemuda tersebut.
Kejadiannya pada saat selesai shalat Jumat kemarin. Ketika hendak keluar dari masjid, seperti biasa saya melihat pemuda ini mau pulang juga. Kondisi masjid sudah mulai agak kosong ditinggal para jamaah lain yang lebih dulu pulang. Saya perhatikan pemuda itu nampak sangat akrab dengan beberapa bapak-bapak. Namun dia tetap berusaha mandiri untuk melakukan semuanya sendiri. Sambil berjalan tertatih-tatih dia menuruni anak tangga menuju ke tempat penyimpanan sendal. Jujur saya memang belum berkenalan dengan pemuda sholeh ini. Tapi entah kenapa saya selalu memperhatikan apa-apa saja yang dia lakukan.
Pemuda ini lalu terduduk di anak tangga untuk memakai sepatu talinya sendiri. Kebetulan sendal saya berada persis dekat dengan kakinya. Saya pun lalu berdiri agak dekat dengannya. Tiba-tiba dia menengadahkan kepala sambil menatap saya. Saya menatap wajahnya sambil tersenyum, ia pun senyum kepada saya. Entah kenapa saya masih belum tergerak juga untuk berkenalan dengan dia. Saya pikir dengan saya tersenyum, artinya saya sudah berusaha memberikan perhatian yang lebih. Kemudian saya berjalan ke parkiran yang tak jauh dari situ dan langsung naik motor dibonceng oleh pembantu saya.
Tiba-tiba pemuda tersebut setengah berteriak sambil berusaha melambaikan tangannya ke saya, dia bilang "Hati-hati!".
Ya Allah... Jujur, hati saya langsung tersentuh banget sampai sempat bengong beberapa detik melihat kearah pemuda itu. Dalam hati saya berkata, betapa anak ini sangat tulus memberikan perhatian kepada orang-orang sekitar yang belum ia kenal.
Kata-katanya sangat sederhana, ia cuma bilang "hati-hati" tapi artinya sangat besar bagi orang yang mendengarnya. Dengan kondisi si pemuda ini, kata-kata itu justru harusnya saya yang bilang untuk dia. Lagi-lagi pemuda sholeh ini telah mengajari saya, hal kecil namun besar maknanya.
Terima kasih, sampai berjumpa lagi pemuda sholeh...
Diantara sekian banyak resto klasik di kota Bandung, ada satu yang amat sangat berkesan bagi saya. Nama resto-nya TIZI's.
Sejak tahun 80an, jaman saya masih SD-SMP, udah pernah makan disitu. Inget banget waktu saya SMA pernah makan disana pas ada live music dan yang nyanyinya Ruth Sahanaya! Ingeeet banget!
Setelah saya lulus SMA tahun 1986, saya kan masuk Elfa Music Studio untuk belajar vokal praktis. Selang beberapa bulan berikutnya saya diajak untuk nyanyi di cafe sama guru vokal saya, itung-itung buat ngelatih jam terbang nyanyi live dengan band. Ternyata nyanyinya di TIZI's! Waktu itu udah seneeeng banget bisa nyanyi disana. Walaupun habis nyanyi cuma dikasih sosis bakar dan kentang buat dibawa pulang hahaha... Semenjak itu sempat beberapa kali nyanyi disana.
Waktu berjalan teru첫uusss, sampai sekarang TIZI's masih seperti dulu. Bentuk interiornya juga masih sama kayak dulu. Rasa dan bau aroma makanannya pun dari dulu tetap sama. Bahkan beberapa pramusajinya masih ada dari waktu jaman saya nyanyi tahun 87an disana! Kalau saya lagi ke Bandung sekarang-sekarang ini, sering banget sengaja kesana untuk makan sekaligus bernostalgia. Mengingat-ingat lagi "Jaman Perjuangan" dulu.
Foto diatas itu salah satu pojokan bersejarah buat saya dan mungkin beberapa penyanyi lain seperti Ruth Sahanaya, Tri Utami, Lita Zen, dll. Kita semua pernah jadi regular singer disana, di pojokan yang ada pianonya itu dan sampai sekarang masih sama bentuknya dari jaman dulu, hanya sekarang udah gak ada live music-nya lagi disana.
Hhhhhhh... Ingin rasanya balik lagi ke jaman dulu. Selalu seru kalau nostalgia ke waktu awal berkarir, sekedar mengingat supaya kita sadar sama segala hal yang pernah kita jalani untuk mencapai semua hal yang sedang kita jalani saat ini. Inshaa Allah menjadikan kita manusia yang bisa menghargai diri sendiri dengan selalu menjaga sebaik mungkin segala yang sudah diraih dan tentunya senantiasa bersyukur kepada Sang Maha Pencipta serta Sang Maha Pemberi Rizki.
Amin...
Beberapa minggu terakhir ini kondisi badan saya sedang dalam masa pemulihan, biasa abis sakit lagi. Sakitnya sih standard, flu dan radang tenggorokan. Penyakit ini agak rajin mampir ke badan saya dari dulu, biasanya kalau lagi kecapean banget suka drop dan akhirnya mesti berobat ke dokter. Sering pula dalam kondisi sakit saya tetap nyanyi karena sudah terlanjur kontrak. Pastinya harus tetap perform walau tenggorokan sakit atau pusing atau apapun dampak dari tidak fit nya badan ini. Alhamdulillah selama ini hampir semua event tetap bisa dijalani walaupun sedang tidak dalam kondisi prima. Diatas panggung sebisa mungkin saya berusaha kelihatan tetap sehat karena walau bagaimana audience harus mendapat penampilan terbaik dari saya. Tapi kadang saya juga suka bicara apa adanya ke penonton, biasanya kalau lagi sakit yang agak parah, namun selama ini baik-baik aja dan justru karena semangat mereka jadinya saya bisa lupa sejenak sama sakitnya.
Saya jadi ingat sama yang terjadi pada sahabat saya, Rita Effendy. Coba deh teman-teman pembaca blog, setelah baca tulisan ini terus buka youtube yang lagu-lagu medley Yovie Widianto di acara Deluxe Symphony beberapa waktu lalu. Pada saat shooting waktu itu, kondisi mental dan fisik Rita lagi betul-betul drop. Kurang tidur berhari-hari dan lagi sedih banget karena Mama nya Rita sedang dirawat di RS. Kondisi makin memburuk karena sore hari pas kita mau rehearsal, inget banget tuh sekitar jam 5an Rita ditelpon kakaknya dari Bandung, dapet kabar bahwa Mama nya harus masuk ruang ICU karena makin parah penyakitnya. Semakinlah Rita drop dan mau nangis terus karena ia sangat cinta sama Mama nya.
Pada saat latihan dengan Andi Rianto dan Magenta Orchestra sore itu, kerasa banget kalau mood Rita sedang tidak baik. Tugas saya sebagai sahabat dan partner duet waktu itu untuk berusaha membangkitkan mood supaya nanti penampilan kami bisa tetap bagus. Tentunya saya juga terus berdoa agar semua diberi kelancaran.
Shooting pun dimulai.
Ketika bagian duet saya bersama Rita, saya sangat kaget. Rita bernyanyi indah sekali, entah pergi kemana bad mood yang selama tadi ada di dirinya. Suaranya sempurna. Dalam hati saya berkata, emang beda ya penyanyi bagus dan sangat profesional, bisa tetap menyuguhkan penampilan terbaik walau tidak dalam kondisi terbaik.
Begitu selesai shooting dan kita kembali ke backstage, Rita langsung sedih lagi, panik lagi. Namun ia telah berhasil memukau semua orang hari itu.
Mungkin inilah cerita kejadian "Panggung Sandiwara" yang sebenarnya hehe...
Saat pertama kali kau hadir dalam hidupku, sungguh membuatku terperanjat melihatmu! Kau sungguh telah membuat mataku terbelalak saat itu. Aku kaget! Mengapa kau hadir secepat itu? Aku tak menyangka, kalau ternyata sudah tiba waktunya kau harus hadir dan menjadi bagian dari hidupku. Sempat aku ingin menepismu dengan berbagai cara, bahkan berusaha mencabutmu dari hidupku tapi ternyata semakin hari engkau semakin tak mampu kuhindari. Kau telah menghantuiku tapi harus kusadari, memang takdir yang telah mempertemukan kita. Tak ada satu manusia pun yang mampu menahan hadirmu dalam kehidupan ini.
Yaaaa... Kau pasti akan menjadi bagian hidupku, hidupmu, hidup mereka semua... Kau adalah...
UBAN.
*ini sambil ngaca ngeliatin lembaran-lembaran rambut putih yang semakin buanyakkk di kepala hahahahhahahahaha...
Rasanya hampir sepenuhnya benar bahwa apa yang biasa kita lakukan ketika usia dewasa bermula dari kebiasaan dan didikan selama besar di rumah. Rasanya sih betul yaaa... Mungkin gak semua tapi paling tidak kebiasaan-kebiasaan rutin sehari-hari seperti beribadah, makan, berkomunikasi, bergaul, pokoknya yang bersifat keseharian itu semua tergantung dari kebiasaan di rumah yang lalu terbawa ke lingkungan di luar rumah.
Saya sering banget negur orang-orang di toilet umum (seringnya sih waktu di toilet bandara). Pada saat antri di toilet sekat yang ada klosetnya, biasanya yang terjadi adalah saya antri, nah terus pas orang di dalam kelar, kemudian saya masuk dan mendapati kloset masih kotor bekas pengunjung sebelumnya alias TIDAK DISIRAM! Saya sih selalu langsung teriak manggil orang tersebut, lalu bilang "Mas/Pak, siram dulu dong!". Anehnya kebanyakan dari mereka yang saya tegur itu langsung mukanya kayak mau ngajak berantem ke saya (muka saya juga lebih ngeselin buat mereka sih pastinya hahaha). Padahal harusnya sih malu dong ya harus ditegur seperti itu di depan orang banyak cuma karena males menjaga kebersihan fasilitas umum. Coba deh bayangin, betapa keselnya masuk ke dalam toilet yang kotor dan mau gak mau harus bersihin, padahal yang ngotorin bukan kita!!!
Pertanyaan besarnya adalah apa sih yang ada di pikiran mereka saat memakai fasilitas umum seperti itu??? Apa tidak terpikir untuk membersihkan, padahal hanya butuh satu jari dan satu detik, tekan flush lalu kelar urusan. Apa mereka gak sadar, setelah mereka akan ada orang lain yang menggunakan toilet itu??? Apa kebiasaan seperti itu juga mereka lakukan di rumah sendiri??? Kalau iya, serem juga main ke rumah si orang itu! Hiiiii jorok...
Kita, terutama yang sudah dewasa, harus membiasakan diri menjaga kebersihan demi kenyamanan bersama. Apalagi yang sudah punya anak, wajib dicontohkan yang baik-baik, supaya nanti mereka juga jadi orang yang bersih, sehat dan taat.
Dear Pembaca Setia blog saya, mau sharing sedikit cerita nih :)
Jadi gini, kejadiannya di satu toilet umum dalam satu mal di Bali. Waktu itu saya lagi cuci tangan di wastafel sambil menghadap kaca dooong pastinya. Terus ada orang persis samping saya nyalain kran air di wastafelnya. Gak taunya dia bukan mau cuci tangan tapi mau basahin telapak tangan terus ngebasahin rambut.
Saya liatiiiiin aja tuh si Mas, bukannya apa-apa...
Dia lama banget nata-nata rambutnya tapi sambil air dari kran itu dibiarin "ngegelontor" (airnya ngocor gede banget) padahal dia gak terlalu pake itu air. Sia-sia banget kan air dibuang-buang gitu! Dia masih asik aja ngurusin rambut diantara bunyi air kran yang dia biarin keluar, saya liatin terus sambil nebak jangan-jangan karena keasikan rapihin rambut sampe lupa matiin kran.
KEJADIAN!
Berasa rambutnya udah rapi si Mas itu ngeloyor jalan aja keluar dari toilet, dia biarin kran airnya nyala. Spontan saya teriak, "Mas!!!" Dia balik badan ngeliat saya. "Airnya tuh!!!" Sambung saya lagi sambil agak ketus (judesnya keluar deh hahaha). Si Mas nya balik lagi matiin kran sambil liatin saya terus. Dalam hati saya, bodo amat ya, emang dia salah kok!
Aduh jangan sampe deh kita jadi orang yang masuk kategori seenaknya atau sembarangan ya apalagi kalo di fasilitas umum kayak gitu. Air makin lama akan makin langka, ini malah dibuang-buang percuma. Belum ngerasain aja tinggal di daerah yang gak ada air, jadi gak bisa menghargai betapa pentingnya. Mulai sekarang yuk kita hemat air, kalo gosok gigi di wastafel, kran jangan dibiarin ngocor terus.
Bumi kita kan juga butuh kasih sayang...
Dari dulu sering banget kalo perjalanan pulang ke rumah pas waktunya tengah malam, saya mendapati pemandangan seperti foto diatas ini (maap ngeblur, maklum fotonya saya capture sendiri sambil nyetir).
Mobil bak yang mengangkut ibu-ibu atau mas-mas yang akan berjualan sayur di pasar pagi. Mereka duduk diatas barang-barang dagangan dan agak berdesak-desakan. Paling bikin hati tersentuh adalah ketika ngeliat ibu-ibu yang ada disitu sambil terkantuk-kantuk atau bahkan tertidur diatas ember besar dengan posisi duduk yang tidak nyaman menghadap ke jalanan dan tentunya wajah mereka terkena sorotan lampu mobil yang ada dibelakangnya. Namun karena terlampau lelah mereka seolah gak perduli.
Ya Allah.... Berat banget ya perjuangan mereka untuk bekerja pada waktu dimana umumnya kita sedang tidur lelap. Semoga mereka selalu diberikan kekuatan dan kesehatan oleh Tuhan agar bisa bekerja terus serta mendapatkan limpahan rizki. Berkat mereka juga, kita bisa menikmati makanan sehat dengan harga terjangkau yang tersedia di rumah.
Rasanya makin gak ada alasan lagi buat kita-kita untuk tak lupa selalu bersyukur dan bersyukur karena bisa bekerja dengan fasilitas kenyamanan dan jam kerja yang normal atau mungkin banyak diantara kita yang gak perlu lagi bekerja berat karena telah memiliki kekayaan yang cukup dari keluarga. Bersyukur karena kita mampu berbagi rizki dengan mereka yang membutuhkan. Bersyukur dengan cara tidak mengeluhkan kelelahan kita hanya karena pekerjaan menumpuk atau mungkin dikejar deadline serta alasan dsb dsb dsb.
Mendingan mana, dikejar deadline atau hari-hari cuma nganggur gak punya penghasilan???
Jadi minggu kemarin saya baru pulang shalat Jumat dari masjid di kompleks rumah saya. Di perjalanan pulang sampai di rumah saya terus kepikiran sama anak muda yang sudah lama saya lihat di masjid setiap shalat Jumat tiba. Maaf sebelumnya, anak muda ini mungkin usianya belum genap 20 tahun, wajahnya bersih penuh kedamaian tapi ia mempunyai kelemahan di sekujur tubuhnya. Terlihat ia sepertinya harus mengerahkan sekuat tenaga untuk berjalan, berdiri, membungkuk, bahkan pada saat duduk pun tubuhnya seringkali bergoyang-goyang karena sepertinya jika tidak ditopang akan mudah terjatuh.
Namun ada satu hal yang membuat saya salut banget dengan pemuda ini, yaitu kegigihannya dalam beribadah. Sering sekali saya datang ke masjid, dia sudah lebih dulu ada disana. Saya perhatikan dia juga melakukan shalat-shalat sunnah diluar shalat Jumat berjamaah.
Jumat ini saya ada disampingnya pada saat melakukan shalat sunnah ba'da Jumat. Kebetulan saya lebih dulu selesai, jadi saya perhatikan pemuda ini shalat sendirian dengan keterbatasannya yang tidak bisa melakukan gerakan-gerakan shalat dengan lancar tapi dia berusaha keras untuk menunaikan ibadah ini. Mulai dari berdiri, ruku, sujud, berdiri lagi, dengan susah payah ia jalani.
Saya tak bisa berkata-kata.
Ya Allah, ini benar-benar teguran untuk saya dan kita semua yang memiliki kesehatan sempurna, mampu melakukan semua kegiatan dengan lancar. Jalan, lari, duduk, jongkok, lompat, semua kita bisa lakukan. Tapi kadang kita melupakan hal wajib yang bisa dengan baik serta mudah kita lakukan gerakan-gerakannya, beribadah kepada Sang Maha Pencipta, yang sudah dengan sempurna menciptakan kita dan memberi limpahan rizki.
Dalam hati saya berterima kasih pada anak muda itu karena kegigihannya yang luar biasa telah menginspirasi saya dan semoga kita semua.
Amin...
Suatu malam saya keluar dari restoran, abis makan sendirian. Mobil diparkir agak jauh karena rame banget, saya jalan kaki menuju kesana. Sampai di samping mobil, pas mau masuk tiba-tiba mata saya tertuju pada orang-orang persis di depan mobil. Kebetulan supir saya dapat parkir tepat di sebuah rumah besar yang memiliki tempat sampah gede banget di bagian depannya.
Saya liat orang-orang itu adalah (jika tebakan saya benar) sepasang suami istri dengan seorang bayi. Saya cuma bisa melongo ngeliat si laki-laki duduk diantara sampah sambil memilih-milih entah apa, sementara si perempuan duduk diatas kardus kotor sambil menyusui sang bayi. Saya masuk ke mobil sambil masih terus memperhatikan apa yang mereka lakukan. Logikanya, kalo mereka orang yang suka minta-minta seperti di lampu merah itu, pasti mereka akan langsung deketin saya dan menengadahkan tangan.
Tapi itu tidak terjadi.
Si laki-laki tetap tenggelam diantara tumpukan sampah dengan sibuk mencari benda yang kemudian ia masukan dalam kantong plastik besar, sempat saya foto tapi tidak terlalu jelas karena malam hari. Sementara si perempuan walaupun jarak duduknya sama pintu mobil saya deket banget tapi dia hanya memandang saya sebentar lalu kembali fokus pada bayi yang sedang disusuinya. Saat itu dalam benak saya terlintas sebuah pikiran bahwa mereka menggantungkan hidup dari tumpukan sampah.
Ya Allah... Sungguh kontras antara yang baru saya lakukan dengan yang sedang mereka lakukan. Akhirnya saya sempatkan untuk berbagi rizki. Alhamdulillah...
Malam itu saya diingatkan bahwa kita semua harus senantiasa bersyukur atas apa yang sudah kita dapat serta nikmati selama ini. Lihatlah ke bawah pada saat merasa kekurangan, banyak sekali orang yang masih jauh dari berkecukupan. Pada saat kita mengeluhkan rasa lelah atau bosan dengan pekerjaan, coba renungkan bagaimana rasanya tidak punya pekerjaan dan hidup tanpa penghasilan.
Semoga kita semua diberikan rizki berlimpah oleh Allah dan senantiasa ingat untuk berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Amin...
Alhamdulillah... Kami punya GaSS singkatan dari Gabungan Artis & Seniman Sunda. Ketuanya Armand Maulana dan Melly Goeslaw. Anggota aktifnya ada beberapa dari temen-temen artis yang memang kebanyakan berasal dari tanah Sunda, walaupun anggota GaSS tidak harus orang Sunda sih.
Anggota pengurus yang aktif kita namakan "GEGEDUG" seperti yang ada tulisannya tuh di bagian punggung t-shirt yang kita pake. Itu bahasa sunda yang artinya seperti "dedengkot" laaah kurang lebih hehehe...
GaSS ini kegiatannya lebih banyak menjadi perantara untuk menyalurkan bantuan-bantuan bagi korban bencana alam di Indonesia. Kami juga peduli dengan para artis senior yang sudah sangat sepuh namun telah mendedikasikan masa mudanya untuk membuat indah dunia seni tanah air. Kami juga pernah membuat konser besar di Bandung dalam rangka HUT kota kembang tercinta.
Usia kebersamaan kami di GaSS baru sekitar 4 tahun tapi semoga saja kami selalu mampu menjadi media atau perantara yang dipercaya banyak pihak untuk dapat senantiasa menyalurkan bantuan-bantuan bagi siapapun yang membutuhkan.
Inshaa Allah...
Belum lama ini saya sempat terbang ke Manado setelah terjadinya banjir bandang disana. Saya pergi dengan beberapa perwakilan GaSS (Gabungan Artis & Seniman Sunda), waktu itu dengan Melly Goeslaw, Ferry Maryadi, Ira Maya Sopha, Netta dan Kika. Kami datang dengan membawa barang-barang yang diperlukan oleh warga korban banjir bandang disana. Dua sekolah dan dua lingkungan perumahan warga terpencil serta belum mendapat bantuan kami datangi.
Terbayang-bayang oleh saya ketika itu, mendengar cerita dari para korban disana. Kejadiannya pagi hari setelah hujan turun deras gak berhenti sejak malam-malam sebelumnya. Kemudian sekitar jam 6 pagi, air yang mengalir di sungai kecil yang berasal dari sungai Tondano mulai naik. Bahkan katanya di beberapa lokasi ada yang sudah terkena banjir sekitar jam 4 jelang subuh! Dalam waktu yang sangat cepat debit air meninggi. Mereka bilang, dari mulai 1 meter menjadi 2 - 3 meter hanya dalam hitungan menit!
Sekejap pagi itu Manado terendam...
Warga masih mensyukuri keberuntungan mereka karena banjir tiba pagi hari, banyak yang sudah bangun dari tidur dan sempat menyelamatkan diri. Kami datangi lokasi perumahan yang sepertinya bukan perumahan resmi, lokasinya persis di pinggir aliran sungai Tondano. Bisa dibayangkan seperti apa hancurnya rumah-rumah mereka bahkan banyak yang sampai hanyut.
Ada satu hal yang membuat saya berpikir, tanpa bermaksud mencari kesalahan diantara penderitaan ya. Ada satu orang warga yang bercerita kalo di kompleks perumahannya semua rumah hancur, nah tapi disana memang banyak sekali timbunan sampah. Gimana mau gak banjir??? Hmmmmmm...
Beberapa waktu lalu, saya bersama Melly Goeslaw dan Netta sebagai perwakilan dari GaSS (Gabungan Artis & Seniman Sunda) berangkat ke Malang untuk berkunjung ke lokasi korban bencana gunung Kelud.
Pagi-pagi terbang dari Jakarta, tibalah kami di Malang. Lalu siangnya kami langsung menuju lokasi ditemani para relawan. Perjalanan menuju lokasi kurang lebih 1,5 jam pake mobil. Sampai disana kami masih harus berjalan dan menyeberangi sungai yang jembatannya terputus, jadi kami nyeberangnya pake jembatan darurat yang terbuat dari bambu. Saat di jembatan, jujur aja agak ngilu sih kalo liat ke bawah karena kita berada tepat diatas arus sungai yang cukup deras dan masih dialiri lahar dingin. Setelah menyeberang kita masih naik mobil lagi, sekitar 1 Km-an untuk sampai di lokasi, medannya nanjak banget! Alhamdulillah akhirnya sampai di tempat yang dituju, yaitu dusun Klangon & dusun Sedawun, desa Pandansari, kabupaten Malang.
Dari sini bisa langsung melihat gunung Kelud yang jaraknya hanya sekitar 10 Km. Mendengar langsung cerita dari masyarakat disana pada saat kejadian, membayangkannya betul-betul bikin ngeri!
Kejadiannya malam hari, sekitar pukul 11. Sebelum gunung meletus, beberapa warga sudah diberi peringatan bahwa status gunung Kelud tiba-tiba menjadi waspada, bapak kepala desa sempat keliling mengendarai motor melewati rumah-rumah disana sambil berteriak-teriak agar jangan tidur dulu. Ternyata benar, tidak lama gunung Kelud meletus. Gemuruhnya sangat hebat membuat Warga berhamburan keluar dari rumah lalu menyaksikan letusan gunung. Banyak diantara mereka masih tidak sadar bahwa saat itu sangat berbahaya dan malah bertepuk tangan karena terlalu takjub melihat api yang menyembur dahsyat. Dalam waktu yang sangat singkat, dusun langsung diserang hujan debu tebal bahkan sampai hujan batu! Belum sempat di evakuasi, warga berlarian menyelamatkan diri masing-masing. Kebanyakan masuk rumah dan sembunyi di kolong meja.
Alhamdulillah, Allah Maha Besar, waktu kejadian itu tidak ada korban jiwa. Hanya kebanyakan rumah-rumah warga atapnya pada hancur karena tertimpa hujan pasir dan batu.
Kami dari GaSS kemarin sempat menyerahkan langsung bantuan yang diperlukan oleh warga dusun. Bantuan yang kami berikan merupakan titipan amanah dari orang-orang yang sudah menyisihkan sebagian hartanya untuk diamalkan. Inshaa Allah berkah untuk semua.
Semoga tidak ada lagi bencana di tanah air kita.
Amin...
Beberapa waktu lalu saya baru aja selesai taping (shooting untuk tayang tunda) 17 episode Tafsir Al Misbah untuk tayang bulan Ramadhan nanti di Metro TV. Acara ini sudah berjalan bertahun-tahun, biasanya ditayangkan jam 3 pagi pas waktu sahur selama bulan puasa. Alhamdulillah dan Inshaa Allah, Ramadhan tahun 2014 ini saya dan Alya Rohali yang bergantian jadi host-nya menemani Pak Quraish Syihab.
Jadi teman-teman, jangan lupa ya bulan Ramadhan nanti rajin-rajin nonton Metro TV hehehe...
Sesekali kalau lagi tengah malem kayak gini nih (sekarang waktu menunjukan jam 03.37 menjelang subuh), saya suka merenung sendiri tentang segala apa yang sudah saya lakukan baik dalam pergaulan sehari-hari ataupun dalam pekerjaan. Sekedar untuk introspeksi, mencoba mengingat-ingat apa saja yang sekiranya dari yang sudah saya perbuat dapat mengakibatkan hal buruk bagi orang lain atau mungkin bagi saya sendiri.
Dan saya berusaha untuk tak lupa bersyukur. Harus selalu bersyukur, Alhamdulillah, karena kalau ingat soal kerjaan-kerjaan saya, Masya Allah... Allah sudah menganugerahi talenta yang begitu banyak untuk saya. Mulai dari nyanyi, ngemsi, akting, jadi penyiar radio, menari, bermain komedi, memimpin unit marching band, banyak sekali. Sampai kegiatan yang akhir-akhir ini, saya punya kantor Event Organizer. Semua bisa berjalan hampir bersamaan selama ini. Kadang suka ada pertanyaan dari beberapa orang, mereka nanya "Jadiiiiii profesi kamu tuh sebenarnya yang manaaaa???"
Saya jawab aja, "Alhamdulillah, saya selama ini bisa menjadi seorang entertainer". Rasanya itu jawaban yang bisa mencakup semua lahan pekerjaan yang sudah saya jalani selama ini.
Basic-nya adalah saya suka sekali ngobrol dengan siapapun, karena disitu saya bisa melatih cara bicara saya, tanggap pada topik pembicaraan dan pada akhirnya bisa menciptakan komunikasi yang menarik dengan semua. Hal tersebut menjadi modal utama juga (selain bernyanyi) untuk bisa menjadi seorang penampil yang baik di atas panggung ataupun layar televisi.
Dan yang harus lebih disyukuri lagi adalah sudah berjalan hampir 28 tahun saya ada di bidang ini. Semoga bisa bertahan lebih lama lagi, selama saya masih kuat dan bisa berkarya dan tentunya selama masyarakat masih mau menerima hasil karya saya.
Amin...
"Assalamu'alaikum ya Rasulullah serta para sahabat..."
Demikian ucap salam kita apabila memasuki kota Madinah. Kota yang tenang dan syahdu, dimana nabi Muhammad SAW hijrah, tinggal lalu wafat. Didalam masjid Nabawi terdapat makam Rasulullah serta para sahabatnya yang mana bagian makam dan sekitarnya dulu merupakan rumah beliau.
Terdapatlah satu kawasan yang tidak terlalu besar yang dinamakan "Raudah", tempat yang makbul, segala doa akan di-ijabah oleh Allah SWT. Kalau sudah disana, sudah tidak ada lagi pangkat atau jabatan, semua berlomba untuk mencapai "Raudah" dengan berdesak-desakan di antrian hingga bisa melewati makam Rasul dan para sahabatnya untuk mengucap salam dan doa.
Ya Allah, sungguh nikmat yang luar biasa pada saat kita dapat bersujud di "Raudah" sambil mencurahkan segala isi hati yang terdalam diiringi dengan tangisan yang seringkali tak terbendung karena yakin segala doa untuk kebaikan pasti akan di-ijabah oleh-MU. Sungguh nikmat yang tak bisa kami bandingkan dengan kenikmatan dunia apapun.
Menangis dan bersujud dihadapan-MU, berserah diri hanya pada-MU, mengharap ridho-MU, untuk kebaikanku di dunia dan akhirat nanti.
Amin...
Kalau melihat orang yang berjuta-juta jumlahnya berduyun-duyun di sekitar Masjidil Haram, saya selalu membayangkan bahwa ini adalah gambaran yang akan terjadi nanti di "hari kemudian". Dimana semua orang akan antri dipanggil satu persatu di padang Mahsyar untuk lalu ditanya serta harus mempertanggungjawabkan segala perbuatan selama di dunia. Merinding sendiri kalau membayangkan hal tersebut. Namun itu pasti akan terjadi, tak bisa dihindari.
Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang senantiasa mempersiapkan bekal kebaikan untuk "hari kemudian" kelak.
Inshaa Allah...
Alhamdulillah. Awal 2014 ini saya berkesempatan untuk pergi umroh lagi. Seingat saya pertama kali pergi ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji itu 2002, kalo gak salah. Sangat bersyukur Allah telah memberi izin serta memanggil untuk saya datang berkunjung ke Baitullah dan ziarah ke makam Rasulullah. Haqul yakin bahwa setiap perjalanan ke tanah suci (atau kemanapun) bisa terjadi serta kelancarannya itu adalah semata-mata berkat ridho Allah SWT.
Bagi saya bukan untuk menjadi kebanggaan sudah lebih dari sekali berangkat ke tanah suci untuk berhaji ataupun umroh, yang pasti harus sangat disyukuri karena saya diberi kesempatan oleh Allah untuk lebih sering lagi berdoa dan memohon pada-Nya langsung di tempat-tempat yang makbul / mustajab. Mungkin karena dosa-dosa saya sangat banyak makanya saya disuruh sering "bebersih". Yang pasti kerinduan untuk selalu datang dan datang lagi ke Mekkah dan Madinah itu selaluuu aja ada. Sehingga di setiap doa-doa yang dipanjatkan disana selalu terselip permohonan agar selalu diberi kesempatan untuk bisa datang ke tanah suci lagi dan lagi. Dan ketika sudah waktunya untuk pulang dan meninggalkan Mekkah serta Madinah, pada saat mengucap doa permohonan tersebut sebagai tanda perpisahan, sudah pasti tidak mungkin tidak, air mata mengalir deras. Sudah rindu bahkan sebelum berpisah.
Ya Allah, semoga umroh kemarin adalah bukan kali terakhir aku berkunjung ke Rumah-MU, semoga aku diberikan jalan dan rizki untuk datang lagi dan lagi.
Amin...
Apa kabar semua? Semoga teman-teman dalam keadaan sehat ya.
Maaf saya baru sempat nulis blog lagi, hari Sabtu kemarin saya baru sampai Jakarta sepulang umroh dan setibanya di ibukota tercinta langsung malamnya ada nyanyi sama Kahitna di Citos. Terus keesokan harinya, sama GASS (Gabungan Artis & Seniman Sunda) kita baksos ke lokasi korban banjir di beberapa titik di Jakarta dan sekitarnya. Alhamdulillah berasa capenya sekarang-sekarang ini. Seharian tadi saya istirahat aja di rumah dan (seperti biasa) jelang waktu tidur tiba-tiba mood untuk nulis baru muncul (sekarang jam menunjukan hampir jam 3 pagi).
Beberapa pengalaman selama umroh kemarin akan saya tulis di blog lain ya, disini saya cuma ingin cerita dikit aja kalau umroh itu ngapain aja, saya yakin pasti udah banyak banget yang pergi haji atau umroh dan tahu kegiatan apa aja selama di tanah suci.
Jadi gini, selama perjalanan umroh kemarin saya lumayan sering share foto-foto via instagram, foto lagi di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Saya juga sempat liat beberapa mention di twitter saya, ada 1 mention yang bilang kalo saya lebih baik fokus berdoa selama di tanah suci dan jangan foto-foto terus. Saya cuma tersenyum aja bacanya.
Dulu, ketika pertama kali saya berangkat haji awal tahun 2000an, saya juga beranggapan kalo di tanah suci apalagi ibadah haji, saya harus benar-benar fokus ibadah selama 40 hari (waktu itu haji reguler), hanya diam di masjid saja dan tidak berkomunikasi dengan siapapun. Pokoknya full di masjid gak akan pegang handphone sama sekali. Tapi ternyata, keseharian selama di tanah suci ya sama aja dengan kita di tanah air, hanya yang membedakan adalah kita bisa puas beribadah di tempat yang makbul. Segala hal baik atau buruk yang kita lakukan atau minta bisa ijabah atau langsung mendapat balasan.
Jadi kalau kita ibadah haji atau umroh pasti masih ada kesempatan kok untuk ngobrol, kuliner, tidur, jalan-jalan bahkan belanja. Selebihnya tinggal bagaimana niatan kita dan rencana masing-masing.
Memang kemarin saya banyak foto dan berbagi di instagram karena itulah kegiatan kecil yang bisa dilakukan sambil di perjalanan menuju atau dari masjid atau mungkin selama di dalam masjid itu sendiri. Tentunya saya gak lupa tujuan saya dan tetap berusaha beribadah semaksimal mungkin. Btw makasih ya udah diingetin untuk fokus beribadah :)
Sebuah keajaiban kembali terjadi pada saya. Sharing sedikit boleh ya. Semoga bermanfaat.
Ini saya alami pada hari Jumat 17 Januari 2014, pas pada hari saya akan berangkat umroh. Sejak pagi saya udah diingetin sama rombongan jamaah umroh yang akan berangkat bersama dengan saya, katanya jalanan macet banget, paraaah! Mereka jalan dari jam 9an pagi dari Bekasi dan 3 jam perjalanan baru sampai Cawang, itu artinya bahkan belum sampai setengah jalan untuk sampai bandara Soetta!
Saya jadi agak kepikiran juga, takutnya nanti kena macet dan telat sampai bandara karena schedule pesawat itu jam 16.20 WIB. Saat itu masih sekitar jam 11.45an, saya gak mungkin langsung jalan ke bandara karena harus Jumatan dulu dan yang paling aman ya di mesjid kompleks rumah saya karena udah dekat waktu shalat. Sempat dilema.
Mungkin masih ada yang ingat dengan tulisan saya berjudul "Jadwal Ajaib" (Blog 17 Desember 2013) dimana saya harus nyanyi di kota Makassar siangnya dan malamnya langsung ada nyanyi lagi di Jakarta. Haqul yakin bahwa "kuncian" dari semua yang akan kita lakukan adalah dengan meminta pertolongan "langsung" pada Allah SWT.
Setelah selesai shalat Jumat kemudian saya lanjut shalat Hajat dan berdoa diniatkan khusus agar Allah mengijinkan perjalanan saya ke bandara nanti lancar dan selamat. Selebihnya saya pasrah.
Subhanallah. Jalanan siang itu kosong lancar dan jarak tempuh dari rumah saya sampai bandara Soetta hanya sekitar 45 menit di jam-jam rawan lalu lintas Jakarta.
Subhanallah... Alhamdulillah... Haqul yakin Allah Maha Besar...
Waktu di mobil, perjalanan dari rumah menuju bandara Soetta, (seperti biasa kalau mau berangkat umroh) saya mengirim pesan ke semua keluarga dan kerabat via BBM, Path, Twitter, SMS atau pun telpon. Termasuk secara langsung ke supir & asisten penjaga rumah saya. Pastinya kata yang diucapkan adalah permintaan maaf lahir batin dan mohon doa untuk kelancaran proses ibadah nanti di tanah suci. Meskipun ini bukan yang pertama kali tapi selalu aja ada perasaan haru pada saat proses memohon maaf serta doa tadi. Gak tau kenapa ya, mendadak melow yellow gituuuu...
Tapi beneran deh, dari dulu sampai sekarang selalu suasana batinnya seperti itu. Mungkin karena ini perjalanan ibadah kali ya, makanya ada perasaan yang beda (beda banget rasanya) kalau dibandingkan dengan travelling yang hanya sekedar jalan-jalan. Yakin banget deh temen-temen yang sudah pernah pergi umroh juga seperti itu.
Perasaan haru itu mungkin datangnya dari harapan untuk segera sampai lagi di tanah suci, shalat di masjid Nabawi lagi, ziarah ke makam Rasulullah lagi, tawaf dan sa'i di Masjidil Haram lagi, shalat langsung menghadap Ka'bah lagi. Inshaa Allah...
(Ditulis 18 Januari 2014)
Lebih kurang sudah 7 jam penerbangan dari Jakarta menuju Jeddah. Pastinya selama perjalanan akan gelap terus karena take off dari Jakarta tadi sekitar jam 17.30 WIB dan waktu tempuh untuk tiba di Jeddah sekitar 11 jam lebih.
Dan seperti biasanya saya gak bisa tidur.
Tadi sempet siiiih tidur 1-2 jam di awal penerbangan tapi abis itu yaaa gini nih, mata melek aja. Sementara di dalam pesawat lampu gelap remang-remang karena hampir semua penumpang tidur (yah emang jam nya tidur sih, kenapa ini mata malah melek begini). Biasanya kalo udah kayak gini saya jalan-jalan aja muterin lorong dalam pesawat, kadang streching kaki, baca koran atau bacaan apa aja yang ada, atau masuk ke ruang pramugari minta dibikinin minuman hangat sambil ngobrol-ngobrol deh sama mereka. Dan semuanya tadi udah dilakukan. Hmmm...
Berhubung saya masih melek, sekarang ada kegiatan baru yaitu foto-foto suasana gelap di pesawat sambil nulis blog ini hahahaha...
Gak papa lah yaaaaa??!
(Ditulis 18 Januari 2014)
Bismillahirrohmanirohiim...
17 Jan 2014 sore saya berangkat bersama rombongan dari travel Shakira Tour. Kali ini bawa rombongan 14 orang jamaah yang semuanya keluarga bersaudara. Saya juga saudaraan sama semua, saudara sesama Muslim hehehe...
Mohon maaf lahir batin ya buat semua pembaca setia blog saya, barangkali ada tulisan yang tidak berkenan selama ini, yang pasti dengan maaf dari semua Inshaa Allah akan lebih melancarkan proses ibadah saya selama di tanah suci nanti. Inshaa Allah akan bagi-bagi cerita juga via blog saya selama perjalanan.
OK, kita mau boarding pesawat dulu ya. Wassalamu'alaikum...
(Ditulis 17 Januari 2014)
Awal 2014 berhasil membuat sejarah baru dalam hidup saya karena impian 3 tahun lalu bersama Mas Eko Supriyanto untuk kolaborasi tari bisa terwujud.
ALHAMDULILLAH...
Akhirnya ya Mas Eko, kita jadi juga menari bersama. Jadi ceritanya 3 tahun lalu saya gak sengaja ketemu Mas Eko di Singapore, baru kenalan waktu itu tapi langsung akrab banget. Saya bilang, pengen deh bisa kolaborasi untuk menggalakan lagi yang namanya tarian tradisional bangsa agar terjadi regenerasi oleh anak-anak muda Indonesia. Nah kemarin momen yang ditunggu-tunggu akhirnya terwujud, 11 Januari 2014 saya serta Mas Eko membuat pergelaran dengan judul "Menari Itu Mudah".
Konsep dan judul saya yang buat, tentunya konsultasi dulu dengan Mas Eko dan setelah ia setuju, langsung lah kita jalankan konsep tersebut. Saya cuma ketemu Mas Eko sehari sebelum hari H, itu untuk latihan "tarian baru" kolaborasi antara saya dan Mas Eko. Tarian yang kami buat judulnya "Tari Tarung" terinspirasi dari Tari Topeng Tarung yang merupakan tarian Sunda. Sekitar 30 menit aja proses menciptakan tarian itu dan langsung jadi. Mas Eko cuma ngasih latihan 2 kali untuk saya menghafal gerakan-gerakannya.
Esok harinya sebelum show, kita latihan lagi hanya sebanyak 2 kali mengulang gerakan baru tarian yang telah tercipta kemarin. Lalu setelah itu langsung naik panggung. Alhamdulillah semuanya lancar dan para penonton yang hadir suka dengan pertunjukannya.
Sebenarnya saya takjub juga dengan diri saya sendiri, kok berani-beraninya ya saya menari berdua sama Mas Eko yang sudah mau jadi sarjana S3 tari dan seni, sementara saya cuma modal berasa punya bakat tari aja, itupun cuma 2-3 tari Sunda klasik yang saya kuasai. Tapi ya itulah, Mas Eko sudah sangat ahli menari jadi beliau bisa membuat saya nyaman saat berkolaborasi, gak terlalu minder gituuuuh hahaha...
Dan sekarang saya lagi menggebu-gebu banget pengen bikin kolaborasi lagi sama Mas Eko. Semoga ya Mas.
Amin...
Namanya Mbak BALINA. Salah seorang teman dari sahabat-sahabat saya yang sangat appreciate dengan karya-karya Kahitna. Teman dekat Mbak Lina biasa memanggil dirinya dengan sebutan "Soulmate Kahitna".
Jadi beberapa hari lalu saya di BBM oleh sahabat saya dan dia bilang bahwa Mbak Lina terserang kanker payudara stadium 4 dan saat ini nampaknya sel kanker sudah menyebar sampai ke paru-paru. Sahabat saya juga bilang, Mbak Lina waktu nonton konser 25 tahun Kahitna gak kesampean mau foto sama saya dan Yovie. Kebetulan memang sahabat-sahabatnya Mbak Lina adalah sahabat saya juga, maka setelah dapat kabar tersebut, langsung besoknya saya berangkat ke rumah sakit untuk menjenguk.
Sebelum berangkat, saya ambil salah satu koleksi tasbih saya dan 1 CD The Best Religi saya untuk nanti saya kasih ke Mbak Lina. Ketika bertemu, Mbak Lina dalam keadaan lemah, seperti gak ada semangat. Saya ngobrol dan memberi semangat supaya Mbak Lina bisa senantiasa optimis dan tentunya terus berdoa kepada Allah SWT. Kemudian saya bilang pelan-pelan sambil kasih tasbih, "Mbak... Saya cuma bisa kasih ini aja, buat kekuatan Mbak, jangan lepas ya tasbihnya Mbak..." Alhamdulillah Mbak Lina terhibur dan selama beberapa waktu saya disana, ia pegang terus tasbihnya. Hati saya pun ikut tentram melihatnya.
Tiba-tiba Mbak Lina mau dan bisa duduk yang sebelum-sebelumnya dia gak bisa sama sekali karena tiap duduk rasa sakit muncul di sekujur tubuh. Kata sahabat-sahabatnya Mbak Lina mulai senyum lagi, ada tawa lagi walaupun sambil menahan rasa sakit yang luar biasa. Mendengar itu saya juga makin semangat untuk support Mbak Lina agar tetap optimis, ingin sekali membahagiakan Mbak Lina agar ia tidak terlalu merasakan sakitnya serangan sel-sel kanker di tubuhnya.
Jujur, kalau melihat kondisi sahabat yang sedang sakit seperti ini, batin saya nangis banget gak tega melihatnya, maka dari itu selagi ada waktu saya luangkan lagi esok harinya untuk menjenguk Mbak Lina walaupun hanya sebentar. Sekedar memberikan perhatian, senyum, berusaha membuat ia tertawa dan memberikan pelukan yang semoga bisa jadi penyemangat untuk terus bertahan.
Semoga saya dan kita semua senantiasa ada untuk keluarga, sahabat serta teman-teman, terutama mereka yang sedang membutuhkan support.
Tetap kuat ya Mbak Lina, doa kami semua bersamamu.
Alhamdulillah...
Itu kata yang paling tepat bagi saya dalam menyambut tahun 2014. Sebenarnya bersyukur tiap detik hal yang paling tepat karena sampai saat ini saya atau kita semua masih diberi waktu oleh Tuhan YME untuk bisa menjalani hidup dengan sehat sehingga mampu beraktifitas dengan baik dan tentunya menjalankan semua proses ibadah dengan khusyu'. Keseimbangan antara dunia dan bekal untuk akhirat yang harus selalu kita ingat serta jalankan. Acara-acara ritual menyambut pergantian tahun tak perlu terlalu diributkan karena dibalik kemeriahan pesta ataupun doa bersama yang paling penting adalah niatan batin masing-masing yang hanya diketahui oleh ALLAH SWT.
Selamat datang 2014, selamat tahun baru untuk teman-teman semua, semoga kita bisa semakin baik dalam karir terutama akhlak kita.
Amin...
Dari tadi siang liat beberapa status di BBM atau social media, tulisannya "Selamat Hari Ibu". Jadi inget almarhumah Ibu. Orang yang paling saya cintai.
Rasanya kalau saya bercerita tentang Ibu disini, pasti akan terkesan memuji berlebihan. Tapi bagi saya, Ibu adalah pahlawan.
Cuma sedikit cerita pada 25 Agustus 2001, waktu Ibu meninggal pas saya lagi di Medan. Ketika dengar kabar itu rasanya dunia saya runtuh. Saat itu saya hanya bisa memeluk erat Pak Budi drummer yang selalu menjadi teman sekamar jika tur dengan KAHITNA sambil menangis keras dan meratapi bahwa "Mamah" sudah meninggal. Sampai sekarang kalau tiba-tiba rindu beliau, biasanya saya tak kuasa menahan air mata.
Ada rasa kangen yang dalem banget pengen ketemu, pengen tiduran diperutnya sambil nonton TV dan gak lama beliau ketiduran, terus saya bangunin supaya Ibu pindah tidur di kamarnya.
Kangen sama becandanya dan kalau Ibu udah ketawa biasanya suka sampe keluar air mata.
Kangen dengerin suaranya tiap subuh baca Qur'an di ruang tengah rumah saya di Bandung.
Banyak sekali yang saya kangenin dari almarhumah Ibu.
Mah... Sekarang Mamah sudah tenang, tugas Hedi sebagai anak untuk berbakti sampai akhir hayat Hedi untuk selalu mendoakan Mamah dan Papih.
Beruntunglah semua teman-teman yang masih mempunyai Ibu disampingnya. Bahagiakanlah beliau sampai akhir hayatnya, berikan waktu yang banyak untuk selalu bersamanya karena ketika beliau sudah tiada, kita hanya bisa memendam rindu serta mengirim doa untuknya.
Selamat Hari Ibu.
Mau share sedikit boleh ya untuk teman-teman pembaca setia blog saya. Ada kejadian yang baru aja saya alami kemarin.
Sebuah keajaiban, setidaknya itulah yang saya rasakan.
Sejak beberapa hari lalu, saya dan manager saya agak stress kepikiran dengan pekerjaan yang harus dijalani beberapa waktu kedepan. Ada 2 schedule nyanyi di hari yang sama tapi di 2 kota yang berjauhan letaknya. Siang di Makassar dan malam di Jakarta. Sebetulnya udah biasa situasi seperti itu tapi yang bikin kepikiran adalah jadwal pesawat yang seringkali delay, apalagi dengan cuaca akhir-akhir ini yang hampir tiap hari hujan.
Jadi begini skenarionya: Saya menuju ke Makassar dengan flight pagi-pagi sekali, sampai disana sekitar jam 11.30an lalu segera meluncur ke lokasi dan langsung nyanyi beberapa lagu. Setelah itu bergegas balik lagi ke bandara Sultan Hasanuddin. Nunggu boarding pesawat jam 14.40, lalu terbang pulang ke Jakarta karena harus ngejar sampe di lokasi nyanyi berikutnya jam 19.00 tepat!
Alhamdulillah on schedule #LapKeringet
Inti ceritanya bukan tentang schedule lhoooo tapi kelancaran semua kegiatan yang berjalan sesuai rencana dengan tepat waktu. Lancaaarrr semua!
Jadi beberapa hari lalu saya masih tegang kepikiran, takut jadwal berantakan karena resiko pesawat delay dan cuaca buruk. Rasa takut itu membuat saya tak punya pilihan selain pasrah dan memohon kepada Sang Maha Kuasa. Malam sebelumnya saya laksanakan shalat sunnah Hajat untuk meminta kepada Yang Maha Menguasai langit dan bumi, yaitu Allah SWT. Meminta agar pada harinya semua dilancarkan sesuai jadwal yang ada tanpa aral melintang. Meminta dan bersujud sepenuh hati karena gak ada obat kegalauan dan ketakutan kita pada semua yang mungkin terjadi di dunia ini selain meminta hanya kepada-NYA. Setelah berdoa rada hilang rasa cemas dan saya hanya berusaha yakin bahwa semua akan baik-baik saja.
Subhanallah. Benar terjadi, semua berjalan sesuai rencana dan jadwal, persis seperti skenario diatas. Bahkan cuaca hari itu cerah...rah...raaaahhh! Matahari indah banget seakan tersenyum pada saya hehe... Waktu mendarat di Makassar agak sedikit gerimis sih tapi yang lebih ditakutkan sorenya waktu mendarat di Jakarta, ngeri mendung terus hujan tapi ternyata cerah juga!
Emang deh obat yang paling mujarab untuk menyembuhkan kita dari kegalauan dunia sebenarnya sangat sederhana, yakni memohon langsung kepada-NYA dan tentunya dengan adab yang baik penuh santun dan rendah hati karena kita memang makhluk kecil lemah tak berdaya yang butuh perlindungan dari Sang Maha Kuasa.
Semoga sharing saya memberikan manfaat ya. Amin.
Senin, 9 Des 2013.
Bangun tidur subuh, saya buka HP dan ada message masuk dari Mbak Ai (istri dari Mas Edie Soesilo) dengan kalimat awalnya "Innalillahi wa innailaihi roji'un" langsung saya lemes. Ya Allah...
Mas Edie meninggal dunia.
Beberapa minggu lalu saya sempet besuk beliau dan kunjungan tersebut juga saya ceritakan di blog ini (blog tanggal 13 November 2013). Hari Minggu sore, sehari sebelum meninggalnya Mas Edie, saya dan KAHITNA sekeluarga sempat menjenguk lagi ke rumah sakit tapi kondisi beliau memang menurun jauh dari kunjungan saya beberapa minggu sebelumnya. Rupanya waktu itu tumor di bagian kepalanya baru ada 3 titik. Hari Minggu itu sudah menyebar sampai 20 titik.
Allah Maha Berkehendak. Alhamdulillah saya masih sempat datang ke rumah duka untuk melayat dan melihat jasad almarhum sebelum dimakamkan. Saya menangis karena almarhum adalah salah satu orang yang berjasa di awal karir saya dulu. Mas Edie yang men-support saya sepenuhnya untuk bisa menjadi seorang pembawa acara walaupun saya gak punya dasar dan ilmu sebagai MC. Almarhum sosok yang hangat, selalu perhatian dan mesra setiap ketemu, ia sudah menganggap saya seperti adik sendiri dan begitu juga saya sebaliknya.
Mas Edie, saya sangat kehilangan tapi saya ikhlas lillahi ta'ala karena Mas Edie sekarang Inshaa Allah sudah berada di tempat yang damai & tenang.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu...
Sukaaaaa banget sama yang namanya batik. Kayaknya koleksi baju batik saya juga lumayan banyak, hampir semuanya udah pernah dipake nyanyi atau sekedar untuk sehari-hari. Pastinya juga ada batik yang saya siapkan khusus untuk ke undangan resmi. Bahkan kain batik yang belum dijadikan baju pun masih banyak di lemari. Gak tau kenapa tapi kalau udah pake baju batik, apalagi pada saat nyanyi diluar negeri, ada rasa bangga yang lebih karena bisa menunjukan kepada semua orang kalau Indonesia punya ciri khas yang layak untuk diacungi jempol plus bikin penampilan kita jadi lebih keren!
Saya punya designer langganan yang menjahitkan kemeja-kemeja dari bahan batik untuk kebutuhan manggung, dia punya sentuhan hebat yang bikin hasilnya itu jadi baguuuuuuuussss! Sedih banget designer yang juga sahabat saya itu wafat tahun lalu dan hingga sekarang saya belum menemukan pengganti yang bisa buatin kemeja-kemeja batik lagi kayak dulu.
Kembali ke cerita soal batik ya. Pernah waktu menyanyi diluar negeri kan saya pake batik, nah selesai menyanyi saya didatengin oleh salah satu penonton bule dan dia udah ngerti kalau baju saya pake itu batik. Kagetnya adalah dia nanya baju batik yang saya pake saat itu mau dijual gak??! Hahahahhaaa... Sumpah kaget banget!
Kata si bule, dia suka banget sama batik yang saya pake. Agak bingung juga jawabnya, akhirnya saya bilang gak bawa baju untuk ganti di tempat nyanyi itu tapi saya janji nanti sepulang ke hotel, batiknya akan saya kasi buat dia. Akhirnya baju batik itu saya titipkan ke teman yang stay disana dan kebetulan teman juga dari si bule tadi. Yahhh batik andalan melayang tapi yang penting budaya Indonesia disenengin banyak orang hehehe...
Cinta Indonesia! Cinta batik!
Ada kejadian kurang asik tadi waktu baru landing di bandara Soetta sepulang liburan dari Singapore. Jadi di parkiran terminal 3 pas saya lagi nunggu jemputan, antrian mobil-mobil yang juga mau jemput kacau banget! Jalanan jadi macet karena banyak kendaraan menaikan para penumpang + barang-barangnya. Nah yang bikin kacau bukan semata-mata mobil yang menjemput itu tapi karena di jalur kanan kirinya mobil-mobil pada parkir sembarangan. Jadi jalur untuk penjemputan yang sebetulnya cukup untuk 3 baris mobil, sekarang yang bisa dipakai hanya 1 jalur yang tengah aja. Otomatis jadi macetlaaaahhh...
Saya sambil nunggu jemputan, berdiri persis depan mobil yang parkir di belokan jalan dan ada supirnya yang nunggu dengan kondisi mesin menyala, nah si mobil itu yang paling menyebabkan kemacetan! Dibelokan geto looooohhh! Ya udah saya ketok aja kaca mobilnya sambil bilang ke supirnya, "Pak, maju Pak... Udah bikin macet banget nih, belokan!!!" Terus si yang bawa mobil ini keukeuh diem gak mau pindah sambil pura-pura nyalain HP, kayaknya sih mau jemput tapi yang dijemput masih belum muncul, tapi kan yaaa punya perasaan dikit lah mestinya. Jangan egois gitu padahal ngeliat yang dibelakangnya antrian panjang susah maju.
Sungguh sangat disayangkan lagi, para petugas parkir atau security bandara gak tegas juga sama yang "beginian". Serunya, manager saya negur petugas parkir yang pake seragam ada tulisan "security bandara" supaya bantu menertibkan mobil-mobil yang udah parkir menghalangi jalan itu, tapi security tersebut malah balik bilang ke manager saya, "Ya Bapak aja yang tegor itu mobil, jangan saya!"
Nah loh???!!! Itu kan tugasnya dia ya!
Jadilah agak-agak ribut sedikit.
Daaaaaaaaaan mobil yang parkir dibelokan tadi masih belum gerak juga! Saya tetep berdiri nempel ke depan mobil itu sambil ngeliatin (lebih tepatnya melototin siiih) dan yang bawa mobil cuma sok sibuk nempelin HP di kuping. Akhirnya dia mau juga pindah dari lokasi itu dan terbukti, jalur mobil-mobil yang mau jemput jadi lebih lancar.
Jujur saya masih kaget sama jawaban security tadi, bahkan dia bilang, "Biasanya juga gak apa-apa kok parkir kayak gitu".
Ya Allah, ini gimana ya, udah gak ngerti lagi sama para petugas seperti ini. Di satu sisi kita kasian juga, pasti dia pusing ngatur kendaraan yang super banyak dan parkir tak beraturan dan lain-lain dan lain-lain. Tapi di sisi lain, seharusnya dia bisa menjalankan tugasnya dengan baik kan ya??!! Seharusnya dikasih pelatihan yang mencukupi supaya para petugas seperti ini bisa mengambil sikap yang benar untuk mengatasi hal-hal seperti kejadian diatas.
Otomatis setelah kejadian tadi itu saya langsung ingat dan membandingkan kondisi selama di Singapore kemarin. Kenapa ya disana bisa sangat teratur, serba disiplin, naik kendaraan umum pun nyaman, dan... Aaaaahhhh sudahlah, ntar kesananya terlalu berlebihan memuji negara lain.
Tapi memang kenyataannya begitu dan harus diakui. Untuk urusan disiplin terutama soal lalu lintas, di negara kita masih paraaaahhh!
Mari kita perbaiki, mulai dari diri sendiri.
"KESADARAN" mana suaranyaaaaaaaaa??? #KasiMic
Liburan... Liburan... Liburan...
Saya sukaaaa banget sama yang namanya liburan, apalagi kalo bisa keluar negri. Ya pasti lah ya semua orang suka yaaa hahaha...
Kalo saya paling suka liburan sendiri atau orang bilangnya solo travelling. Soalnya kalo jalan sendirian enaknya gak harus tergantung waktu dan bisa kemana aja gak perlu ngikutin temen, kan kadang-kadang beda maunya tuh hehe. Kalaupun kejadian travelling sama temen, pasti orangnya emang enak buat diajak jalan bareng. Kebanyakan pengalaman orang-orang dan saya juga, biasanya sifat asli akan kelihatan pada saat sama-sama berada diluar kota atau luar negri alias jauh dari tempat tinggal dan kesehariannya. Makanya saya kalau liburan mendingan sendirian aja. Biasanya pun pas jalan sama temen diluar negri pasti ada saat-saat dimana saya pisah untuk jalan sendirian. Gak tau kenapa tapi ada perasaan enjoy dan happy aja ketika jalan kaki sendirian, nyusurin jalanan yang baru pertama dilalui, nikmatin banget suasana-suasana kayak gitu. Pokoknya solo travelling khususnya keluar negri, bagi saya momen nikmatin kesendirian karena bebas mau jalan kaki, naik bus, kereta, nongkrong dimana aja, semua itu tentunya ditambah kenyamanan maksimal karena privacy terjaga.
Yaaahhhh jadi begitulah sharing singkat saya soal liburan hehehe...
Sampai jumpa lagi di Jakarta!
Pernah kan ngalamin perasaan ada aja yang kurang dalam hidup sehari-hari?
Kurang banyak ini, ingin beli itu, yang ini perlu ditambah, yang itu kayaknya harus punya. Ternyata setelah ditelaah, semuanya termasuk kategori kebutuhan sekunder yang mungkin bisa dibilang "gak perlu-perlu amat" tapi kok mendadak menjadi suatu kebutuhan penting bagi diri kita. Akhirnya seringkali barang-barang yang sudah terlanjur dibeli itu malah cuma menuh-menuhin rumah aja, dipakai ga pernah, disimpan entah sampai kapan. Atau mungkin bisa jadi barang tersebut malah kadaluwarsa dan tak layak pakai lagi. Terus? Ya udah, dibuang deh. Mubazir.
Kadang yang perlu kita lakukan adalah sedikit membuka mata, sedikit aja. Di sekeliling kita, tidak usah terlalu jauh dulu melihat yang diluar sana, apakah sanak famili sudah memiliki kehidupan yang layak?
Bukan tidak ada, namun kadang kita yang tidak tahu tapi semoga bukan tidak mau tahu ya. Masih banyak mereka yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Betapa terpukulnya kita bila mengetahui banyak yang untuk makan saja sulit sekali, sementara kadang makanan yang kita makan tidak dihabiskan atau mengambil porsi berlebihan sehingga bersisa lalu terbuang.
Tulisan ini adalah teguran untuk diri saya sendiri dan mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi untuk semua, bahwa diantara kehidupan kita yang inshaa Allah serba berkecukupan masih banyak mereka-mereka yang tidak terlalu beruntung. Semoga kita semua menjadi manusia yang senantiasa peduli dengan orang-orang di sekitar kita, terutama keluarga terdekat. Semoga kita selalu dalam kebaikan dan menjadi pribadi yang terbuka mata hatinya.
Semoga kita selalu ingat, ketika kita mengeluh masih banyak mereka yang sedang menderita sampai tak lagi bisa mengeluh.
Tahun 2013 ini adalah pertama kalinya sepanjang karir saya bisa merilis 2 single solo dalam rentang waktu yang cukup pendek, hanya berjarak sekitar 3 bulan. Pertengahan tahun saya merilis single "MENGERTIKAH" ciptaan Yovie Widianto, kemudian sekitar bulan Oktober rilis lagi single "KEKASIH SEJATI" juga ciptaan Yovie Widianto, yang terakhir itu ada di album Yovie and His Friends bertajuk IRREPLACEABLE. Kedua lagu tersebut sudah tersedia di iTunes dan dalam bentuk CD. Hal yang menyenangkan buat saya adalah pada saat nyanyiin kedua lagu itu, walaupun sama penciptanya tapi cara nyanyinya hampir berbeda jauh.
Lagu "MENGERTIKAH" cenderung "aman" dinyanyikan, sementara "KEKASIH SEJATI" kalau menurut saya cukup "berbahaya".
Kenapa kok berbahaya???
Yovie membuat arransemen musik "KEKASIH SEJATI" sengaja dengan nada dasar lebih tinggi dari range vokal saya, supaya pada saat nyanyiin lagunya saya banyak mengambil suara falset. Apa itu suara falset? Coba didengerin deh lagu "KEKASIH SEJATI", suara saya "tipis tebal - tipis tebal" naaahhhh yang tipis itu yang namanya falset.
Tapi makin sering saya menyanyikan kedua lagu ciptaan Yovie itu ketika lagi manggung atau promo, makin saya ngerasa kalau ternyata "KEKASIH SEJATI" emang pas banget buat saya, nyanyinya bener-bener GUE BANGET. Suaranya juga GUE BANGET. Emang deh Yovie jago kalo udah membuat karya. Bisa memilih secara tepat apa yang harus diberikan kepada si penyanyi yang akan membawakan lagunya. Walaupun awalnya penyanyi itu gak yakin bisa, namun ternyata hasilnya sangat membahagiakan.
Teman adalah mereka yang senantiasa ada dalam susah ataupun senang.
Teman adalah mereka yang selalu memberi perhatian dan mendukung segala hal yang terbaik untuk kita.
Teman adalah mereka yang selalu mengingatkan dan menyelamatkan kita saat berada dalam posisi yang kurang baik.
Teman adalah mereka yang menjadi tempat saling berbagi, tempat mencurahkan segala isi hati.
Teman adalah mereka yang sangat mengerti perilaku dan sifat kita sehingga bisa saling menjaga satu sama lain.
Teman adalah mereka yang bersedia menjaga tali persaudaraan dalam waktu yang lama, selamanya.
Teman adalah sayang dan cinta.
Teman saya adalah KAHITNA.
Foto diatas adalah salah satu momen paling indah selama hidup saya yang patut disyukuri. Saat itu di konser Yovie Widianto bertajuk Irreplaceable, tepatnya 24 September lalu.
Saya mengingat mundur sampai pada titik awal saya mulai merintis karir sebagai penyanyi di Bandung. Kira-kira 27 tahun lalu, tepatnya Maret 1987 saya kenal dengan Yovie, lalu saya diajak gabung di Kahitna ketika itu. Melewati masa-masa dengan berbagai macam kenangan serta perjuangan. Banyaaaakkk banget deh ceritanya. Dari yang kita ke Jakarta untuk rekaman album tapi gak jelas rilisnya kapan, naek mobil Jeep terbuka Bandung-Jakarta dan saya duduk di bangku belakang cuma beralaskan bantal kursi biasa karena jok belakang Jeep itu gak ada. Terus pas selesai rekaman sore sambil menuju pulang ke rumah, kita mampir di warteg atau nasi padang dan kita urunan beli nasi sebungkus untuk berdua atau bertiga. Masa-masa sulit waktu itu tapi kok happy aja jalaninnya.
Dan yang paling wajib disyukuri adalah sampai sekarang kita masih bisa berkarya sama-sama. Masih satu grup di Kahitna walaupun kita punya project solo masing-masing. Hampir 27 tahun lho kita bersama. Itu lebih dari separuh usia saya sekarang. Berarti lebih dari separuh hidup saya ada di musik bersama Kahitna dan Yovie. Karir solo saya pun banyak sekali mendapat support dari Yovie.
Semoga ini semua tidak pernah terpisahkan sampai kita sudah waktunya untuk 'pensiun' berkarya. Pensiun berkarya tapi kayaknya gak akan pernah bisa pensiun dari musik. Inshaa Allah
Pasti pernah kan ditanya atau bertanya pada diri sendiri, "apa sih yang paling dicari saat ini?!" Kalau dulu jawaban saya bisa pengen mobil ini, pengen rumah segede itu, pengen beli ini, pengen ke negara itu, hadeuh gak ada habisnya deh. Tapi kalau sekarang, jawabannya adalah "Saya ingin TENANG." Luas sekali sebenarnya maksud dari "tenang" yang saya inginkan. Tenang dalam hidup sehari-sehari, tenang dalam bekerja, dan yang utama tenang dalam beribadah. Kita semua pasti merasakan, kalau tidak tenang pada saat mengerjakan sesuatu, kita gak akan yakin dengan hasil dari pekerjaan itu. Terburu-buru, banyak gangguan, serta hal-hal lain yang jika terjadi bisa menyebabkan gelisah dan hilanglah ketenangan.
Dulu saya banyak ingin ini dan itu, namun sekarang mendapatkan ketenangan menjadi suatu kebutuhan utama. Tenang dalam beribadah adalah kunci yang paling penting (bagi saya) dalam menjalani hari demi hari karena pengaruhnya sangat besar sekali. Sungguh mendamaikan hati. Ujian yang seringkali muncul biasanya berupa situasi mendesak yang membuat kita terjebak dalam kondisi dimana rasa tenang hilang. Ketika itu terjadi, yang bisa kita lakukan hanyalah self control agar tak larut dalam suasana.
Saya berusaha menyadari bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini merupakan cobaan. Setiap detik kejadian terjadi atas izin Sang Maha Pencipta. Mengeluh hanya akan membuat kita tersesat, sedangkan bersyukur akan menghadirkan nikmat.
Jadi saya tetap pengen mobil, rumah, jalan-jalan dan masih banyak lagi tapi semua itu hanya akan bisa terwujud jika saya memiliki ketenangan dalam menjalani hidup. Ketika kita tenang, kita selalu bisa berpikir jernih dan positif. Selebihnya tinggal kita meminta dengan tulus kepada Allah melalui doa. Inshaa Allah kita akan menerima apa yang pantas kita terima.
Hai hai haiiiii apa kabarnya??? Ada cerita seru nih... Jadi kemarin sore saya ada nyanyi (solo) di Grand Hyatt - Thamrin, Jakarta dan di rundown mulai perform itu jam 7 malam. Udah dipas-pasin bahkan ada bayangan bakal sempet duduk-duduk dulu sambil ngopi-ngopi nunggu maghrib disana karena yang dipikiran saya kalau jalan jam 4 sore dari rumah, jalanan masih agak lancar lah karena belum bubaran kantor. Jadi saya keluar rumah jam 4 sore kurang dikiiit. Di perjalanan kerasa ngantuk, akhirnya terpejam juga ini mata.
Pas kebangun liat udah jam 5 lebih! Tapi masih setengah jalan dan macetnya asik banget! Langsung saya kasi instruksi ke supir saya untuk potong jalan aja. Muter muter, ternyata dimana-mana sama, MACET. Duuuhh liat jam lagi udah 5.30 sore tapi masih jauh dari tujuan! Manager saya yang udah stand by nunggu di lokasi mulai mules-mules pas saya bilang di BBM "masih jauh..." Deg-degan tapi Alhamdulillah mulai lancar.
Jam 6 sore udah nyampe di sekitar gedung Sarinah - Thamrin tapi macetnya sangat luar biasa disitu. Saya pikir kalau terus diem di mobil bisa-bisa nyampe di Hyatt telat banget. Kebetulan jarak antara gedung Sarinah ke Hyatt itu udah ga terlampau jauh, yahhh kira-kira 500 meter kali yaaa. Akhirnya saya turun dari mobil dengan pakaian lengkap untuk manggung nanti, pake jas yang agak tebal, rambut agak di spike dan bersepatu pantovel yang sebenarnya kurang nyaman dipakai jalan. Lalu jalan kakilah saya. Sempat berteguran sama orang-orang yang papasan selama di jalan. Kali mereka mikir, ini Hedi Yunus mau kemana lagi maghrib-maghrib pake jas tebel jalan kaki di Thamrin, berasa salah kostum banget karena ini kan Jakarta gitu loooohh yang udaranya puanaaaasss, hahaha... Saya terus melangkah dengan kaki yang mulai cenat-cenut akibat sepatu manggung yang dipakai jalan dadakan. Dan Alhamdulillah saya sampai di Hyatt, jam menunjukan pukul 6.40, 20 menit sebelum show. Langsung lega saya bisa lepas sepatu.
Masih sempat shalat maghrib dulu di dress room, malah sempat isya dulu sebelum naik panggung. Alhamdulillah. Melakukan aktifitas setelah shalat isya selalu membuat tenang batin saya karena rasanya kewajiban hari itu sudah berhasil dilaksanakan semua. Inshaa Allah.
Jadi teman-teman semua, itulah gambaran kejadian-kejadian yang biasa terjadi pada para pekerja seni seperti saya dan pasti masih banyak cerita seru dari rekan-rekan seniman lain yang mungkin rela melakukan hal-hal tidak terduga pada saat sudah diatas panggung atau di depan kamera TV.
Saya juga dulu pernah ngojek beberapa kali untuk mengejar acara live di stasiun TV karena jalanan luar biasa macetnya. Bayangin aja, udah pake baju untuk shooting dan pastinya rambut ditata sedemikian rupa untuk nyanyi, gak taunya musti pake helm karena ngojek! Sampai studio gak lama langsung on cam pula. Yahhh akhirnya waktu itu sambil shooting sambil ngucek-ngucek rambut terus karena perasaan rambut saya udah sama bentuknya sama helm yang saya pake barusan. Wkwkwkwkwkwkkkk...
Apa kabar semua? Saya nulis blog ini di saat perasaan lagi agak sedih. Kemarin siang saya dateng ke sebuah rumah sakit di Jakarta, sengaja menyempatkan diri untuk menjenguk Mas Edie Soesilo. Beliau adalah salah satu orang yang paling berjasa dalam karir saya,
terutama saat awal merintis karir dari Bandung pindah ke Jakarta. Dulu di awal tahun 90an, Mas Edie punya stasiun radio yang namanya TMI (Terminal Musik Indonesia) yang khusus hanya memutarkan lagu-lagu berbahasa Indonesia. Ketika itu saya lumayan sering berkunjung kesana untuk wawancara dalam rangka promo single ataupun album solo saya. Tiba-tiba saja saya menjadi sangat dekat dengan kru radio TMI dan terutama dengan Mas Edie yang sudah seperti kakak sendiri.
Saya ingat sekali kala Mas Edie menawarkan saya untuk menjadi host di televisi, padahal sebelumnya saya belum pernah sama sekali menjadi host di event apapun. Saat itu Mas Edie punya ide yang belum pernah ada sebelumnya, yaitu membuat acara TV untuk anak-anak muda dimana host-nya bisa ngemsi sekaligus nyanyi. Lalu sekitar awal tahun 90an jadilah acara yang namanya "ABG" singkatan dari Aneka Bakat dan Gaya hasil produksi radio TMI bekerja sama dengan TPI yang sekarang sudah jadi MNCTV. Ditayangkan setiap hari Minggu pagi jam 8, acara ini berjalan hampir 2 tahun. ABG menjadi salah satu "lompatan awal" di karir saya sehingga saya bisa nyanyi dan ngemsi sampai sekarang. Semua itu berkat kejelian seorang Mas Edie Soesilo yang melihat serta percaya akan potensi yang ada dalam diri saya. Hingga kini saya sangat berterima kasih kepada beliau.
Saat ini Mas Edie terbaring lemah karena tumor otak. Tak bisa saya menahan air mata ketika melihat Mas Edie yang cuma bisa tiduran. Bicara pun beliau agak susah. Sedih namun saya gak boleh memperlihatkan kesedihan saya supaya beliau semangat untuk pulih. Dibalik doa untuk beliau, saya sering sekali terbayang momen-momen dulu saat bersama Mas Edie seperti cerita saya diatas. Luar biasa sekali jasa Mas Edie sehingga saya bisa seperti sekarang ini.
Bagi semua teman-teman yang membaca tulisan ini, mohon bantuan doanya ya. Semoga Mas Edie Soesilo diberi kekuatan dan kesembuhan oleh Allah SWT.
Amin.
Banyak banget pekerjaan selain nyanyi yang udah bikin saya ketagihan. Ada ngemsi, nari, marching band daaaaannn satu lagi adalah SIARAN RADIO! Jadi asal mulanya sekitar tahun 2000-an awal saya pernah diundang beberapa kali untuk jadi penyiar tamu di Hard Rock FM Bandung, waktu itu siarannya sama Iwet Ramadhan. Terus setelah lama gak siaran, tiba-tiba tahun 2006 saya ditawarin siaran reguler di Cosmopolitan FM Jakarta. Ketika itu yang ngajakin sahabat saya, namanya Santi Bonis, yang emang lagi nyari partner siaran untuk gantiin Erwin Parengkuan & Tika Panggabean. Beberapa lama mempertimbangkan, akhirnya saya terima juga tawaran untuk siaran radio itu. Lalu saya pun pegang siaran pagi bernama "Breakfast Club" dari Senin hingga Jumat jam 6 sampai 10 bersama Santi Bonis. Ternyata yang namanya siaran radio itu lebih susah dari yang dibayangkan, gak seperti kita jadi pembawa acara biasa. Makanya waktu awal siaran lebih kurang selama 8 bulan awal, kita di-training agar bisa jadi penyiar yang baik. Kebayang gak rasanya, tiap hari jam 6-10 pagi siaran, nah abis itu jam 10-12 kita dihajar lagi sama ilmu pengetahuan tentang siaran radio. Akibatnya kalo hari itu pas saya lagi ada nyanyi atau rekaman sering ketiduran dari sorenya! Rutinitas ini pun berjalan selama 1,5 tahun. Saat habis masa kontrak saya memutuskan gak perpanjang karena waktu itu baru rilis album solo yang harus promo dan rasanya gak mungkin jalanin dua-duanya karena pasti jadi akan sering absen siaran. Saya pun mengucapkan selamat tinggal pada pendengar setia saya. Lalu sesuatu terjadi... Semenjak udah gak siaran, sering banget timbul rasa kangen yang luar biasa pengen balik lagi, ngomong-ngomong depan mic sambil pegang mixer sendiri. Yah emang dasarnya saya suka "ngoceh" kali yaaa... Tapi coba deh tanya ke penyiar radio manapun, semua pasti jawabannya sama, yang namanya siaran radio itu bikin nagih! Susah banget buat pensiun, pasti kangen siaran. Alhamdulillah beberapa waktu kemarin saya diajakin siaran di Female Radio, sekalian melepas rindu hehe... Nah terakhir itu saya siaran di V-Radio terus dapet tawaran siaran reguler! Tapi waktunya ituuuuuuu, tiap hari dari jam 4 sore sampai 8 malem. Saya takut nantinya kebanyakan bolos karena bentrok sama jadwal nyanyi. Gimana dooooonggggg???!!!
Teringat waktu pertama kali saya pergi ke tanah suci, tahun 2003 lalu. Saat itu saya mendaftar seperti biasa dan menanti kuota, Alhamdulillah bisa langsung berangkat pada kesempatan pertama dan saya ada disana selama 40 hari. Sungguh-sungguh nikmat tiada tara yang tak mampu saya ungkapkan dengan kata-kata. Subhanallah... Rasanya kalau diceritakan detail kejadian dan pengalaman selama di tanah suci gak akan cukup ditumpahkan semuanya disini. Tapi yang pasti, disana saya selalu berdoa meminta agar terus diberi kesempatan untuk bisa datang dan datang lagi untuk beribadah di tempat yang sangat istimewa ini. Allah sungguh baik kepada saya, kesempatan itu benar-benar diberikan dan selalu datang, 6 bulan kemudian saya pergi lagi ber-umroh. Lalu tahun berikutnya saya bisa ber-haji lagi. Setelah itu terus menerus hampir setiap tahun saya diizinkan oleh Yang Maha Kuasa untuk berangkat umroh. Bahkan beberapa tahun terakhir saya umroh dengan status membawa jamaah, jadi tour leader getoooohhh hehe, seru banget rame-rame. Doa saya ketika pertama kali ber-haji benar-benar didengar oleh Allah SWT. Saya sadari bahwa sebagai hamba, yang perlu kita lakukan hanyalah meminta dengan segenap ketulusan hati, maka Allah pasti mengabulkan yang terbaik bagi kita. Semoga kita semua diberikan kesempatan serta kemampuan untuk bisa senantiasa mengunjungi Mekkah dan Madinah. Amin ya Allah.
Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar... Takbir berkumandang kembali tadi malam, ba'da shalat maghrib sudah mulai terdengar dari beberapa masjid di sekitar rumah. Sungguh indah suara-suara yang mengagungkan Sang Maha Esa, menandai hari raya yang tiba esok hari. Ya Allah, limpahkanlah senantiasa kita semua dengan kesehatan, keberkahan, kemakmuran serta rizki yang halal dari-MU, amin. Selamat Hari Raya Idul Adha ya teman-teman pembaca setia blog saya. Mohon dimaafkan lahir dan batin. Bagi yang mampu, selamat berqurban hari ini serta beberapa hari kedepan.
Mau cerita sedikit waktu konser IRREPLACEABLE kemarin ya. Jadi, waktu pertama kali dibilangin sama Yovie kalau di konsernya nanti akan ada part saya duet sama Rio Febrian, yang kepikiran di kepala saya adalah "berarti saya harus kurus karena Rio sekarang kurus banget" hahahaha... Nah tapi mau mulai diet kok males aja rasanya, ditambah beberapa minggu sebelum konser saya masih terbang ke Amerika untuk beberapa hari di Washington DC. Jadi saya masih belum bisa memulai dietnya karena mumpung di luar negeri ya wajib kulineran dooooong hahaha, alasan banget yaaa. Lalu tiba saatnya pulang ke Jakarta lagi, sekitar 2 mingguan menjelang konser. Mendengar beberapa teman ikut program diet OCD yang dipopulerkan Deddy Corbuzier dan banyak yang berhasil "menciut drastis" badannya dalam waktu lumayan singkat, saya pun langsung mulai ikutan nge-OCD ditambah olah raga. Ternyata terbukti! Baru 10 harian nge-OCD berat saya turun sekitar 3 kg dan bentuk badan terlihat jauh sekali berbeda. Alhamdulillah target saya supaya agak kurusan di konser itu lumayan tercapai. Hey Rio Febrian, emang situ aja yang bisa langsing hahaha... Perjuangan banget ya kalau kita mau mencapai satu target, emang harus ada pengorbanan serta kemauan kuat. Bagi saya hal seperti ini jadi salah satu resiko pekerjaan. Makanya harus senantiasa SEMANGAT!!!
Haiiii! Lama banget ya saya gak nulis di blog ini, beberapa minggu ini memang alhamdulillah jadwal cukup padat. Tapi tau gak sebenarnya kenapa tulisan saya lama gak muncul??? Jujur karena si mood menulis kayaknya lagi menjauh dari saya. Ditambah beberapa minggu lalu sampai sekarang seringkali lelah karena pekerjaan, jadinya pikiran kok rasanya sering mentoooook aja tiap kali udah berhadapan sama keyboard. Hari ini sebenernya lagi cape banget, tadi pagi dalam kondisi baru tidur sekitar 3 jam terus ikutan garage sale sama teman-teman disebuah rumah di Jakarta. Namanya garage sale kan buatnya di halaman atau garasi rumah kan ya, jadi mulai jam 10 pagi sampai siang dengan udara Jakarta yang panasnya luar biasa, sukses bikin tenaga saya habis. Untung barang jualan saya (baju, sepatu, jam tangan) tadi siang laku hampir semuanya, padahal bawa barangnya banyak banget! Jadi walau kejemur matahari tapi hati senang dapet hasil yang lumayan hehehe, alhamdulillah. Cuma tadi siang saya jadinya pulang lebih cepat karena udah gak kuat pengen mandi banget, sampai rumah udah sore terus langsung mandi. Beuuuuh! Nikmat! Akhirnya saya memutuskan untuk gak kemana-mana lagi, istirahat di rumah aja. Alhasil dari sore sampai malem ya cuma tidur-tiduran di kamar. Jelang tengah malam akhirnya saya mencoba kembali memanggil si mood menulis yang udah lama gak hadir. Dan jadilah tulisan ini hahaha... Gak penting banget ya??? Hahaha, gak juga lah ya. Hal positif yang bisa diambil adalah sepertinya kita sebagai manusia harus sepenuhnya menyadari akan keterbatasan, tidak bisa memaksakan semua pekerjaan untuk selesai dalam waktu yang bersamaan. Keterbatasan bisa datang dari waktu, tenaga ataupun pikiran. Walau tulisan ini mungkin gak punya tema khusus tapi setidaknya si mood menulis telah datang kembali. Terima kasih udah membaca ya.
Alhamdulillah. Rasanya masih belum pulih dari jet lag tapi pagi ini saya sudah terbang lagi ke pulau Dewata. Aheeeeyyyyy! Selalu bersemangat tiap ada event di pulau indah ini, apalagi kalau ada sedikit waktu buat menyempatkan berlibur setelah nyanyi. Gak pernah bosan berkunjung ke Bali walaupun hanya sekedar istirahat di kamar atau duduk-duduk sambil makan dan minum, baik sendirian ataupun bareng teman-teman. Tau gak apa yang sering saya lakukan di Bali? Saya paling suka jalan kaki mengelilingi Kuta, Legian, kadang sampai Seminyak! Pernah saya dari jam 1an siang jalaaaaannn sampai jam 9 malam. Berhenti ya untuk makan, ngopi-ngopi, maghriban dan liat sunset. Waktu itu saya bersama 2 ponakan saya. Selalu saya tanya tiap mau jalan lagi, "Cape gak???" Mereka jawab, "Gaaaak!" Ya udah saya ajak jalan kaki lagi dan lagi hehe... Ehhh ternyata pas malam sampai di hotel, baru mereka ngeluh karena sebenarnya udah 'gempor' dari sore tapi gak enak mau bilang cape huahahahahahaha....
Oiya waktu di Washington DC, selesai event Made In Indonesia yang ke-3, malam harinya semua pengisi acara dan penyelenggara dari Acha Production diundang makan malam oleh Dubes RI untuk Amerika Serikat, yaitu Bapak Dino Patti Djalal bertempat di Wisma Indonesia. Tau gak sih, jadi pada saat saya minum kopi susu dari cangkir yang berlambangkan Garuda Pancasila, tiba-tiba keinginan yang agak norak muncul! Pengeeeeen banget minta cangkir ini buat koleksi pribadi karena yakin banget pasti ini dibuat khusus oleh mereka dan gak diperjualbelikan. Tapi saya gak berani buat minta sama Pak Dino, kalau iya saya dikasih, kalau gak dikasih??? Hahaha... Yaaa malu laaahhh sama yang lain! Jadi ya cuma fotoin aja deh. Ternyata beberapa teman artis juga ada yang foto cangkir ini, pengen minta juga kali yaaa hahaha...
Masih ada cerita nih dari perjalanan pulang dari Washington DC kemarin. Jadi di penerbangan pulang beberapa hari lalu, pesawat saya kan transit dulu di Doha (Qatar). Nah waktu melanjutkan penerbangan Doha menuju Jakarta, di pesawat saya melihat sosok berseragam tentara Internasional tapi di lengannya ada bendera merah putih. Saya langsung berpikir kalau beliau pasti wakil dari tentara kita yang dikirim untuk bertugas di negara yang sedang konflik. Jangan-jangan habis ikut peperangan disana! Hmmm... Kebetulan duduknya gak jauh dan sebelah kursi beliau kosong, saya hampiri aja lalu ngajak ngobrol. Bener-bener pengen tau seperti apa sih tentara yang dikirim ke negara konflik seperti itu. Beliau adalah Mayor Supriyanto yang baru saja selesai ditugaskan selama 1 tahun di Congo, bergabung dengan perwakilan-perwakilan dari 52 negara lain yang ditugaskan oleh PBB untuk memperbaiki situasi konflik di negara tersebut. Mayor Supriyanto ini bercerita, setiap harinya bertugas menjembatani antara sesama masyarakat di Congo agar berdamai satu sama lain, dengan situasi yang serba tidak kondusif tentunya. Satu hal yang tidak bisa saya bayangkan adalah ternyata para tentara PBB ini harus tinggal di rumah yang belum ada listrik. Listrik hanya ada di kantor dan itu pun berasal dari generator. Para tentara juga harus selalu siap mengangkat senjata untuk mempertahankan diri jika ada serangan mendadak. Belum lagi dari tiap-tiap perwakilan negara yang bersatu ini selalu ada sifat masing-masing yang berbeda sehingga terkadang untuk mengambil keputusan jadi agak sulit, begitu kata Mayor Supriyanto. Ini kali ke-2 beliau ditugaskan di Congo. Cerita beliau membuat saya termenung sejenak. Kami sama-sama orang Indonesia yang bertugas di negara asing. Sementara saya bernyanyi dan menari dalam rangka memperkenalkan budaya bangsa, Mayor Supriyanto dengan keberaniannya memperjuangkan perdamaian sebagai utusan negara.
Transit 7 jam di Doha International Airport. Sayangnya ini bandara lama jadi gak terlalu besar dan gak banyak yang bisa diliat. Akhirnya duduk-duduk aja selonjoran kaki sambil ngantuk karena perbedaan waktu dari Amerika tadi. Serunya ngedengerin obrolan orang-orang dari berbagai negara yang duduk di samping saya, dialeknya lucu-lucu. Daaaaaannnn masih 3 jam lagi untuk boarding, ngapain ya??? Hhhhhmmmmm... Makan aja lah. Selamat makan!
Foto diatas diambil waktu beberapa hari lalu ke Washington Harbour, serupa sungai panjang yang di sekitarnya ada cafe-cafe serta bangunan John F. Kennedy art gallery. Ujung dari sungai ini langsung tersambung dengan parkiran rumahnya presiden Amerika yang ke-35 itu. Banyak sekali hal seru yang saya dapati selama berada di Washington DC, namun selesai sudah perjalanan 5 hari saya yang tujuan utamanya adalah tampil di event Made In Indonesia Festival ke-3 di Downtown Silver Spring - Maryland. Lumayan, sempet jalan-jalan dan belanja sedikit hahaha... Sekarang saya siap-siap mau terbang pulang dari Dulles International Airport menuju Doha untuk transit dengan waktu tempuh 12 jam 30 menit. Lalu dari Doha menuju Jakarta kurang lebih 8 jam lah. Pegel-pegel lagi deh.
Di event Made In Indonesia Festival yang ke-3 kemarin, penampilan sesi pertama saya nari Sunda "Gagahan Putra" lalu langsung disambung dengan nyanyi berduet dengan Netta KD. Ia salah satu sahabat lama saya dari jaman di Bandung dulu mulai menyanyi, Netta juga pernah jadi vokalis Kahitna sekitar tahun 1987-1989an. Sore itu dihadapan banyak penonton yang hadir di kawasan Downtown Silver Spring - Maryland, kami menyanyikan lagu Sunda berjudul "Bubuy Bulan". Penampilan ini merupakan usulan saya kepada penyelenggara 'MII Festival 3' karena selalu ingin memperkenalkan budaya Sunda dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun. Event ini salah satu ajang yang tepat. Audience pun memberikan banyak sambutan meriah ketika saya menari dan menyanyi Sunda. Alhamdulillah.
Di event 'Made In Indonesia' yang ke-3 ini, saya kembali menari dan bernyanyi. Tarian yang saya bawakan judulnya "Gagahan Putra" yang merupakan salah satu tarian Sunda klasik. Pertama kali saya belajar tarian Sunda klasik waktu umur 5 tahun, yaitu tari "Ponggawa". Tarian ini termasuk jenis tarian Tayub yang konon menurut sejarahnya, pada jaman baheula dulu hanya ditarikan oleh para kaum bangsawan Sunda yang berkumpul di momen-momen khusus, lalu kemudian menarilah mereka satu per satu. Boleh cerita sedikit ya tentang kebisaan saya menari Sunda klasik ini hehe... Jadi ketika kecil saya mulai belajar tari-tarian Tayub, lalu sejak itu mulai sering manggung untuk menari sampai SMP. Nah baru mulai menari lagi ya sekarang-sekarang. Ada keinginan besar dalam diri saya untuk 'menularkan' kemauan serta kemampuan menari ini kepada anak-anak muda, terutama menumbuhkan rasa cinta terhadap kesenian tradisional Sunda serta budaya asli Indonesia yang lainnya. Masyarakat Amerika aja sangat terpukau dan tertarik, maka kita sebagai bangsa wajib bangga serta menjaga kelestariannya. Semoga terwujud ya. Amin.
Hari ini tanggal 8 September 2013 event 'Made In Indonesia' yang ke-3 berlangsung. Dimulai jam 1 siang sampai 7.30 malam waktu Washington DC. Alhamdulillah sudah 2 kali saya tampil, di MII Fest pertama dan yang ketiga ini. Acaranya diadakan di Downtown Silver Spring - Maryland, suatu kawasan terbuka yang jadi salah satu pusat keramaian masyarakat disini. Sengaja event ini dibuat terbuka untuk umum agar masyarakat Amerika bisa menikmati semua kebudayaan dari Indonesia, mulai dari tarian, nyanyian, kerajinan sampai makanan. Saya yakin, siapapun yang mencicipi keindahan Indonesia pasti ketagihan deh!
Pas saya lagi jalan-jalan sore di Tysons Mall - Virginia, tiba-tiba melintas dihadapan saya Dubes RI untuk Amerika, Bapak Dino Patijalal. Kebetulan beberapa tahun lalu ketika juga sedang berkunjung ke Washington DC, saya pernah diundang ke KBRI oleh beliau. Spontan aja saya panggil,"Pak Dino!" Eh, beliau menghampiri saya dan sempat ngobrol-ngobrol sebentar. Besok ia juga akan hadir di event 'Made In Indonesia'. Pak Dino itu orangnya baik banget dan yang pasti sangat men-support event saya besok. Ketika 'Made In Indonesia' yang pertama di tahun 2010, beliau juga hadir menyaksikan saya nyanyi dan nari. Besok nonton lagi ya Pak, sampai jumpa!
Ini saya lagi berkunjung ke White House, udah yang ke-3 kalinya. Pertama waktu tahun 2010, terus mampir lagi tahun 2011, nah baru sekarang pas tahun 2013 kesini lagi. Kira-kira Presiden Obama lagi ada di dalem gak ya???
Hari pertama di Washington DC langsung kena yang namanya jet lag, jam 5 subuh mata udah melek ajaaaah. Akhirnya pagi-pagi, padahal belum mandi, langsung jalan-jalan di sekitaran hotel. Enak banget, udaranya bersih, sejuk! Saya menginap di Courtyard Marriott Hotel, tepat di Downtown Silver Spring - Maryland. Ke venue untuk nyanyi dan nari saya besok deket banget, tinggal jalan kaki sedikit. Foto diatas itu adalah lokasi dimana besok event 'Made In Indonesia' yang ke-3 akan diadakan. Semacam bazar festival tentang semua dari Indonesia. Acaranya terbuka untuk umum, jadi akan banyak masyarakat Indonesia ataupun penduduk Amerika yang datang kesini. Seruuuu!!!
Alhamdulillah, setelah melewati penerbangan kedua rute Doha - Washington DC kurang lebih 14 jam 30 menit, akhirnya mendarat juga di Dulles International Airport. Waktu disini menunjukan jam 15.55 sementara di Indonesia sekitar jam 03.00 subuh. Setelah sampai yang paling kerasa tau gak apaaaa??? Ini pinggang rasanya pegeeeeeel banget kayak mau copot hahaha... Saya udah lebih dari 24 jam belum mandi, cuma bisa gosok gigi aja beberapa kali, pokoknya nanti sampai hotel mau mandi yang lamaaaaaaa deh hahaha, lebay ya. Sekarang saya lagi menuju keluar bandara, tunggu ya tulisan berikutnya selama perjalanan 5 hari saya di Washington DC ini. Selain perform di event 'Made In Indonesia' kira-kira ngapain lagi ya? Jalan-jalan? Shopping? Kulineran? Hmmm, saya juga penasaran hehe... Jadi, sampai jumpa di update blog ini selanjutnya!
Setelah penerbangan hampir 7,5 jam dari Jakarta, sekarang udah mendarat untuk transit sekitar 4,5 jam di Doha. Saya baru pertama kali nih kesini dan cuma transit di bandara aja sebentar hehehe... Saya paling senang kalau udah traveling kayak gini karena bisa lihat situasi di segala negara dengan berbagai adat & sifat manusia yang berbeda-beda. Walau pastinya kerasa pege-pegel akibat duduk terus di penerbangan panjang tapi tetep happy. Dan sebentar lagi saya mau lanjut untuk penerbangan berdurasi 12,5 jam dari Doha menuju Washington DC. Yiiiihhaaaaaa...
Sekarang jam 22.20 WIB... Saya lagi nunggu boarding di bandara Soekarno Hatta untuk terbang ke Washington DC via Doha. Menyiapkan diri untuk betah duduk lama di pesawat karena rute Jakarta - Doha sekitar 8 jam 30 menit, transit di Doha sekitar 4 jam, terus lanjut lagi terbang dari Doha - Washington DC sekitar 14 jam. Asik yaaaa hahaha... Btw, sampe lupa saya mau ngapain ke Washington DC. Insya Allah tanggal 8 September nanti saya akan tampil di event "Made In Indonesia" ajang festival seni budaya Indonesia yang dibuat sama teman-teman EO Acha Productions. Di event nanti saya mau nyanyi dan nari tarian Sunda klasik. Pokoknya dari mulai sekarang jangan bosen yaaaa kalau saya update terus di blog ini selama perjalanan saya ke Washington DC. Okeee...
24 Agustus 1968. Pada hari itu saya lahir. Jadi teringat cerita almarhumah Ibu saya. Jadi ceritanya begini... Pasangan Pak Junus & Ibu Aisjah (nama kedua orang tua saya) jaman dulu, mereka sudah dikaruniai 8 orang anak. Bagi ibu jumlah anak sebanyak itu dirasa sudah sangat cukup, gak akan nambah lagi deh. Niatnyaaaa. Tapi ternyata, tanpa diduga serta tanpa rencana, ada benih berkembang dirahimnya. Pada saat mengetahui hamil muda, ibu sempat berusaha supaya bayi yang dikandungnya 'gak jadi' dengan cara berolah raga keras. Main tenis hingga kelelahan, bahkan katanya sampai sempat jatuh waktu itu. Namun si jabang bayi keukeuh bertahan dan pantang menyerah. Lalu akhirnya lahirlah putra ke-9 di hari Sabtu 24 Agustus 1968 yang diberi nama Hedi Suleiman. Itulah nama asli saya. Setelah melahirkan, ibu sempat lumpuh beberapa bulan akibat olah raga berlebihan pada saat awal kehamilan tapi Alhamdulillah ibu bisa pulih. Dan saya ada disini sekarang 45 tahun kemudian, menulis blog ini. I Love U Ibu.
Haiiii...!!! Apa kabar semua? Lama banget ya saya gak nulis, terakhir waktu Hari Raya Idul Fitri kemarin. Sekarang saya mau berterima kasih kepada semua teman-teman yang setia membaca tulisan-tulisan di blog ini, terutama yang pada ulang tahun saya 24 Agustus lalu sudah mengucapkan HBD via twitter, mungkin saja masih banyak teman-teman yang tidak sempat saya reply satu per satu. Sekali lagi terima kasih ya atas ucapan serta doanya, maaf kalo banyak twit yang gak kebalas.
Waktu berjalan begitu cepat. Tanpa terasa kita sudah memasuki akhir dari bulan Ramadhan tahun ini. Sedih sekali karena disaat kita sedang khusyuk menikmati ibadah tiba-tiba harus merasakan akhir dari bulan yang dimuliakan Allah SWT. Sangat bahagia karena kita akan memasuki hari kemenangan, dimana kita akan mendapat ampunan atas segala hal yang pernah kita perbuat. Semua terasa makin lengkap jika di akhir Ramadhan ini kita berharap serta meminta kepada Allah SWT agar dapat dipertemukan dengan bulan Ramadhan berikutnya. Untuk semua pembaca setia blog saya, izinkan saya mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri" taqabalallahu minna waminkum. Mohon dimaafkan segala kesalahan saya dan semoga kita semua senantiasa mendapat pengampunan dari Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin.
Ada cerita lucu sewaktu saya kecil. Jadiiiii yang namanya Hedi kecil kalau masuk bulan puasa suka juga tuh beli-beli kembang api atau petasan. Satu malam sehabis shalat tarawih di rumah dengan keluarga, kita pergi jalan-jalan keluar rame-rame dengan kakak-kakak untuk beli makanan. Terusssss, sebelum pulang ke rumah saya maksa kakak saya untuk beliin PETASAN BANTING (Tau kan??? Petasan yang bulet-bulet segede kelereng terus bisa meledak dengan cara dibanting). Seneng banget akhirnya dibeliin petasan itu, satu kantong plastik kurang lebih isi 10 biji petasan dengan 'pintarnya' saya kantongin di saku belakang celana training saya yang terbuat dari bahan kaos. Naaaahhh, waktu itu pake mobil jeep hardtop saya duduk di depan sama kakak dan yang lainnya rame-rame duduk di bangku belakang. Begitu sampai rumah, dengan tidak sabarnya Hedi kecil mau lompat keluar dari mobil jeep yang lumayan tinggi itu, eeeehhh lupa kalau di saku belakang celana ada benda yang harus dijaga jangan sampai jatuh, daaaaannn jatuhlah sekantong petasan banting di dalam mobil tepat di bawah dudukan saya... DOR DOR DOR DUARRR DUAARRR DUUAAARRRR...!!!!! Menjerit seisi mobil. Jangan ditanya lagi nasib saya. Ketebak kan kelanjutan ceritanya. Udah pasti dimarahin seisi mobil laaaahhh... Hahahahahaa...
'Kehidupan malam' di bulan Ramadhan itu luar biasa menyenangkan ya. Hanya selama bulan istimewa ini lah kita bisa merasakan suasana malam yang seru sekaligus nyaman dan nikmat. Tiap malam orang-orang beriringan ke masjid untuk tarawih berjamaah. Apalagi di 10 hari terakhir, 'kehidupan malam' semakin panjang sampai menjelang sahur. Orang-orang beramai-ramai I'tikaf di masjid. Berdzikir, bertadarus, shalat malam serta bersujud memohon hanya kepada Allah. Sungguh syahdu, indah dan khidmat, Subhanallah... Dan ini tidak terjadi lagi di 11 bulan lainnya. Sayang banget kalau kita yang diberikan kemampuan secara fisik dan waktu untuk melakukannya namun melewatkan begitu saja. Penting sekali bagi kita untuk bersujud di malam-malam Ramadhan agar mendapatkan pengampunan dari Allah SWT. Mengharap taufik, inayah dan barokah hanya dari-Nya semata. Semoga kita senantiasa diberikan waktu untuk bisa melakukan ibadah dengan semaksimal mungkin. Insya Allah...
Seringkali terpikir oleh saya mengenai pesan Allah kepada umat-Nya melalui perantara Rasulullah SAW yang menugaskan manusia melakukan SHALAT WAJIB sebanyak 5 waktu dalam sehari. Bayangkan, dalam 24 jam kita hanya diwajibkan 5 kali melakukan shalat yang kalau dihitung, setiap pelaksanaannya tidak akan sampai menghabiskan waktu berjam-jam. Bahkan mungkin hanya beberapa menit saja. Saking wajibnya shalat 5 waktu ini, Allah memberikan beberapa pilihan sebagai kemudahan bagi umat-Nya agar senantiasa bisa melakukan shalat walaupun dalam kondisi-kondisi tertentu, seperti: sambil duduk atau bahkan tiduran apabila sedang sakit, bisa dilakukan dalam kendaraan jika sedang dalam perjalanan, boleh di jama' atau qashar bagi seorang musafir. Pokoknya semua jalan diberikan supaya kita tidak meninggalkan shalat wajib 5 waktu. Sementara ibadah-ibadah wajib lain seperti misalnya shaum Ramadhan, bagi orang-orang tertentu masih bisa menebusnya dengan fidyah atau menunda lalu mengganti shaum-nya itu di bulan berikut. Namun yang namanya shalat wajib 5 waktu, gak ada tawar menawar, sekali terlewat berarti kita sudah lalai dan berdosa. Na'udzubillah... Semoga kita semua selalu dalam kekuatan iman untuk selalu menuruti perintah Allah serta menjalankan semua kewajiban-Nya dengan ikhlas, Lillahi Ta'ala... Amin.
Saya menulis blog ini di dalam masjid Istiqlal, dimana ini adalah 10 hari terakhir Ramadhan pada tahun ini. Ketika memasuki masjid tadi saya berpikir, alangkah cepat waktu berjalan, sungguh cepat sekali. Rasanya baru beberapa minggu yang lalu saya ber-I'tiqaf di masjid, padahal itu terjadi tahun lalu. Atau mungkin bahkan 2 tahun yang lalu. Sekarang disinilah saya, mulai menjalani lagi. Saya duduk, kemudian bertafakur, apa saja kemajuan yang saya dapat dan telah lakukan untuk bekal 'Kehidupan Selanjutnya'??? Itulah yang wajib serta harus saya kejar karena waktu juga semakin cepat mengejar kehidupan kita. Perlahan saya teringat saat-saat lalai akan kewajiban, saat lupa sejenak pada Sang Khalik dalam kehidupan sehari-hari. Lalu yang paling 'ngeri' adalah saat teringat bahwa suatu waktu saya akan dipanggil Sang Maha Pencipta untuk selanjutnya mempertanggungjawabkan semua yang sudah saya lakukan selama hidup di dunia. Kesadaran kian menghampiri saya, kehidupan selanjutnya itu adalah abadi. Kita sendiri lah yang menentukan apa yang ingin kita dapatkan pada waktu dibangunkan kembali nanti. Mari kita berjuang untuk kehidupan kelak, semoga kebaikan senantiasa bersama kita semua.
Tulisan ini saya buat saat di Bandung, melayat adik dari Yovie Widianto yang wafat karena sakit. Setiap kali mendengar berita duka atau melayat kerabat yang meninggal, di dalam hati selalu terbersit "kelak kita akan seperti ini, tidak mungkin tidak". Hal ini membuat badan saya lemesss, mengingat kehidupan selama ini yang masih jauh dari sempurna di mata Allah. Ada rasa takut karena belum siap jika sewaktu-waktu 'dipanggil oleh-Nya', sadar sepenuhnya tabungan pahala dari ibadah saya rasanya masih belum mencukupi sebagai bekal pertanggungjawaban dihadapan Allah kelak. Bukan su'udzon terhadap-Nya karena selama ini saya selalu berusaha menjalankan kewajiban tapi dalam keseharian masih banyak tingkah laku yang sering kali tergiring untuk melakukan hal-hal yang kurang baik. Walaupun semua nilai pahala sepenuhnya hak prerogatif dan semata hanya milik Allah Yang Maha Menilai tapi akan jauh lebih baik jika kita senantiasa merasa belum cukup bekal akhirat, dengan demikian kita akan selalu berusaha agar semakin maksimal serta insya Allah mencapai kesempurnaan dalam ibadah kepada-Nya. Ya Allah, Ya Tuhan kami, berikan waktu yang panjang untuk bisa menebus & meminta ampun atas dosa-dosa kami dan agar kami bisa beribadah lebih banyak lagi kepada-MU untuk bekal kami kelak. Amin ya Rabbal Alamin...
Saya mau cerita waktu pertama kali saya puasa Ramadhan, saya masih kecil banget, kayaknya umur 5 atau 6 tahun deh waktu itu. Almarhumah Ibu saya lah yang pertama kali mengajarkan untuk berpuasa dan waktu itu saya langsung puasa sampai bedug Maghrib, tanpa iming-iming hadiah apapun dari orang tua. Kan biasanya anak-anak kecil suka dikasih hadiah tuh supaya mau puasa, nah kalau di keluarga saya gak pernah seperti itu. Lalu mulailah saya berpuasa... Di hari-hari awal puasa ada kejadian lucu (masih suka ketawa sendiri kalau inget hahaha), kan Hedi kecil selalu harus tidur siang sepulang sekolah, sore-sore pas bangun tidur tiba-tiba saya menuju ruang makan dan dengan santainya buka toples isi emping. Saya ambil empingnya dan HAPPPP!!! Kraus krauuuss krauuuussss... Si emping yang gurih nikmat itu meluncur masuk dari mulut ke perut! Pas banget ibu saya nengok dan ngeliat, kontan lah ibu negur saya, "Hedi kok makan sih? Kan lagi puasa..." Terkejut, saya langsung berusaha mengeluarkan lagi emping yang lagi saya kunyah, ahahaha... Terus saya bengong aja sambil nanya, "Mah, Hedi teu kahaja... Hilap keur puasa" (Mah, Hedi gak sengaja... Lupa lagi puasa). Lalu almarhumah Ibu saya bilang dengan suaranya yang menenangkan, "Ya kalau beneran lupa gak apa-apa, istighfar aja lalu lanjutkan lagi puasanya. Kalau bohong berarti dosa lho". Tapi waktu itu memang bener-bener lupa. Yaaa namanya juga pertama kali puasa ya, bangun tidur pula hahaha... Jadilah waktu itu saya lanjutin lagi puasanya yang hanya tinggal sekitar 2 jam menjelang bedug. Heheheeee...
Marhaban ya Ramadhan. Suatu kebahagian yang luar biasa bagi umat muslim di dunia karena kita sudah memasuki lagi bulan Ramadhan di tahun ini, dimana sebaik-baiknya bulan diantara seribu bulan, bulan penuh ampunan, bulan limpahan pahala & barakah. Sayang sekali rasanya kalau kita tidak mempergunakan semaksimal mungkin momen yang istimewa ini dengan beribadah. Ramadhan sangat dinanti-nanti oleh seluruh umat muslim karena dengan melalui proses ibadah sesuai petunjuk Al-Qur'an maka di akhir bulan kita bisa mendapat ampunan dari Allah SWT atau yang biasa dikenal dengan istilah 'bersih kembali seperti bayi baru lahir'. Selamat menjalankan ibadah puasa dan semoga kita semua senantiasa mendapat ridho dan restu-Nya. Mohon dimaafkan ya semua kesalahan saya.
Haaaaiiii...!!! Lanjut cerita "1st Love" saya ya hehe... Ok deh, mari mulai! Jadi, reaksi Tia setelah menerima 'surat cinta' dari saya adalahhhhh *ENG ING ENG* mendadak Tia jadi musuhin saya! Kalau papasan di sekolah gak mau ngeliat, nengok aja dia gak mau. Saya tanya ke Santi, kenapa Tia jadi gitu??? Dia gak bisa jawab. Saya sama Ferry mengambil kesimpulan kayaknya Tia marah ke saya gara-gara surat itu. Sampai kita lulus-lulusan SD yang namanya Tia udah gak mau lagi negur saya, asli! Nasib... Nasib... Yah kalau dipikir-pikir nekat juga sih kelas 6 SD udah berani nyatain cinta pake surat hahaha... Beberapa tahun lalu, waktu reunian sama teman-teman SD, tiba-tiba ketemu lagi sama Tia setelah terakhir ketemu dia di perpisahan kelas 6 tahun 1980. Yaaaahhh sekarang sih kita cuma ketawa-ketawa aja kalau ingat jaman itu, gak ada kelanjutan 'rasa' yang dulu pernah ada. Dasar cinta monyeeeeeetttt hahaha...
Minggu lalu saya tanya ke temen-temen followers acc twitter saya, kira-kira mau apa aja yang saya ceritakan di blog ini. Ada banyak usulan dan insya Allah akan saya tulis satu per satu semuanya ya. Nah yang sekarang mau saya ceritakan dulu adalah tentang 1st LOVE saya, uhuuuuyyy... Jadi gini, waktu kelas 6 SD saya tiba-tiba naksir sama sahabat dekat saya sendiri, namanya Tia (Hai Tia!!! Kali-kali aja dia baca hahaha) lucu banget kejadiannya! Saya sama Tia dan ada 2 sahabat lagi (Ferry dan Santi) di akhir masa belajar kelas 6 SD itu kita seperti 4 serangkai, deket banget. Gak tau kenapa tiba-tiba saya suka sama Tia. Satu waktu sepulang sekolah saya curhat sama Ferry tentang perasaan saya kepada Tia. Lalu ketika selesai ujian akhir, di masa-masa menunggu pengumuman kelulusan SD, saya memberanikan diri menulis surat cinta buat Tia. Suratnya itu saya titipkan ke Ferry, lalu ia menitipkan lagi ke Santi untuk diberikan pada Tia. Yaaa pastinya isi surat itu romantis ala anak SD. Setelah itu tibalah momen 'dag dig dug deeeerrr' nunggu jawaban dari Tia. Dan reaksinya ke saya adalah??? Hhhhhhhh...hhh... Bersambung aja aaaah ke blog selanjutnya ya... Xixixxiixixixiiii...
Menari Sunda. Itulah yang pertama kali saya lakukan pada saat masih kecil dan awal mengenal dunia panggung. Jadi bukan nyanyi dulu tapi nari lah yang bikin saya naik panggung. Bermodalkan bakat alam yang turun-temurun dari ayah saya, plus sering lihat kakak-kakak saya latihan nari dirumah, tiba-tiba saja saya 'ngikutin' gerakan-gerakan yang saya lihat pada saat kakak-kakak saya latihan. Ayah saya kaget ketika tahu saya bisa nari seperti itu dan langsung saya disuruh belajar tarian Sunda klasik khusus pria. Waktu itu saya masih umur 5 atau 6 tahun kalau gak salah. Beberapa kali latihan, saya sudah mampu menguasai 3 tarian Sunda klasik yang disebut Tari Tayub. Judul 3 tarian tersebut adalah Tari Lenyepan, Tari Gawil dan Tari Ponggawa. Setelah itu Hedi kecil pun mulai sering manggung nari dan dibayar! Hahahaha saya lupa berapa dikasih honornya tapi seneng banget bisa nari dan dapet uang ketika itu. Menginjak usia remaja (SMP) saya mulai malu bahkan sering gak mau kalau disuruh nari lagi. Maklumlah, namanya juga remaja yaaaaa... Entah kenapa sempat beranggapan kalau nari udah gede gitu ya gak lucu lagi. Terus juga istilah nari (waktu itu yaaaaa) kok rasanya lebih cocok dilakukan oleh perempuan saja. Akhirnya saya pun berhenti menari dan beralih ke nyanyi. Tapiiiii... Kini saya menyadari bahwa tarian Sunda klasik wajib dilestarikan dan perlahan namun pasti harus diperkenalkan kembali pada generasi muda bangsa agar mulai terlihat lagi menghiasi panggung seni nasional. Sejak tahun 2000-an, saya pun kembali menggali kemampuan menari dan Alhamdulillah masih ingat gerakannya. Lalu sering saya menawarkan ke beberapa event yang sekiranya mungkin bagi saya untuk menari disana dan ternyata, saya bisa menari sekaligus bernyanyi di acara-acara yang diselenggarakan di beberapa kota di Amerika. Sangat bangga bisa membawa seni tradisional Indonesia kesana. Tak bisa saya pungkiri bahwa 'menari' sudah mendarah daging dalam kehidupan saya dan semoga kesenian yang saya kenal dari kecil ini bisa kembali besar serta dikenal dunia. Amin.
Waktu masih duduk di bangku SMP, secara gak sengaja saya 'terjerumus' dalam dunia drumband. Gara-garanya pas kelas 2, saya aktif di keanggotaan ekstra kurikuler PKS (Patroli Keamanan Sekolah) atau biasa dibilang polisi sekolah lah. Nah terus, diadakan seleksi untuk membentuk anggota drumband di PKS itu. Berhubung saya menjabat sebagai Komandan PKS dan kebetulan badan saya termasuk tinggi, langsung deh dipilih jadi drum major. ASLI gak pernah kepikiran kalau akan pegang tongkat yang panjangnya satu meter lebih dan lumayan berat plus harus bisa atraksi muter-muter stick itu di tangan, kaki, sampai leher! Udah gitu mesti ngelempar tinggi-tinggi stick-nya terus ditangkap lagi, semua sambil tetap memimpin anggota drumband yang memainkan lagu-lagu mars. Wuihhh konsentrasi wajib dua arah, ya mimpin anggota supaya ketukan lagunya serasi, ya mimpin barisan juga, ya narsis atraksi pakai stick major juga gak boleh ketinggalan. Alhamdulillah dengan modal ulet belajar, saya pernah jadi drum major terbaik nasional sebanyak 2 kali di kejuaraan marching band level nasional pada tahun 1987-1988. Dan ternyata yang namanya 'terjerumus' ke dunia drumband itu bikin kita addict. Selalu dihampiri rasa rindu, ingin main lagi! Lamaaaaa gak main drumband, tiba-tiba saya dapat ajakan untuk gabung dengan Garuda Drum & Bugle Corps, salah satu unit drumcorps terfavorit yang ada di Jakarta. Akhirnya sempat ikut beberapa kali kejuaraan marching band nasional lagi tapi kali ini sebagai Field Commander (kayak conductor gitu) dan Alhamdulillah terpilih jadi Field Commander Terbaik Nasional ke-3, padahal waktu itu latihannya cuma sebentar. Tuhhhhhh kaaaaaannnn jadi kangen main lagi dehhhhhhhh... (Oiya, di menu GALLERY ada foto-foto drumband saya lho hehe)
Kuliner. Itu jadi salah satu tujuan sekaligus misi penuh kenikmatan saat saya sedang berada di luar kota, entah itu untuk nyanyi atau sekedar liburan. Saya paling suka berburu makanan-makanan khas di tiap daerah atau negara yang sedang saya kunjungi, tentunya selama makanan itu aman dinikmati serta halal hehe... Makanya, gak heran sudah banyak tempat-tempat makan enak yang masuk kategori wajib singgah kalau saya sedang ada disana. Pokoknya kalau sudah doyan, saya bisa terus-terusan datang ke tempat makan itu. Sebut saja misalnya kota Pekanbaru, disitu ada RM Dendeng Batokok, Soto Baroda, Pempek Tiny, Sate Padang Bundo Kanduang, Kim Theng. Nah kalau Makassar ada Bakso Ati Raja (itu saya paling sukaaaaa banget) dan Mie Titi. Ada lagi namanya Durian Ucok, wajib hukumnya buat setor muka disini pas lagi mampir Medan. Gak cuma makanan lokal, di Kuala Lumpur ada nasi ayam hainam yang lezat luar biasa sajian khas restoran halal Chee Menk. Wah tiap ngobrol soal makanan gak akan ada abisnya deh hahaha... Emang ya, menikmati makanan tanpa pantangan adalah karunia luar biasa. Kan saya hobi banget nih wisata kuliner, jadi saya juga mau gak mau harus olah raga supaya bisa makan enak terus. Lemak luntur, urusan perut pantang mundur!!!
Jam 4 subuh waktu Kuala Lumpur, saya sudah diperjalanan menuju bandara untuk pulang ke Jakarta karena jam 10 pagi nya ada show dengan Kahitna. Mata masih ngantuk banget, baru tidur 1,5 jam karena malamnya selesai event Enjoy Jakarta Concert di Lake Garden KL sekitar jam 12. Lagi-lagi yang terbersit dalam benak saya adalah "harus selalu bersyukur" walaupun dalam keadaan lelah karena ini semua merupakan berkah. Allah memberi izin-Nya pada saya untuk bisa bekerja dan berkarya. Jadi sebisa mungkin saya tak mau mengeluh. Sudah resikonya pekerjaan seperti ini. Banyak orang tidak tahu kondisi kita pada saat berada di panggung atau di luar panggung tapi yang pasti penampilan harus selalu keliatan WAH alias bagus (yaaaa namanya juga kan menghibur ya...) walau kadang fisik sedang gak fit atau lagi dilanda masalah. Pokoknya, semoga saya bisa terus bernyanyi dan menghibur dengan baik. Amin. SEMANGAT!!!!!
Masih sangat membekas reunian kecil bersama sahabat-sahabat SD dan SMP di Bali selama 3 hari kemarin. Sejak saling kenal dari jaman sekolah dulu, kemarin baru pertama kali kita travelling bareng. Gak ada henti-hentinya ketawa, mengenang cerita jaman sekolah sambil berkuliner ria. Di tengah serunya bernostalgia serta bercanda, kita tak lupa sama-sama mengingatkan untuk shalat jika waktunya telah tiba, indah sekali. Saking happy-nya, kita mendadak pesan khusus dan beli baju-baju khas Bali buat dipakai seragaman sambil foto-foto, hahahaha... Padahal biasanya suka ngetawain kalau liat orang-orang yang berbaju seragaman eh kemarin kitanya malah begitu. Gpp deh kalau mau diketawain karena bagi saya yang terpenting rasa kebersamaan tambah kuat dan hati kita makin terikat. Bersyukur sekali sampai saat ini masih bisa menjalin tali silaturahmi dengan sahabat-sahabat kecil saya walaupun terpisah jarak dan waktu. Sampai ketemu di reunian berikutnya ya teman-teman...
Judul diatas sering jadi becandaan kita jelang detik-detik akhir dari hari Minggu, apalagi setelah long weekend kayak kemarin. Iya kaaan???! Yang kebayang itu biasanya pemandangan di kantor yang bikin stress, tugas kuliah yang bikin bete, bangku sekolah yang bikin pegel dan masih banyak lagi. Sesuatu terjadi pada saya kira-kira 4 hari yang lalu, kejadian yang membuat saya gak lagi benci hari Senin atau Selasa atau Rabu atau hari apapun. Seorang kenalan curhat pada saya, ia sedang dalam kondisi sulit karena tidak punya pekerjaan. Tentunya saya coba bantu dia dengan memberi semangat, namun saya merasa bahwa dia lebih membantu saya. Membantu saya menyadari sebenarnya jauh lebih melelahkan ketika kita tidak punya pekerjaan dibanding saat sedang banyak pekerjaan. Punya pekerjaan serta mampu bekerja merupakan berkah dan setiap hari dalam hidup kita patut disyukuri. Gak nyangka ya curhat yang singkat bisa sangat bermanfaat.
Jadi gini, saya dengan sahabat-sahabat jaman SMP dulu sudah merencanakan dari hampir 6 bulan lalu untuk liburan ke Bali bersama. Semua tiket pesawat & hotel sudah di-booked. Pokoknya gak sabar pengen berangkat. Sampailah sehari sebelum keberangkatan dan tiba-tiba seorang sahabat yang perempuan (dia sudah punya anak & cucu) memberi kabar ternyata besok dia tak bisa ikut karena mendadak dititipi cucu yang masih balita oleh anaknya yang bekerja diluar kota. Saya dan teman-teman lain sudah sedikit memaksa agar ia tetap ikut dengan memberi solusi, yaitu cucunya dijaga oleh baby sitter saja. Namun sahabat saya itu tetap memilih untuk menjaga sendiri cucunya. Saya jadi tersadar. Ini salah satu bukti bahwa 'kasih sayang ibu sepanjang masa' memang benar adanya. Ia rela berkorban demi anak serta cucunya walau harus menelan kekecewaan. Saya pun mendadak teringat seseorang, Ibu saya. Ibu, aku kangen.
Kok betah amat sih ngejomblo? Kok bisa sih terus-terusan sendiri? Dan masih banyak 'kok-kok' lainnya. Kebayang gak dibombardir pertanyaan kayak gitu terus-terusan. Semua orang nanyain hal yang sama. Oleh karena itu, saya menggelar konferensi pers sekarang, di web ini, via tulisan ini. Siap-siap ya. Jawaban dari semua pertanyaan itu adalah.........GAK TAUUUUUUUU! Sampe sekarang masih males aja untuk cari pacar, untuk berkomitmen dengan seseorang. Banyak temen bilang, "Ati-ati lho, di usia lo sekarang yang diatas 40, lo akan ngerasa makin males cari pasangan." Dan itu betul, kerasa kok. Tapi namanya belum ketemu yang sreg, gimana dong?! Jadi ya saya biarkan orang-orang pusing dengan pertanyaan masing-masing, saya nya sih santai. Siapa tau besok ketemu jodoh.
Sering saya ditanya, apa sih resepnya untuk jaga suara? Dan sejujurnya, saya kadang bingung mau jawab apa. Rasanya gak punya resep atau jurus atau pantangan-pantangan khusus. Malahan sebelum naik panggung untuk nyanyi, saya sering kok makan gorengan + minumnya air dingin pula (jangan ditiru yaaaaa). Tapi spesial hanya di hediyunus.com, saya akan coba jawab ya. Tidak sekali dua kali saya harus manggung dalam kondisi sakit (biasanya flu atau radang tenggorokan) tapi Alhamdulillah tetap bisa berjalan lancar. Kok bisa? Proses belajar diawal karir dulu sangat membantu saya. Lalu pengalaman juga mengajarkan untuk mampu mengantisipasi segala kondisi. Nah selebihnya, sekarang ini saya tinggal menjalankan semua pekerjaan, termasuk nyanyi, dengan sepenuh hati dan rasa cinta. Itu kuncinya.
Awal tahun 1987, saya gabung di Elfa Music Studio sebagai murid private vocal. Selain buat isi waktu yang banyak luang setelah lulus SMA (lulusnya tahun 1986 hehe), niat untuk belajar semakin serius lagi setelah menyadari bahwa saya punya bakat. Tapi ternyata... Ketika mulai belajar nyanyi, saya merasa menyanyi yang baik & benar itu susah banget. Bahkan sempet ada perasaan gak bisa mengejar pelajaran yang diberikan. Tapi ternyata lagi... Keajaiban terjadi! Baru 3 bulan belajar vokal, saya disuruh berhenti sama guru saya, yang waktu itu adalah Mas Danny Daksinaputra. Beliau bilang, untuk selanjutnya saya belajar sendiri saja. Gak cuma itu, saya juga dipercaya jadi asisten guru vokal dan diminta membantu murid baru. Kaget sekaligus bahagia! Di waktu yang bersamaan datanglah Yovie Widianto yang mengajak saya bergabung ke KAHITNA. Jadi yaaa, percaya gak percaya sih waktu itu...
Maaf ya kalau saya sering ceplas-ceplos apa adanya, bahkan bahasa tubuhpun seringkali gak bisa bohong. Saya ya saya. Ketika melihat atau mendengar sesuatu yang 'gimana gitu', pasti komentar langsung terlontar. Gatel euy! Kayak di twitter, kadang muncul twit-twit ajaib yang seru kalo di twit balik secara ajaib juga. Ada yang bisa nerima, ada juga yang gak bisa. Bagaimanapun kita kan sama-sama punya hak komentar & dikomentari hehe... Jadi jangan sungkan mention saya di twitter @HediYunus, kalo sempet pasti saya bales.
Apa yang ada pada saya sekarang adalah hasil perjalanan panjang. Untuk meraihnya, saya benar-benar harus berjuang dari 'bawah'. Banyak yang bertanya, "Apa sih rahasianya?" Sebenarnya tidak ada rahasia. Selalu mau belajar dan rajin meminta pendapat dari semua kalangan usia menjadi resep kebaikan dan kemajuan karir serta hidup saya. Kebahagiaan saya berasal dari kebahagiaan mereka yang merasa terhibur ketika saya bernyanyi.
Kalau ingat jaman dulu, saya sering pinjam mobil ayah untuk sekedar jalan-jalan sama teman, lalu pulang ke rumah bensin sudah mau habis karena gak ada uang untuk isi bensin. Maap ya ayah hehehe... Kenangan lucu tapi sekaligus motivasi bagi saya. Ingin rasanya punya mobil sendiri suatu hari nanti (harapan pada waktu itu). Dan ternyata, sekarang saya mendapatkan yang lebih dari itu. Saya mendapatkannya melalui seni, yaitu bernyanyi. Orang bilang, jangan pernah takut bermimpi karena mimpi bisa jadi nyata. Syaratnya sederhana, menjadi diri sendiri dan tak pernah berhenti berusaha serta percaya. Saya telah membuktikan sendiri, semua bisa menjadi lebih dari Sebatas Mimpi.